
Azka sangat bergembira walau kakinya kesakitan dia langsung menuju ke rumah bibinya dan berteriak memanggil nama bibinya,bibi Sarah.
"Bibi...... !!! bibi......! " Azka berteriak dengan cukup panjang sekali di depan rumah sang Bibi Sarah tetapi Setelah beberapa lama melakukan teriakan sama sekali tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Azka merasa sangat sedih sekali dia berpikir kalau bibinya sudah memiliki keponakan yang lain atau sudah tidak sayang lagi kepadanya karena dirinya sudah tidak ada di rumah sang bibi dari beberapa hari yang lalu.
Azka hanya termenung dan duduk di depan pintu rumah sang Bibi menunggu kedatangan sang bibi.
Walaupun begitu dia juga mulai ber positif thinking,mungkin bibinya sedang melakukan pekerjaan dan belum pulang ke rumah.
Dia mulai meluncurkan kedua kakinya untuk meredakan rasa sakitnya, dari pagi sampai sore hingga malam dia menunggu dengan waktu yang cukup lama sampai-sampai dia ketiduran.
"Ahh..... ternyata sudah malam kenapa bibi belum pulang juga? "Azka berkata di dalam hatinya dan cemas karena bibinya belum datang.
Di saat itu dia sekali lagi mengetuk pintu rumah bibinya dan seperti biasa tidak ada respon sama sekali.
Kebetulan di saat itu ternyata ada seseorang yang lewat di depan rumahnya dan mengatakan kalau rumah ini sudah tidak ada penghuninya alias rumah ini sudah dijual.
__ADS_1
"Loh? kalau rumah ini dijual mereka pindah ke mana? "tanya Azka.
" Ouh..... sebenarnya orang yang tinggal di rumah ini sudah meninggal beberapa hari yang lalu dan dia juga sudah dimakamkan, " ucap seorang pria yang baru saja lewat memberitahu kepada Azka.
"Hah? meninggal? bibi sarah? ".
" Iya, dia sudah meninggal beberapa hari yang lalu karena sebuah kecelakaan, " setelah memberitahu informasi tersebut pria itu langsung berpamitan untuk pergi.
Azka yang baru saja mengalami beberapa tragedi bahkan musibah kini hati dan batinnya mulai terpukul dengan begitu berat, sungguh dunia tidak adil baginya.Kenapa dia bisa dilahirkan ke dunia kalau dia tidak bisa merasakan kebahagiaan.
Dulu dia kehilangan orang yang dia sayang dan dia cintai yaitu kedua orang tuanya,tetapi kini setelah bertahun-tahun tinggal bersama ibunya dan baru saja memulai perjalanan dengan penuh kebahagiaan malah mereka pergi meninggalkannya.
Dia hanya bisa duduk di depan rumah itu menangisi kepergian dari bibinya,tetapi dia tidak menangis begitu berat dia hanya bisa menahan tangisannya namun tetap saja air matanya keluar dengan begitu saja.
Karena sekarang sudah malam dia tidak bisa pergi kemana-mana hanya bisa beristirahat di rumah bibi sarah itu.
Walaupun dulunya dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari bibi sarah tetapi dia masih mencintai bibi sarah dengan kenangan-kenangan masa lalunya.
__ADS_1
Hingga satu malam lagi dia tertidur dengan keadaan yang cukup dingin.
Lalu hingga pagi hari sudah terdengar beberapa kendaraan yang berlalu lalang membuat dia terbangun.
Azka yang masih merasa kangen kepada bibinya dia mulai bertanya-tanya kepada tetangga di mana makam bibinya berada.
Setelah melakukan beberapa pencarian dan bertanya kepada tetangga akhirnya dia mengetahui alamatnya.
__ADS_1
Azka sudah mendapatkan alamat dari makam bibinya dan dia menggunakan kedua kaki untuk berjalan menuju ke pemakaman tersebut.