Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 62 : Hampir terbongkar


__ADS_3

Hari-hari mereka melakukan kegiatan seperti biasanya secara masing-masing .


Azka akhirnya mendapatkan dukungan dari teman-temannya yang di mana teman-temannya akhirnya mulai menerima Azka dan berteman secara bersama-sama.


Dan bibi sarah, dia selalu memikirkan tentang uang dan memikirkan tentang perselingkuhan tanpa mengetahui suaminya mulai curiga kepada dirinya di saat akhir-akhir ini.


Suatu hari~~~


Sang paman siapa sih biasanya akan bermain judi yang di mana uang tersebut diberikan oleh Bibi Sarah.


Sang pamam Tentu saja dia tidak menolak pemberian dari istrinya tersebut justru dia melaksanakan pergi bermain judi tetapi pada hari ini tiba-tiba keberuntungan memihak kepadanya ya Di mana dia bermain judi yang selalu kalah tiba-tiba mendapatkan uang yang begitu banyak yang di mana uang tersebut dari 2 juta menjadi nilai 79 juta jt.


"Wahhh....... aku tidak menyangka kalau aku akan mendapatkan uang yang begitu banyak sekali, "Sang paman sangat senang sekali akhirnya dari tahun ke tahun dia telah menghabiskan begitu banyak uang dan dia juga mendapatkan uang yang cukup banyak dari perjudian tersebut yang membuat dia kini merasa bahagia sekali.


Teman-temannya karena merasa iri kepada sang Paman maka mereka mencoba mengasuhnya untuk segera memainkan lagi,karena mereka tahu kalau mereka memainkan lagi pasti uang itu akan kalah.


Tapi, kali ini dia tidak akan bodoh lagi karena dia terlihat sangat senang maka dia meninggalkan tempat perjudian tersebut dan membawa uang yang begitu banyak dengan sebuah cek.


Pukul 12 malam kurang 10 menit, Azka yang berada di kamarnya sudah tertidur lelap dia juga tidak lupa belajar tadi malam, setelah itu di depan pintu karena mereka tadi datang secara tiba-tiba dan melakukan aksi mesranya membuat pintu depan itu lupa terkunci.


Sang bibi seperti biasa dia akan berselingkuh dengan orang lain, dan dia rela menghabiskan uangnya demi perselingkuhan itu.


Kini semuanya akan terbongkar secepat mungkin karena sang paman yang begitu amat bahagia langsung pulang ke rumah tanpa banyak basa-basi dan belok ke mana-mana, dia langsung pulang ke rumah dan ketika mengetuk pintu ternyata pintunya sama sekali tidak dikunci yang membuat dia merasa heran.


"Loh? Kenapa pintu ini tidak terkunci aneh sekali gimana kalau ada maling masuk? "sang paman merasa curiga takut rumahnya dibobol oleh maling tetapi melihat ke dalam suasana seperti biasa saja tidak ada tanda-tanda barang yang hilang.

__ADS_1


Tapi, sang paman akhirnya diam-diam memasuki kamar sang Bibi atau kamar istrinya dia ingin mengejutkan istrinya karena telah memenangkan judi yang begitu banyak.


Namun, ketika dia membuka pintu kamar dengan perlahan alangkah terkejutnya penglihatan dia melihat sesuatu yang harus tidak dia lihat sekarang yang membuat dia sakit hati.


"Kaa..... kamu..... " sang paman hampir saja merasa lemas karena tidak menyukai istri yang selalu mendukungnya untuk berjudi dan setia menunggunya ternyata berselingkuh dengan pria yang lain.


"Sa.... sayang.... " Bibi sarah juga terbangun karena mendengar kata-kata dari suaminya yang baru saja datang.


"Apa!!! tega-teganya ya kamu selingkuh di belakang aku pantas aja kamu terus memintaku untuk bermain setiap malam ternyata kamu ingin bermain dengan pria lain di rumah ini!!! seharusnya hari ini aku membawa kabar Bahagia Untukmu karena aku memenangkan uang yang banyak di dalam perjudian tetapi sekarang justru bagiku uang itu tidak penting karena kamu selingkuh di depanku sendiri!!! "kata sang paman mulai banyak bicara memperlihatkan rasa sakit hatinya karena merasa menyesal.


" Gakk.... sayang..... sayang aku bisa jelasin semuanya kok, " Bibi Sarah ingin bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri suaminya tetapi dihentikan oleh selingkuhannya dan mengatakan kalau suaminya itu tidak berguna justru sering menghabiskan uang saja,karena perselingkuhan itu sudah diketahui maka Biarkan saja Bibi Sarah menceraikan suaminya itu.


Mendengarkan kata-kata dari perselingkuhannya tentu saja Bibi Sahar langsung terdiam dan mencoba mengingat masa-masa yang kemarin yang di mana suaminya itu selalu saja bermalas-malasan di rumah dan tidak ada gunanya.


" Oke! lihat saja kamu! "sang paman ingin pergi dari kamarnya Tetapi dia teringat dengan keponakannya itu karena dengan keponakannya maka uang yang didapatkan Bibi Sarah akan terus mengalir.


" Tunggu! Aku akan pergi dari rumah ini dan aku juga akan membawa keponakanku itu karena itu adalah keponakanku! "kata sang paman.


Mendengar kalau keponakannya itu akan dibawa oleh pamannya maka tentu saja berbicara tidak akan pernah mendapatkan uang lagi setiap bulannya yang di mana uang tersebut bagi dirinya sudah banyak.


" Gak! pokoknya kamu nggak boleh bawa keponakanku itu karena kamu sendiri tidak bisa menjaga dan merawatnya! "ucap bibi sarah yang mulai panik seperti kehilangan hak asuh anak.


" Hahahahha? kamu bilang aku tidak bisa merawat dia? kamu sendiri lah yang selalu menghukum dia bahkan kamu sendiri tidak pernah memberikan makan kepada dia sehingga membuat Dia kelaparan!! " sang Paman langsung menjelaskan kesalahan dari Bibi sarah dengan sangat tegas sekali karena tidak ingin kalah.


"Cih! kamu sendiri sering menghukum dia setiap malam karena kamu sering mabuk-mabukan bahkan sampai dia terluka kamu sendiri malah tidak sadar! " kata bibi sarah membalas serangan balik dari kata-kata mantan suaminya itu yang masih duduk di atas ranjang di area kamar miliknya.

__ADS_1


"Ouh..... apakah kamu ingin beradu dengan diriku mengenai hak asuh keponakanku ?dan membawakan pengacara?Apakah kau pikir Aku tidak tahu kalau kamu itu sering berbohong demi menghasilkan uang dari pengacara mengatasnamakan nama keponakanku!!"balas paman reiko tidak ingin kalah.


Lalu karena mereka hampir bertengkar di kamar tersebut maka selingkuhannya itu dengan tegas langsung mengusir Paman reiko.


"Heh! sekarang lu pergi juga dari sini kalau nggak bakal gue habisin Lu! " selingkuhnya tersebut langsung menodongkan sebuah pisau yang tajam ke arah Paman Reiko.


Paman reiko terdesak dan tidak bisa berbuat apa-apa Dia hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh mereka kemudian pergi melalui pintu depan kemudian pintu tersebut dikunci dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Lalu bibi sarah pergi ke lemari mengambil barang-barang yang dimiliki oleh Paman Reiko, dan barang yang dimiliki oleh mantan suaminya tidak banyak hanya beberapa barang seperti baju dan celana saja.


Bibi sarah dengan kejam mengambil pakaian tersebut lalu membuangnya melalui jendela kaca lantai kedua.


"Nih! sekarang ambil punyamu dan pergi dari sini sekarang juga! kalau sampai aku melihat aku tidak akan pernah memaafkanmu! " ujarnya Bibi Sarah dengan kejam sekali kepada mantan suaminya itu.


Sungguh, memang dibicara sangat kajian sekali padahal di saat itu sedang pukul 01.00 malam dan karena pertengkaran itu dengan kejamnya memerintahkan mantan suaminya pergi di saat itu juga.


Jadi, paman reiko segera pergi dengan rasa penuh dendam yang harus dia balaskan saya segera mungkin kepada bibi sarah agar mereka mendapatkan imbalan yang sama.


Bibi sarah takut Azka tidak ada, maka dia langsung pergi ke kamarnya dan mengecek apakah dia masih ada atau tidak, setelah melihatnya dia merasa lega karena Azka masih ada di kamarnya.


Azka sebenarnya sudah terbangun dari tadi dan mendengar percekcokan apa yang terjadi di antara mereka.


Azka hanya berpura-pura tidur saja ketika bibi sarah melihat ke kamarnya.


Kini Azka yang kecil mengetahui segalanya, dia baru menyadari hampir segalanya, yang di mana bibi dan paman selama ini memanfaatkannya.

__ADS_1


__ADS_2