Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 90 : Lapar


__ADS_3

Pada suasana sore hari yang cukup terik dari panasnya matahari, tetapi Azka masih tidak lepas dari pemakaman bibinya dan terus menangis sampai malam.


Dia ingin bermalam di situ untuk menemani bibinya yang sudah pergi, anak kecil seperti dia memang sangat kuat sekali bahkan dia tidak peduli ketakutan malam hanya demi membahagiakan bibinya.


Walau dia sudah merasa puas dan bercerita cukup banyak di depan makam bibinya,tetapi dia masih tidak ingin pergi, setelah itu dia yang ingin menemani disampingnya tiba-tiba terkena silauan cahaya dari sebuah senter.


"Hey siapa itu? " tanya seorang pria dari kejauhan sambil menyenterinya.


Azka hanya bisa menutup mukanya dengan kedua tangan karena terkena silauan cahaya, dan dia diam di situ menunggu pria tersebut datang.


"Siapa kamu? " tanya pria itu yang awalnya hampir ketakutan karena keberadaan Azka.


"Sa... saya Azka pak".

__ADS_1


" Kamu tidak boleh berada di sini cepat pulang di mana keluargamu? ".


" Emmm..... keluarga saya sudah tidak ada saya hanya ingin tinggal di sini bersama bibi saya".


"Ah..... Sudahlah Bibimu itu sudah tiada sekarang cepat pergi dari makam ini jika tidak aku akan dimarahi oleh orang lain", pria tersebut bukannya merasa kasihan dan membantunya dia malah mengusirnya untuk segera pergi.


Azka karena terus mendapatkan perintah dari berita tersebut akhirnya pergi dari pemakaman itu dan meninggalkannya dengan rasa penuh kesedihan yang memikul hatinya.


Jadi Azka layaknya seorang pengemis langsung tertidur di sana,karena merasa kedinginan dia mencoba untuk mencari sebuah kardus dari sampah-sampah dan bekas-bekas untuk alasnya.


Azka sudah terbiasa tidur di tempat seperti ini.


Kemudian, waktu berjalan cukup cepat sekali dia baru saja tidur akhirnya terbangun oleh seseorang.

__ADS_1


"Hey! hey! kau! cepat bangun jangan tidur! di sini ini bukan tempat yayasan! " ucap seorang pria yang sedang menyapu dan membangunkan dengan sapu tersebut seperti sampah saja.


Azka berharap setiap bangun keadaan berubah dan berharap semua itu hanyalah mimpi dia saja dan ingin terbangun dari mimpi buruknya.


Namun nyatanya tidak semua yang dialami itu bukanlah mimpi buruk melainkan kenyataan yang ada di dunia nyata.


Azka langsung didorong oleh sapu itu dan dia tidak lagi duduk di teras toko. Pria tersebut langsung mengusirnya tanpa banyak rasa belas kasihan.


Dia yang sudah diusir hanya bisa pergi dengan arah yang tidak menentu, sekarang perutnya mulai keroncongan lagi, dan dia tidak tahu harus makan apa.


Melihat sebuah tong sampah dan ada sisa makanan dia sangat senang dengan cepat langsung ke tong sampah itu dan mengambilnya, dia sama sekali tidak malu yang penting dia harus bertahan hidup.


Azka menemukan sebuah sisa makanan roti dan juga sebuah nasi bungkus yang tidak habis, dia Dengan begitulah hak memakannya walau dia mencium beberapa yang bau tidak enak. Dia rasanya ingin menangis sekali dirinya, dia bingung apakah dia harus kembali lagi ke rumah sang nenek yang kemarin membawanya itu? tetapi jika dia kembali ke sana sudah jelas dia akan tersiksa karena dipaksa untuk memakan makanan yang cukup banyak, bahkan aturan-aturan yang tidak jelas.

__ADS_1


__ADS_2