
Alangkah indahnya ketika Evan memasuki ruangan bersih dan sudah tertata rapi itu, dengan semua yang ada di sana(ruangan klubnya).
"Kamu duduk dulu aja, biar aku buatkan teh!" pinta Sharashi yang langsung menuju tempat ia membuat teh.
Merasa haus, Evan pun mengiyakan perkataan Sharashi sambil duduk di sebuah kursi.
Lalu setelah itu, Evan mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat menuju ke tempatnya.
Srek..
Pintu ruangan terbuka dan Rahel masuk ke dalam ruangan. Setelah masuk, dia menatap tajam ke arah Evan.
"Rahel?" kata Evan bingung.
Dan ternyata Evan baru ingat jika dirinya mengajak Rahel untuk ketemuan sebelumnya.
"Eh, ada Rahel.. sini duduk dulu, aku akan buatkan minuman ya. kamu mau di buatkan apa? teh apa kopi?" sambut Sharashi kepada Rahel sembari menawarkan minuman, saat itu Sharashi menyambutnya dengan ramah.
"Tidak terimakasih!" Rahel langsung menolaknya, dan pergi menghampiri Evan.
Namun Sharashi tetap saja membuatkan minuman untuk Rahel dan Evan.
"Ev!!, kok kamu ngajak cewe lain sih?" ucap Rahel yang kesal karena ada Sharashi di sini.
"Aku ngga mengajaknya, kebetulan dia memang ada disini!" jelas Evan.
"Kamu ngga nyuruh dia untuk pergi.., ini kan waktu untuk kita berdua!" Rahel bertanya lagi kepada Evan, dan wajahnya begitu dekat dengannya.
Wajah Evan memerah saat Rahel mengatakannya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa!" jawab Evan jujur dan terlihat gerogi
seperti di hadapan singa betina.
"Kenapa?" wajah Rahel semakin mendekat.
"...Dia ti...dak mau pergi...!" Evan mencoba untuk menjauh, namun dia sendiri sedang duduk di kursi.
Waktu Sharashi selesai membuatkan teh dia melihat pemandangan panas Rahel dengan Evan. Wajah mereka terlihat begitu berdekatan.
Membuatnya berdehem untuk mencairkan suasana.
Rahel pun langsung saja menjauh dari Evan dan mengajak bicara Sharashi.
"Kamu Sharashi, bukannya kelas kamu ada kesibukan ya?, kenapa kamu masih ada disini?" tanya Rahel kepada Sharashi, entah kenapa hari ini sifat Rahel berubah kepada Sharashi, yang mungkin saja ia masih kesal dengannya.
"..."
"Iya, aku tahu! tapi aku pengen denger penjelasan darinya," Rahel tetap kekeh.
"Maafkan aku... aku sebelumnya tidak kebagian tugas. awalnya aku berniat untuk membantu mereka, tetapi saat aku mendekat, mereka mala menyuruhku untuk pergi menjauh! maka karena itu aku jadi kesini," jawab Sharashi sambil menerangkannya.
"Gitu ya...! ya udah. gapapa!" kata Rahel membolehkan, sedangkan aura tadi mulai perlahan menghilang, tapi itu hanya imajinasi Evan saja.
Ucapan Rahel membuat Sharashi lega. Kemudian Rahel menarik tangan Evan dan memaksanya untuk keluar dari ruangan.
"Hel!!" kata Evan sembari meronta.
Sedangkan Sharashi di buat terkejut.
__ADS_1
Di luar ruangan klub.
"Sekarang kita pergi dari sini!" ucap Rahel yang terlihat masih cemberut dan masih mengengam tangan Evan.
"Heh, kenapa?" jawab Evan berubah datar.
"Soalnya janjian pertama kita gagal karena hal tadi!' ucap Rahel lembut sembari perlahan menundukkan kepalanya.
"Tunggu... bukannya kita sering pergi bersama, itu sama saja kan dengan janjian! karena sebelum itu kita menentukan tempatnya," ucap Evan berusaha menjelaskan apa yang diketahuinya tentang Janjian.
"Itu beda!! saat itu kita belum pacaran, tetapi sekarang ini kita sudah menjadi sepasang kekasih.."
"Bukannya kamu yang memaksa ya Hel."
"Iyaa sih, hmm, tapi aku beneran suka sama kamu Ev!"
"Suka si suka! tapi... caramu kurang mengenakkan!"
"Heh...? oh ya Ev. kenapa kamu menutupi kepalamu dengan topi dan memakai masker? kamu terlihat misterius tau... tapi untungnya aku sempat mengenalimu," ujar Rahel yang menunjukkan ekspresi penasaran.
"Aku hanya tidak ingin orang lain menanyakan sesuatu kepadaku, kamu pasti taukan di grup Ichat sedang ramai membicarakan tentang kita, apalagi di aplikasi klub berita!!" ujar Evan.
Rahel hanya diam saja dia seperti hanyut dalam lamunan.
Lalu akhirnya tersadar dan berbicara.
"Gapapa, biar mereka tau kamu adalah pacarku," ucap Rahel dengan mudahnya.
Evan terkejut, matanya melebar. Dan akhirnya..
__ADS_1
"Hel? boleh tidak aku jujur!"
Rahel menatap ke arah Evan dan berpikir jika Evan akan menyatakan sebuah perasaan cinta kepadanya.