
Yapss....
Sang ketua yang menguasai daerahnya hampir saja terkalahkan oleh Azka yang masih muda yang berumur 19 tahunan.
Dia yang berada di dalam gudang mencoba untuk menelepon anak buahnya dan mengambil handphone dengan sekuat tenaga, sang ketua mencoba untuk menjulurkan tangannya dan meraih telepon tersebut.
"Eits....... kamu kira aku akan membiarkanmu memanggil semua anak buahmu ? walaupun kamu memanggilnya akan ku pastikan kamu tidak ada di dunia ini lagi dan akan kupastikan mereka semua sudah tidak bisa melihatmu, " Azka mengatakan hal itu kepada sang ketua sambil menginjak handphone yang akan diraihnya dan merusaknya, Azka terlihat sangat kejam sekali dan juga ekspresi yang sangat dingin.
"Maa.. maaf..... aku mohon kepada kamu tolong lepaskan aku, aku akan memberikan apapun yang kamu mau.Apakah kamu ingin uang berapa miliar? Apakah kamu ingin berlian atau senjata yang sangat mahal? ataukah kamu ingin beberapa wilayah untuk kamu kuasai ?pokoknya aku akan memberikannya kepadamu tetapi tolong jangan bunuh aku aku masih memiliki keluarga dan anak yang harus aku hidupi, " sang ketua akhirnya memohon dan meminta maaf dengan wajah yang sangat menyedihkan.
Azka sebenarnya memang merasa kasihan, apalagi jika dia meninggal maka keluarganya tidak ada yang bisa menghidupinya lagi, Azka awalnya ingin merasa kasihan dan merasa iba.
__ADS_1
"Benar, benar sekali jika kamu tiada maka siapa yang akan menghidupi putrimu dan juga putramu yang baru saja tumbuh? " ucap Azka.
"Ii... iya.... kamu benar siapa yang akan menghidupi anakku? aku mohon tolong lepaskan aku dan aku akan memberikan semuanya yang kamu mau, " ucap ketua.
"Baiklah, aku merasa kasihan kepadamu dan aku akan melepaskanmu dan memaafkanmu, "ucap Azka tersenyum pada ketua.
" Benar? terimakasih Azka... terimakasih banyak, Kamu adalah pria yang sangat baik hati, "Ujar ketua.
" Aaaa!!!!! sakittt!!!! ".
" Hahahah..... kamu mimpi sekali jika aku bisa memaafkanmu setelah semua yang telah kau perbuat kepada sahabat-sahabatku? hahaha.... Andaikan aku meminta sahabat-sahabatku kembali lagi apakah kamu bisa melakukannya? tidak!!!! bagaimanapun juga kau tidak bisa membeli nyawa seseorang dengan uangmu itu! ! "Suara Azka semakin lantang dan semakin keras berbicara kepada sang ketua karena saking emosi dan marahnya.
__ADS_1
Azka bukan lagi pria yang seperti dulu baik hati dan suka menolong bahkan sering memaafkan seseorang, dia gini berbeda lagi yang di mana dia memiliki sikap yang sangat dingin dan melebihi keadilan.
"Oh iya, aku akan membuatmu mati menderita seperti yang dirasakan oleh sahabat-sahabatku, " Azka memegang pistol lagi dan mengarahkan kepada sang ketua.
Sang ketua dengan sekuat tenaga mencoba untuk berdiri dan meninggalkan tempat itu dan kabur dari pandangan Azka, tetapi kakinya yang sudah tertembak membuatnya menjadi sangat pincang dan sulit untuk berlari dengan cepat.
Azka merasa puas segala dia tersenyum dengan begitu miring seolah-olah dia adalah pria yang sangat jahat.
Dorr!
Satu tembakan lagi yang mengenai paha dari sang ketua setelah itu disusul lagi mengenai lengan kiri dan juga disusul lagi mengenai lengan kanan yang membuat sang ketua tidak bisa bergerak lagi dan merasa kesakitan.
__ADS_1
"Azka..... dasar bocah bodoh kenapa kau tidak tembak aku sekaligus dan nunuh aku sekarang juga! ! ! "Sang ketua tidak bisa menahan rasa sakit yang dia alami, dia terus memancing-mancing kepada Azka untuk membunuhnya segera.