
Azka di saat itu pada malam gelap gulita dia mencoba melarikan diri dan masih dikejar oleh sang kakek.
Kini dirinya harus menghadapi sebuah pagar yang menghalanginya tentu dia yang masih kecil bisa memiliki kemampuan untuk menaiki pagar tersebut apalagi pagar tersebut terbuat dari besi-besi.
Bukkk...
Azka sudah naik pagar tersebut dan dia loncat dengan begitu cepat ketika melihat ke belakang ternyata sang kakek masih memiliki jarak yang cukup jauh dengan dirinya apalagi kemampuan berlarinya tentu saja lebih cepat Azka.
Sang nenek yang mengetahui kalau Azka melarikan diri, dia langsung berteriak histeris tanpa berpikir dia meminta sang kakek atau suaminya untuk menaiki mobil dan mengejar Azka.
Azka sudah menginjakkan kaki di luar rumah itu dan perasaannya belum tentu lega karena mereka berdua berniat untuk mengejarnya menggunakan kendaraan mobil.
Di saat seperti ini dia ingin sekali pergi ke rumah tetangganya dan meminta bantuan tetapi karena waktu yang begitu malam tentu saja akan sangat sulit meminta tolong dan membuka pintu.
Jika Azka berteriak dan meminta tolong kepada tetangganya tentu saja sang kakek akan cepat menangkapnya karena waktunya sangat lambat.
__ADS_1
Azka hanya bisa berlari dan terus berlari untuk meninggalkan rumah tersebut, bahkan kakinya mulai bercucuran darah tetapi dia tidak merasa kesakitan.
Sang kakek Bersama sang nenek sudah menghidupkan mobilnya dan mereka berdua bersiap-siap menuju keluar mengejar Azka.
Sungguh, walaupun walau mereka sudah tua tetapi kemampuannya seperti seorang psikopat yang sangat menakutkan sekali.
Azka terus berlari sekuat tenaga apalagi rumah-rumah yang ada di sampingnya sudah tertutup dengan rapat dan dia hanya bisa berlari di jalan raya.
Di sisi lain, terlihat sang kakek yang mengendarai mobil tersenyum puas dan sang nenek terlihat gembira karena mereka akan menangkapnya sesegera mungkin.
Azka terus saja berlari Tetapi dia tidak menemukan sebuah gang atau jalan kecil agar tidak terkejar oleh sang nenek, dia mulai merasa kelelahan apalagi kini sudah malam dan kakinya mulai terasa sangat sakit.
Ketika di sebuah Jalan belokan ada orang yang menarik lengan azka dengan begitu cepat,kemudian orang tersebut langsung membekam mulut Azka agar tidak bersuara.
Dan Azka yang awalnya panik ingin memberontak tetapi diminta oleh orang tersebut untuk diam agar bisa lolos dari kejaran sang nenek dan sang kakek.
__ADS_1
Betul saja, sang nenek dan sang kakek terus melaju ke depan untuk mencari Azka.Mereka berpikir kalau Azka pergi ke jalan lain.
Hushh.....
Azka menghela nafas dengan lega karena dirinya tidak dikejar lagi. Setelah itu dia melihat ke belakang dan ternyata yang menolongnya adalah seorang ibu-ibu yang menggunakan mantel hangat.
Ibu-ibu yang menolongnya itu kemudian memintanya untuk tidak bersuara dan mengikutinya secara diam-diam, Azka sebenarnya sangat trauma dengan kejadian sebelumnya, tetapi apa boleh buat, dianya bisa mengikuti ibu-ibu tersebut yang menolong nya.
Kemudian ibu-ibu tersebut membawa ke rumahnya dan rumah tersebut cukup kecil yang terbuat dari kayu.
Bahkan, ketika rumah itu dibuka suasananya sangat sepi sekali dan hanya tidak ada tanda-tanda kehidupan lain.
Azka kemudian langsung dipersilakan oleh ibu-ibu tersebut untuk duduk dan beristirahat.
Dan ibu-ibu tersebut yang menolongnya langsung menyiapkan sebuah air hangat dengan beberapa kain untuk membasuh luka yang ada di kaki Azka.
__ADS_1