
Evan pulang sehabis memberi keterangan di kepolisian dan lagi-lagi Evan mencoba menyembunyikan hal seperti ini dari Ayahnya.
Sampai jam 18:23 Evan berada di kepolisian yang dekat dengan hotel.
Sebelum Evan pulang ia menuju ke minimarket terdekat untuk membeli beberapa makanan dan minuman.
Lalu Evan duduk di dekat minimarket tersebut sambil menyaksikan langit yang tampak masih cerah dan akan berubah menjadi gulita.
Kresek..srekk
Evan membuka makanan ringan yang di belinya lalu memakannya.
Dan untuk Bas dia sekarang berada di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya, pasca dijadikan sandera.
****************
Setelah kenyang dengan makanan dan minuman yang Evan habiskan, ia pun pergi meninggalkan minimarket lalu berjalan kaki menyusuri jalan di sekitar.
Berjalan santai dengan kedua lengan di belakang lehernya, Evan membayangkan hal manis sewaktu bersama Rahel.
Hingga dia sendiri tidak sadar sudah berjalan sampai mana, saat itu Evan agak terkejut dan ia juga tersenyum akan kebodohannya.
Ada Suara dari jalan yang ada di sebelah kiri Evan yang di tutup oleh tembok.
Mmmmm...
Evan mendengarkan suara wanita dan juga tangisan serta suara beberapa lelaki. Dan dengan sigap Evan menuju ke arah itu.
Tak di sangka hal mengejutkan terlihat oleh Evan di depan matanya. Sekelompok orang melakukan hal yang tak senonoh kepada seorang gadis, Evan juga melihat laki-laki yang di pegang oleh pria bertato.
Entah kenapa Evan bisa sampai di tempat sepi seperti ini, sampai bisa melihat kejahatan di depan matanya.
Ada 4 pria dan dua yang satu mencoba memegang pria berseragam Sekolah.
Mengetahui hal itu Evan langsung bertindak dengan mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Dasar kalian tidak berperikemanusiaan melakukan hal itu di depan pacarnya, aku rasa kalian harus di beri pelajaran yang setimpal!"Ucap Evan sambil mengertak mereka.
Gadis yang di sudutkan ke tembok mencoba menengok siapa yang berkata. Pria yang menangis pun sama.
mendengar perkataan Evan barusan membuat kedua pria
dari keempatnya, turun tangan untuk menghajar Evan. Sementara dua lainnya memegang gadis dan laki-laki itu.
Senjata mereka seperti biasa, pisau dan juga besi di telapak tangan.
Evan menuggu mereka mendekatinya sambil menatap keduanya. Dan dengan cepat Evan menghindari serangan pertama dari pria yang membawa pisau, lalu Evan menghajarnya sampai terjatuh. Di lanjutkan dengan pukulan dari pria yang satunya, Evan juga menghindar dan membalasnya sampai mereka berdua tumbang.
Kedua pria lain agak cemas bercampur dengan ketakutan, namun salah satunya melepaskan genggaman tangannya dari gadis itu dan mencoba melawan Evan.
Bag..bug....bag..
"Sekarang kalian harus menebus kesalahan yang sudah di perbuat, aku akan memanggil polisi dan jika kalian mencoba kabur aku berjanji akan mengejar kalian sampai kaki-kaki kalian tidak mampu lagi untuk kabur!"Ucap Evan.
Ucapan Evan membuat satu pria yang tersisa ketakutan, dia juga mengompol di celana yang tak lama ia bersujud memohon belas kasih kepada Evan agar tidak menghajarnya.
Terdengar polisi yang datang ke lokasi kejadian dengan mobilnya.
Polwan mencoba menenangkan tangis gadis korban pemerkosaan dengan memeluknya.
Pria yang di dekatnya kuat di duga adalah pacarnya.
Polisi sudah meringkus para pelaku, mereka sebenarnya adalah anak punk.
"Hey Evan, lagi-lagi kamu terlibat dengan aksi kejahatan lagi, baru saja kamu keluar dan ada lagi laporan mengenai kejahatan, ternyata kejahatan di kota ini lumayan ramai akhir-akhir ini"Ucap teman Ayah Evan sebagai polisi.
"Ya, kurasa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di manapun, dan aku ada saran. pelaku adalah seorang anak punk aku rasa pihak kepolisian harus menyelidiki aktivitas mereka untuk saat ini?"Ucap Evan.
"Iya Evan, saran-mu sangat tepat, kami pasti akan menyelidiki lebih lanjut tentang kejahatan ini supaya mencegah hal seperti ini terjadi lagi. sebenarnya aku tadi sedang makan dan jadi tertunda karena laporan darimu, hmm tadi kamu mencoba untuk polwan Hana datang kemari ternyata untuk menenangkan gadis itu ya, aku sendiri merasa kasian kepadanya apalagi pacarnya itu, menurutmu bagaimana Evan?"Ucapnya.
"Mungkin ini akibat dari mereka sendiri, bisa jadi awalnya mereka hendak.., bapak pasti tau kan, bahwa mereka adalah anak Sekolah yang masih memakai seragamnya, dan tempat ini sangat sepi jika pada jam-jam ini menurutku siang pun sama, lebih tepatnya bapak bisa mendengar kesaksian mereka di kantor?"Ucap Evan.
__ADS_1
"Aku faham sekali maksud deduksi- mu Evan, oh ya apa kamu mau ikut ke kantor lagi, aku akan mentraktirmu makan sebagai ucapan terimakasih?"mencoba mengajak Evan.
"Ah tidak-tidak, aku sudah telat sekarang, aku tidak akan melewatkan makan bersama keluarga, mungkin lain kali saja, Ayah pasti menungguku!"Ucap Evan menolak harus ajakannya.
"Baik, ternyata kamu sangat mencintai keluarga mu Evan tapi aku sarankan kamu harus berhati-hati jika saja ada orang yang mengetahui itu, sebagai kelemahan mu maka akan sangat gawat apalagi sehabis ada orang yang mengincarmu, hahaha aku hanya asal bicara saja, baiklah sampai nanti dan untuk kendaraan ada pak Sam yang akan mengantarmu terimakasih juga atas semuanya Evan!"Ucapnya.
"Dia benar, aku harus lebih berhati-hati, tunggu dari seragam Sekolah yang mereka kenakan aku mengenali mereka dari SMA yang sama saat aku bertemu dengan teman Rahel!"Ucap Evan.
Evan pun pulang dengan taksi yang sudah di pesan oleh pihak kepolisian.
Sekali lagi Evan terbayang dalam pikirannya betapa kejamnya kehidupan, bak dalam cerita yang sama dengan kenyataan.
Kepulangan Evan di sambut hangat oleh Neneknya, Evan agak terkejut dengan kedatangannya.
Lalu Evan langsung mandi demi menghilangkan kotoran di badannya serta pikiran kacau yang hari ini menghantuinya.
Evan seperti mengalami Dejavu yang berkepanjangan dalam sepintas ingatannya.
Di kamar mandi.
"Hari ini aku bertindak sendiri tanpa kedua teman baikku, ya aku tidak ingin menganggu mereka melakukan aktivitas, tapi banyak hal yang aku petik hari ini!"Ucap Evan.
Setelah mandi Evan bergegas menuju ke meja makan di sana sudah ada Ayahnya, Lili dan neneknya serta Sein yang ikut bergabung.
Lili menatap Evan karena raut wajahnya yang agak sedikit berbeda.
Evan pun duduk dan menyapa keluarganya dan juga memberi sambutan ke Neneknya yang datang berkunjung.
Evan duduk di sebelah Sein, bercakap gembira saat mengambil lauk.
Lili menjadi bahagia melihat Kakaknya yang kembali tersenyum, Lili pun mengambil lauk yang ada di depannya.
"Oh ya Evan, hari ini kamu kemana saja, kamu pulang agak telat?"Ucap Ayah Evan.
Selesai menelan makanan, Evan menjawab.
__ADS_1
"Aku mengunjungi kawan lama!"Jawab Evan melanjutkan makannya.
Obrolan panjang menyelimuti mereka di tengah hangatnya makan malam bersama keluarga.