
Azka sudah menunggu sampai malam dan terlihat sangat enek dan sang kakek sudah tertidur dengan lelap, walaupun di sini memang serba ada tetapi dia selalu seperti terpaksa.
Bahkan karena hal tersebut dia juga tidak bisa keluar karena setiap hari pintunya selalu dikunci, dan yang sangat menganehkan adalah Azka tidak melihat kepergian mereka keluar dan tidak tahu mereka lewat mana ketika membeli makanan.
Pada malam itu, Azka memutuskan untuk nekat keluar dari rumah ini dia tidak membawa senjata apapun dan turun ke bawah.
Kini dia pergi ke dapur untuk mencari sebuah pisau dan palu dia bergegas pergi ke jendela bawah setelah menemukan barang tersebut.
Dan setelah Itu dia mencoba untuk membuka paku-paku yang tertancap di jendela itu, tetapi paku-paku tersebut cukup banyak sehingga dirinya memakan waktu yang cukup lama.
Azka merasa sangat kesal sekali bahkan dia mulai panik takut dirinya ketahuan oleh mereka.
Kini dengan keberaniannya dia mulai mencabut paku satu persatu, tetapi karena hal tersebut dia tidak sengaja membuat keributan yang cukup terdengar.
Agar dirinya tidak diketahui oleh sang nenek dan sang kakek maka dia melakukan gerakan tersebut dengan pengolahan agar tidak ketahuan.
__ADS_1
"Yes..... beberapa apa aku lagi makan aku bisa lepas dari tempat ini, "bahkan ketika malam dirinya mulai berkeringat padahal waktunya sangat dingin sekali.
Ketika tinggal 3 paku lagi yang akan dia cabut tiba-tiba sesuatu membuat dirinya sangat kaget.
"Azka? " ucapkan kakek dengan penglihatan yang cukup buram dan suasana yang gelap karena mati lampu.
Sontak Azka seketika langsung panik sekali setelah melihat sang kakek sudah ada di belakang dan sang kaki tersebut menghidupkan lampu.
Azka sebenarnya ingin bersembunyi tetapi karena paku-paku yang sudah tercabut dengan begitu berantakan sudah jelas dia akan ketahuan.
Lampu yang ada di bawah kini mulai menyala dan sang kakek melihat dengan jelas kalau Azka sedang mencabuti paku yang menancap di jendela itu.
"Azka.... apa yang kamu lakukan ? " Tanya Kakek.
Azka tidak ingin menderita lagi, dia tidak berpikir begitu banyak kemudian langsung memecahkan kaca jendela tersebut membuatnya menjadi beberapa pecah bagian.
__ADS_1
Prnakkk.....
Suara dari kaca tersebut membuat sang nenek yang ada di dalam kamar terbangun dan menuju ke arah suara.
Kini jendela kaca tersebut ada lubang yang cukup besar dan lubang tersebut menguap untuk dirinya, dia tidak ingin melihat ke belakang lagi mencoba memasukkan kepala terlebih dahulu setelah semuanya bisa masuk akinya tinggal bagian kaki.
Karena dirinya sangat manis sekali dia tidak sengaja membuat kakinya tergores dengan kaca yang membuat kakinya terluka cukup.Di saat seperti ini dia tidak peduli dengan luka yang dialami yang jelas dia harus pergi dari tempat ini sekarang juga.
Hoshhh.... hoshhh.... hos....
Akhirnya dia bisa lolos dari rumah tersebut dan berada di depan rumah, dan dia juga belum tentu sepenuhnya lolos karena rumah tersebut dipagari oleh pagar.
Azka merasa dirinya akan lolos karena kaca yang dia bacakan cukup kecil dan tidak muat oleh sang kakek, tetapi bodohnya di rumah itu ada pintu dan pintu tersebut langsung dibuka dengan cepat yang membuat sangkake keluar untuk mengejar Azka.
Azka semakin panik dibuatnya apalagi tiba-tiba sang nenek yang baru saja datang bertanya-tanya.
__ADS_1