
Di sekolah....
Azka dia di sekolah selalu mendapatkan peringkat satu karena dia anaknya rajin bahkan ketika dia tidak tahu dia selalu bertanya kepada guru dan meminta penjelasan.
Guru-guru yang lainnya juga menyukai dari sikap Azka karena baik hati dan tidak pernah membantah apa yang dikatakan orang dewasa.
Karena hari ini Azka membawa dua buah yang di mana dia membawa satu apel dan satu jeruk, dia dengan niatnya langsung membagikan satu jeruk kepada Xiao.
Xiao sebenarnya ingin menolaknha tetapi dari tatapan Azka maka dia langsung menerimanya dan berterima kasih.
Xiao berpikir mungkin Azka sedang mendapatkan bekal makanan.
Malam hari, bibi sarah Ketika pulang dari pekerjaannya dia sama sekali tidak marah kepada suaminya yang selalu bermalas-malasan itu. Justru Bibi Sarah malah memberikan beberapa uang untuk meminta suaminya bermain judi lagi, ini adalah kedua kalinya Bibi Sarah seperti mendukung suaminya untuk mendapatkan kemenangan dari judi.
Tapi, hal yang tidak diketahui oleh suaminya adalah ternyata Bibi Sarah sedang berselingkuh dengan orang lain, dia dengan bodohnya hanya menerima uang itu dan terlalu fokus untuk bermain judi dan merasa kecanduan.
Sedangkan Bibi Sarah malah bersenang-senang setiap malam bersama selingkuhannya itu, dan Azka dia juga mendapatkan keberuntungan dari Kejadian ini karena pamannya tidak pernah memanggilnya setiap malam untuk menerima hukuman karena dia kalah berjudi.
__ADS_1
Dan Azka akhir-akhir ini terlihat segar sekali setiap bangun pagi karena setiap malam dia tidak pernah dibangunkan oleh paman dan bibinya.
Kini Rabu mereka akan mengadakan ulangan di sekolah, Azka dia dengan bersemangat malam-malam mulai belajar untuk bekal besok ulangan, dan Xifeng yang di mana Dia anak orang kaya raya dia malah bermain game bersama teman-temannya dan tidak terlalu memikirkan tentang ulangan.
Ketika ulangan tiba tentu saja banyak orang yang menggaruk-garuk kepala merasa kebingungan, termasuk Xifeng.
Azka malah dengan santai dan mudahnya menjawab soal-soal tersebut bahkan belum sampai setengah dari waktu ulangan dia sudah menyelesaikannya.
Bu guru Fao Jing bukannya menjawab dia malah terlihat sangat marah pada Azka.
" Azka....! Kenapa kamu bertanya seperti itu jawab saja sebisamu kalau sudah selesai ya tunggu saja dikumpul masa kamu buang, " jawab ibu guru dengan nada tinggi kemudian balik lagi sambil bermain ponsel.
Azka kini sekali lagi memeriksa jawabannya tetapi dia dengan percaya diri kalau jawabannya itu sudah benar, akhirnya dialah orang yang pertama mengumpulkan ulangan tersebut ke depan meja guru.
__ADS_1
"Ini bu" sembari mengumpulkan kertas ujiannya.
"Kamu..... bisa-bisanya kamu mengumpulkan duluan awas aja kalau nilai kamu jelek, " kata bu Fao Jing.
Azka hanya tersenyum mendapatkan sindiran dari ibu guru kemudian berbalik lagi ke meja kelasnya.
Bu guru merasa kesel dia ingin sekali memberi pelajaran kepada Azka karena terlalu sombong dan berlebihan seperti itu.
Tapi ketika dia melihat lembar kertas jawabannya ternyata jawabannya hampir benar semua hanya satu saja jawaban yang salah itu pun sangat sulit sekali.
Jadi Bu Fao Jing hanya bisa menahan emosinya dan menyimpan kertas tersebut kemudian balik lagi untuk bermain handphone menunggu anak-anak yang lainnya mengerjakan ujian.
Xiao langsung membisikinya, dia meminta satu jawaban karena ada yang tidak tahu.
__ADS_1