Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 59 : Kecurigaan Pada Bibi Sarah


__ADS_3

Paman langsung mengambil telepon istrinya tersebut dan memberitahu kepada pengacara kalau ternyata Azka sedang berada di rumah sakit ,dan dia sedang demam maka uang yang kemarin diberikan 10 juta itu tidak cukup karena mereka sedang melakukan ruang rawat inap jadi uangnya harus didapatkan lebih banyak lagi, sekitar 50 juta.


Mereka mendapatkan ruang rawat inap yang sangat mahal dan juga bisa dibilang ruang awat inap yang sangat terpilih di rumah sakit ini.


.


Maka pesan tersebut langsung terkirim kepada sang pengacara dan sang pengacara yang sedang melakukan tugasnya tiba-tiba mendapatkan pesan tersebut, sang pengacara tidak banyak bertanya lagi dia meminta bukti keberadaan Azka yang berada di rumah sakit.


Kini Bibi Sarah langsung memotret Azka yang berada di dalam ruang rawat inap, dan juga memberitahu lokasi keberadaan Azka.


Maka, dengan sangat cepat mereka berdua langsung mendapatkan uang 50 juta hasil dari membohongi pengacara dan ternyata Azka tidak mendapatkan ruang rawat inap yang mahal dia hanya mendapatkan ruangan secara gratis yang telah diberikan oleh pemerintah.


"Nahh.... kamu nggak boleh marah lagi sekarang uangnya sudah kita dapatkan dan ini lebih banyak dari yang aku dapatkan kemarin pokoknya uang ini kamu pakai saja, " kata sang paman.


"Wahhh... .. kalau setiap hari kita mendapatkan uang yang begitu banyak maka aku akan merasa sangat senang sekali, " Bibi Sarah sangat tergiur dengan melihat saldo yang ada di rekeningnya secara tiba-tiba mendapatkan uang 50 juta.


Maka Bibi Sarah meminta kepada suaminya untuk menunggu keberadaan Azka dari sini,dan ia akan pergi untuk berbelanja bersenang-senang menggunakan uang yang baru saja didapatkannya.


Sang Paman tidak bisa menolaknya karena dia kemarin telah menghabiskan uang 10 juta secara diam-diam,karena tidak memberitahu istrinya jadi sebagai gantinya dia akan menunggu Azka yang masih ada di rumah sakit supaya istrinya tidak marah lagi kepada dirinya.


Bibi sarah yang awalnya emosi yang kini dia dengan penuh semangat membawa uang tersebut untuk berbelanja di malam hari tidak lupa dia memanggil selingkuhannya untuk makan malam secara bersama-sama karena suaminya sedang menunggu di rumah sakit.

__ADS_1


Azka yang berada di rumah sakit juga mulai sadar dan ciuman dia telah berada di rumah sakit yang dirawat, Azka sebenarnya ingin bangun tetapi sang pangan memintanya untuk merebahkan diri dulu lalu meminta seorang suster untuk menyuapi Azka karena Azka belum makan.


Suster yang mendapatkan perintah tersebut hanya mengikutinya dan dia tidak menyangka kalau pamannya terlihat begitu tidak peduli kepada Azka.


Azka yang masih sakit tanya berbaring di atas ranjang rumah sakit dan dirawat oleh seorang suster dengan baik hati.


Bibi sarah yang sedang berselingkuh dengan orang lain tidak lupa memberikan barang-barang yang mewah kepada selingkuhannya itu menggunakan uang yang baru saja dia dapatkan, memang benar ternyata lelaki selingkuhannya juga memanfaatkan keberadaan Bibi Sarah untuk mendapatkan barang-barang yang dia inginkan.


Pagi hari~~~~


Bibi sarah bersama selingkuh ternyata sedang tertidur lelap berdua bisa bawa hotel yang mereka sewa tadi malam untuk bersenang-senang.


Sang paman hanya berbaring di sebuah teras yang ditutupi dengan kain dan tertidur, dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut tetapi karena perintah istrinya maka dia melakukannya.


Kemudian Azka berkata kepada Pamannyaa kalau sekarang dia sudah baik-baik saja dan dia sekarang ingin pulang karena tidak tega melihat pamannya yang tertidur di bawah teras.


"Ehh.... Azka.... kami semua sudah membayar biayamu di rumah sakit ini jadi kamu jangan seenaknya keluar, siang ini Paman mau keluar dulu Paman mau beres-beres di rumah dan kamu baik-baik aja di sini nanti malam Paman akan ke sini lagi, "sang paman mengatakan hal itu sambil memegang pundak lehernya mungkin karena kesakitan.


Azka mengangguk, dia juga merasa kecapean jadi dia hanya bisa berbaring lagi menunggu suster untuk memberikan obat.


Sang paman Setelah beberapa lama akhirnya pulang ke rumah tetapi dia tidak melihat tanda-tanda istrinya yang ada di rumah.

__ADS_1


"Sayang.... sayang..... " suaminya langsung berteriak memanggil istrinya tetapi tetap saja tidak ada sahutan.


Sang paman lalu melihat keluar lagi dan ternyata mobil istrinya tidak ada di rumah.


"Emmm... kemana ya dia? Masa dari semalaman baru belanja tidak pernah pulang sampai sekarang? " suaminya bingung dan memikirkan istrinya yang belum pulang sambil duduk di sebuah sofa kesayangannya.


Sang suami yang sedang duduk masih teringat dengan wanita yang pernah dia sewa kemarin dan dia merasa nikmat sekali, berbeda dengan istrinya sekarang dia sama sekali tidak pernah tertarik lagi.


Di saat memikirkan hal seperti itu dia juga mulai memikirkan hal yang tidak-tidak dengan istrinya takutnya istrinya menyewa seorang lelaki atau istrinya berselingkuh dengan pria yang lain.


Memang, jika kita membuat kesalahan maka apapun yang kita pikirkan kepada orang lain yang sama seperti kita yang lakukan, kita tidak ingin orang yang kita sayang berselingkuh tetapi kita sendiri berselingkuh, maka ketakutan akan muncul di hatinya karena dia telah berbuat hal tersebut.


"Emmm...... apa jangan-jangan istriku berselingkuh dengan orang lain? Ah tapi tidak mungkin kalau istriku berselingkuh lagian setiap hari dia selalu bekerja dan mencari uang, "pikir sang paman di dalam hatinya yang masih ragu tentang istrinya.


Sang paman mulai berpikir lagi tentang istrinya yang selalu berdandan cantik setiap hari, Dani saat itu dia mulai mencurigainya karena dulu istrinya tidak pernah berdandan cantik apalagi di saat berjalan-jalan bersama dia.


Sang paman memperkuat pemikirannya jadi dia harus membuat rencana yang sangat matang untuk mengetahui segalanya.


Sang paman setelah itu langsung menelepon istrinya dan istrinya baru bangun katanya dan mengatakan kalau dirinya sedang menginap bersama teman-teman karena kemalaman dia melakukan party.


"Ouh, Ya sudah kamu lanjutkan dulu kalau begitu, " ucap sang paman.

__ADS_1


Sang paman ingin videi call, tetapi ketika sedang menelepon kembali ternyata istrinya mematikan datanya dan tidak dapat dihubungi lagi di saat itu juga.


Sang paman hanya bisa melemparkan handphonenya dan masih merasa curiga kepada istrinya yang sekarang semakin aneh apalagi setiap malam dia selalu diberikan uang untuk bermain judi.


__ADS_2