Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 10 : Mak Comblang


__ADS_3

"Nahh..... sebagai anak muda kamu harus bersemangat dalam melakukan apapun kalau begitu Sudahlah Ayo kita segera pergi," Tito beranjak dari tempat tidurnya dia bergegas menuju ke sebuah pintu kamar untuk pergi keluar.


Dan mereka berlima secara bersama-sama setelah melakukan misinya akhirnya akan pergi makan ke sebuah tempat yang biasanya makan.


Karena Azka bisa dibilang adalah anak baru dari sini dia sama sekali tidak memiliki kendaraan jadinya dia hanya bisa mengikuti Rehan atau menumpang.


"Ayoo..... Entah kenapa Hari ini aku sangat semangat sekali kamu harus berpegangan kuat ya Azka kalau tidak kamu akan jatuh," pintar Rehan yang sudah bersiap-siap memegang pedal gas untuk mengebut-ngebut.


"Hannn..... jangan macam-macam ya kita harus mengutamakan keselamatan nyawa," kata jak.


"Ish ish ish.... nggak usah sok bijak dari depan gue misi kita itu lebih berbahaya tahu daripada ngebut-ngebut aneh kayak gini udahlah ayo jangan banyak omong kita gas aja," Rehan langsung menarik gas sepeda motornya dan menuju ke sebuah tempat makan dalam beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di sana.


Pukul 08.00 malam mereka berlima mulai berkumpul di tempat makan suasana sangat ramai sekali banyak orang yang ikut beli karena bisa dibilang ini adalah tempat makanan para favorit.


Suasana di malam hari sangat membuat Azka bahagia seperti memiliki keluarga dan dia duduk di sebuah meja bundar untuk menerima pesanan yang mereka pesan.


Toell...


Dino menyenggol siku azka, sambil menunduk dan berbisik-bisik perlahan kepada arah azka, Dia kemudian mengatakan dengan ada perlahan kalau pelayan di sini orangnya cantik-cantik.


"Iyah..... maaf sebenarnya aku tidak tahu bagaimana Wanita itu cantik atau tidak,"azka dengan polosnya menjawab hal itu kepada dino yang ingin membicarakannya secara diam-diam agar tidak diketahui oleh teman-teman yang lainnya.


" Wahhhhh dino..... apa yang kau katakan kepada Azka?"tanya Tito.

__ADS_1


"Ehhhe enggak kok," Jawab azka.


"Hadeh....azka...azka.... Sebenarnya aku sendiri bingung bagaimana Kamu diciptakan masa kamu tidak tahu bagaimana wanita cantik atau tidak, sekarang Lihatlah orang yang aku tunjuk wanita itu yang memiliki rambut pirang Dia memiliki body yang sangat cantik sekali dan juga matanya yang bulat kemudian tidak lupa bagian atasnya sangat besar itu bisa dibilang wanita yang sangat cantik bahkan kulitnya juga sangat putih dan bersihbersih,"Dino Menjelaskan hal itu sambil menuju ke arah wanita yang di mana Dia adalah seorang pelayan di sini.


"Lalu? Bagaimana ya kamu maksud kalau wanita itu jelek Bisakah kamu menjelaskannya?" kata azka bertanya lagi.


"Azkaa....... kalau kamu ingin melihat wanita yang jelek maka kamu harus melihat yang sebaliknya," kata dino.


PRANK....


Rehan sekali lagi memukul kepala Dino kemudian dia menjelaskan bahwa wanita semua itu cantik di mata orang yang benar-benar tepat melihatnya dan orang yang benar-benar tepat memilikinya.


"Kau ya, Jangan pernah berbicara soal wanita cantik atau tidak karena kamu sendiri mencintai orang yang menurutku itu sangat jelek,"kata rehan mencoba mengejek pasangan dari dino.


"Cucucucucuuc....... itulah yang aku maksud mungkin saja menurutmu Wanita itu sangat cantik tetapi belum tentu di dari pandangan Azka kalau wanita itu cantik karena kecantikan seorang wanita itu terlihat dalam hati seorang pria," Jelas dari rehan.


Anjayyy......


Mereka yang berada di tempat makan tersebut mulai tertawa dengan tingkah dan perkataan dari Rehan yang selalu sok bijak itu.


Tito sekali lagi bertanya kepada Rehan dan selalu bingung dia itu sepertinya cocok menjadi seorang pria atau bisa dibilang Mak Comblang, dia sangat cocok dalam ahli dunia percintaan dan dia sangat cocok untuk menjodohkan seseorang tetapi kenapa dia harus memasuki dunia dalam mafia.


"Ehh..... Jangan disamain dong aku sama Mak Comblang soalnya beda tahu kalau aku ini masih memiliki kekuatan untuk bertarung dan aku belum lemah," kata rehan tidak terima.

__ADS_1


Lalu ketika mereka berlima berbincang-bincang satu sama lain akhirnya seorang pelayan datang dan membawakan pesanan yang telah mereka pesan dari tadi.


"Ini tuan, Selamat menikmati," kata pelayan itu Sembari mengasingkan beberapa hidangan.


"Terimakasih Banyak nona yang sangat cantik," gombal Dino.


"Hah hah..... sekali lagi kau gombal tuh cewek aku gombal juga cewek kau ya," canda Jak.


"Halah, kayak berani aja lu sama gue," Balas Dino.


Kemudian mereka semua langsung bersulang dan meminum beberapa alkohol setelah itu mulai menikmati hidangan yang sangat lezat sekali.


Nyamm....nyammm....nyammmn..


Emmm..... mereka mulai makan dengan lahap Dan menikmatinya.


Sambil makan mereka hanya berbicara sedikit saja tidak boleh banyak omong takutnya akan mengganggu ketika mereka makan.


Tetapi di saat itu ada seorang wanita yang sedang mabuk dan tidak sengaja berkelahi dengan seorang pria antara itu pacarnya atau siapa mereka semua tidak tahu, wanita tersebut sangat mabuk dan terlihat sempoyongan ingin pergi dari tempat tersebut namun sang pacar memarahinya entah Karena sebab apa.


"Tuh, Sudah aku bilang jangan sesekali berpacaran kalau tidak kau akan mendapatkan gadis seperti itu ,"ucapnya Jak kepada Azka.


Azka hanya bisa mengunyah dan melihat mereka yang sedang berkelahi, Azka sebenarnya merasa kasihan sekali kepada wanita itu dan ingin menolongnya, tetapi dia sadar kalau dia bukanlah siapa-siapa.

__ADS_1


Azka melihat wanita itu dipukuli oleh seorang pria dan dia merasa tidak tahan sekali, ketika dia hendak berdiri tangannya langsung ditahan oleh Tito agar tidak berurusan dengan orang lain dan membuat keributan.


__ADS_2