
Sang Ketua melihat musuhnya langsung tertawa terbahak-bahak. Dia kemudian menghirup rokoknya dan menghembuskannya.
"Eh iya, aku rasa yang baru meninggal 3 orang Bbagaimana dengan dua lainnya? "kata ketua.
" Ouh, Kemarin kami sudah membunuhnya ketika dia sedang berada di perjalanan, " jawab seorang anak buah tersebut yang tidak tahu kalau ternyata si Azka masih hidup dan dia mendengar percakapannya dari atas melalui ventilasi.
Azka tidak terlalu banyak bergerak karena masih ada beberapa orang di sana Setelah menunggu waktu beberapa menit akhirnya orang-orang mulai kembali ke kamarnya dan membereskan mayat-mayat yang ada di tempat itu.
Kini dia sangat marah sekali tidak tahu harus berbuat apa, yang jelas dia harus membalaskan semuanya karena selama ini selama hidupnya Azka selalu disakiti dan selalu kehilangan orang yang dia sayang.
__ADS_1
Mereka semua sudah pergi dan membereskan mayat tersebut setelah itu diam-diam Azka kembali ke dapur untuk menuju ke jalan awal tadi,dan dia dengan sedih merangkak karena jika dia membalaskan dendamnya sekarang maka itu akan terlalu ke gabah bisa saja dia juga akan habis.
Azka dengan sedih meneteskan air matanya dia sudah sangat lemah sekali tetapi berusaha untuk pergi dari tempat itu.
Kini dia keluar dan menuju ke tempat perumahan di awal tadi, setelah itu dengan langkah kakinya yang begitu pelan sampailah dia di mobil yang mereka parkirkan.
Azka ketika pukul 2 malam dia mulai mengemudi dan dia bingung, dia tidak tahu harus kemana dan tidak tahu harus berbuat apa. Maka dia hanya bisa kembali ke markas kecilnya yang di mana itu adalah markas mereka.
"Bang Tito.....!!!! Rehan!!!!!! Dino!!!!!! Jakk....!!!! Argghhhhhhh...... " Azka berteriak di dalam rumah kecil itu Memanggil nama sahabat-sahabat yang sudah pergi dalam waktu yang cukup dekat.
__ADS_1
Suaranya sangat lantang sekali sehingga suara-suara tersebut langsung menggema di seisi hutan yang dia tempati.
Azka langsung menangis dengan begitu keras layaknya seorang anak kecil yang meminta es krim, dia tidak perlu menahan rasa sakit dan rasa sedihnya, karena semuanya telah menghilang dari dirinya jadi dia tidak perlu merasa malu atau apapun itu.
Azka belum bisa melakukan balas dendam dianya berteriak saya paras mungkin di malam hari dan terus memakai nama sahabat sahabatnya sudah menghilang.
Karena dirinya juga sudah mulai kelelahan akhirnya dia tertidur tanpa kesadarannya dan sampai-sampai dia sudah bangun jam 10.00 pagi, itupun dia terdengar karena suara kicauan kicauan burung.
Azka mulai bangun dan ternyata tetap saja itu bukanlah mimpi dia langsung pergi keluar melamun seperti orang gila saja, tapi tetap saja kejadian-kejadian kemarin yang baru saja dia lihat tidak bisa dilupakan dan itu adalah kenangan terburuk.
__ADS_1
Dia selalu bingung kenapa di dunia ini tidak ada kebaikan dan tidak ada rasa kasihan sekali yang dia tahu dan dialami adalah rasa kebencian bahkan pembunuhan selalu ada di mana-mana.
Kini Azka tidak perlu menjadi orang baik bahkan tidak perlu membantu orang lain yang dilakukan adalah menjadi orang kuat dan bisa menguasai kota tersebut. Dan dia harus menjadi orang yang ditakuti oleh masyarakat.