Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 6 : Bibi Yang kejam


__ADS_3

"Azka, aku tahu apa yang kamu rasakan Tetapi hanya ada satu kata dari diriku untuk dirimu pokoknya kamu harus semangat terus jangan pernah menyerah karena tanpa kekuatan di dunia ini kamu tidak bisa apa-apa," kata Tito.


"Iyah makasih banyak yah, karena kalian semua lah aku bisa berada di sini dan memulai kehidupan baruku," kata azka.


"Ampun bi....ampun.......," Cerita ke masa lalu lagi yang di mana Dia masih berumur 4 tahun di saat itu dia tidak sengaja memecahkan gula yang berada di toples karena hal itu dia dihukum dibawa ke kamar mandi sambil dijewer dengan sangat keras.


"Sudah! kamu jangan teriak-teriak berisi tahu kalau kamu makin teriak-teriak di sini Bibi tidak akan pernah membuka kamar mandi ini dan membiarkan kamu mati di sini!!" ancam sang Bibi dengan begitu kejam kepada anak kecil.


Azka hanya bisa patuh berdiri dan mulai jongkok di sudut kamar mandi dia mulai merasa kedinginan tidak ada kehangatan bahkan tidak ada pelukan dari kedua orang tuanya.


Sang bibi agar Azka tidak kabur dari kamar mandi dia menguncinya kemudian dia mulai pergi berbelanja bersama anak kesayangannya David dan pergi tanpa memikirkan perasaan Azka.


Mereka berdua mulai bersenang-senang berbelanja bahkan makan makanan yang enak di sebuah restoran tidak mempedulikan Apa yang dirasakan oleh Azka di saat itu,azka mulai merasa kedinginan seharusnya dia tadi tidak pergi ke dapur untuk memasak Tetapi semuanya sudah terjadi dan Terlambat dia telah dihukum.


Kini tanpa disadari dia sudah tertidur lelap dan waktu sudah menandakan pukul 07.00 malam mereka berdua baru saja pulang dari toko dengan belanjaan yang begitu banyak.

__ADS_1


"Yeyyy....asik..... Ibu pokoknya aku senang banget hari ini karena Ibu sudah membelanjakan apa yang aku mau," david terlihat sangat senang sekali membawa mainan-mainan barunya sambil pergi ke kamar.


Sang bibi juga senang, dia masih memeriksa dan melihat belanja-belanjaan barunya.


"Yesss, Kalau begini aku tidak perlu susah payah kerja-kerja dengan berat setiap bulan juga aku mendapatkan 35 juta toh dari Azka," ucap sang bibi.


Sang bibi di saat itu juga baru mengingat Azka kemudian dia dengan panik bergegas ke kamar mandi karena seharian dia tidak memberikan makan kepada Azka.


Ckelek....


Pintu terbuka...


Azka yang tertidur mulai membukakan matanya dia juga terlihat sangat lemah sekali bahkan bibirnya dan wajahnya terlihat sangat pucat hal ini membuat sang Bibi semakin panik.


"Aduh...... Jangan mati dulu dong Bibi kan belum mendapatkan uang banyak dari kamu cepat sana Keluar, kamu makan dulu Bibi nggak mau kamu mati dan uang itu malah nggak dapat deh!" sang Bibi khawatir bukan karena peduli melainkan karena dia belum mendapatkan uang yang dia inginkan.

__ADS_1


Azka sudah merasa lemas kemudian dibawa ke sofa sang Bibi tidak ingin dia sakit kemudian memberikan air hangat dan juga sebuah makanan yang baru saja dia beli agar azka sehat.


Azka melihat makanan dan minuman yang ada di atas meja akhirnya dia mencoba memakan dengan tangannya, tetapi Karena dia sudah lama-lama di kamar mandi dengan keadaan dingin dia akhirnya lemak dan tidak bisa mengambil makanan tersebut.


"Aduhhh yah, kamu itu tidak tahu berterima kasih banget sudah baik saya kasih kamu makanan cepat kamu makan kalau tidak kamu saya usir!" sang Wibi yang paling melihatnya dia lemas akhirnya dia mengambil makanan yang ada di atas meja dan memaksanya untuk memasukkan ke dalam mulut Azka.


Azka yang masih mungil itu tidak bisa melakukan apa-apa karena mulutnya sudah dipenuhi oleh makanan dipaksa oleh bibinya, setelah dikasih makanan akhirnya diberi minuman agar ditelan dengan cepat di saat itu juga sang Bibi seperti orang gila memaksa anak kecil untuk memakan makanan yang ada di atas meja.


"Hey, Apa yang kamu lakukan kepada dia Kenapa kamu memaksanya?" sang Paman juga terlihat sangat terkejut sekali melihat kelakuan istrinya yang memaksa anak kecil yang berumur 4 tahun itu untuk memakan makanan yang ada di atas meja yang begitu banyak.


"Ayah, Aku tidak ingin dia mati makanya aku memberikan dia banyak makanan," kata sang bibi.


"Iya tau, tetapi tidak seperti itu juga kamu memberikan makanan kepada dia kamu harusnya memberikan makanan dengan perlahan dong," kata sang ayah yang mulai merasa kasihan kepada Azka yang masih kecil tersebut.


Sang paman akhirnya mengambil sepotong roti dan dia mah nyobeknya dengan perlahan setelah itu memberikan kepada harga agar dikunyah dengan lembut,azka yang menerima suapan dari sang paman akhirnya membuka mulutnya dan mengunyahnya dengan perlahan walau dia merasa lemas dia ingin sehat.

__ADS_1


"Tuh yah, kamu kalau mau nyuapin itu dengan perlahan ya,dia masih kecil," kata sang paman.


Akhirnya sang Paman merasa tidak tega lagi atas tindakan dari istrinya yang memperlakukan keponakannya yang begitu kejam dan dia mulai membicarakan baik-baik untuk meminta istrinya memperlakukan keponakannya itu seperti anaknya sendiri karena dia juga mendapatkan uang dari keponakannya.


__ADS_2