
Rehan sangat panik terlihat dari raut wajahnya yang mulai bercucuran air mata, dia kemudian menghentikan mobilnya dari kejauhan setelah itu memeriksa keadaan dari Jak.
Setelah mobil tersebut berhenti maka dia mulai memeriksanya tetapi sangat disayangkan ternyata Jak sudah tidak bernyawa.
"Jakk.... haahhh... jakkk.... "Rehan duduk di samping memeluknya dengan erat dengan penuh rasa kasih sayang dia tidak menyangka kalau satu temannya lagi yang dia sayang telah meninggal dunia apalagi dia adalah teman yang sering bercanda membuat mereka selalu tertawa bahagia.
Rehan tidak bisa melakukan apa-apa lagi dia hanya bisa pergi kembali ke markasnya kemudian sampai di sana dia berteriak memanggil kedua temannya untuk segera berkumpul.
Rehan yang turun dari mobil langsung membawa mayat Jak ke dalam rumah kecil tersebut kemudian dia berteriak memanggil teman-temannya.
"Eh.... kayaknya Rehan sudah pulang ayo kita pulang Azka"Dino segera mengambil kain pancingnya dan dia juga mendapatkan beberapa ikan kecil-kecil dan membawa ke rumah kaca tersebut bersama Azka.
Mereka berdua di jalan mulai berbincang-bincang dan mereka belum mengetahui apa yang telah terjadi kepada Rehan dan juga Jak.
__ADS_1
Kini setelah mereka berdua menyimpan ikan yang baru saja mereka tangkap dan masuk ke dalam sangat terkejut melihat darah yang berceceran di bawah kemudian dengan langkah perlahan melihat ke arah Jak, yang di mana dia sudah tergeletak meninggal dunia.
"Apa ini? wahh..... kau hebat sekali kau ingin bercanda lagi dengan kami? sekarang kamu tidak bisa bercanda lagi karena aku sudah tahu taktik mu, " Azka berbicara seperti itu menganggap semua ini adalah prank dari teman-temannya.
Azka kemudian duduk di sampingnya dan melihat luka yang ada di dalam tubuh Jak, Azka segera membuka pakaiannya dan mengatakan kalau luka tersebut adalah mainan yang mereka buat.
Dan Rehan dengan senyuman yang begitu datar sekali berada di pojok melihat mereka dan tidak bereaksi apapun.
Tapi sungguh sangat terkejut sekali Azka ketika membuka pakaiannya dan ternyata luka yang dialaminya adalah luka sebenarnya.
"Ja.... jakkk" Azka saja langsung melepas tangan Jak seketika karena terkejut.
"Ada apa? aku tahu kalian semua sedang bercanda denganku kan Ayolah kita semua dalam keadaan seperti ini jangan bercanda lagi, Jak bangun cepet, sekarang makanannya mana ayo kita makan rame-rame aku juga sudah mendapatkan ikan yang banyak, "Dino masih menganggap mereka semua sedang bermain-main dengannya dan tidak peduli.
__ADS_1
Tapi Azka, dia dengan nama mengatakan kalau semua ini bukan bercanda melainkan kenyataan kalau Jak sudah meninggal.
Dino awalnya sama sekali tidak percaya tetapi karena semua teman-temannya terdiam seperti itu dia mengejek sendiri alangkah terkejutnya melihat sahabat satunya lagi telah meninggal dunia dan terkena tembakan di bagian dada.
"Re... rehen..... apa yang terjadi dengan dia?.Kenapa dia meninggal dunia? "Dino saja tiba-tiba gemetaran setelah melihat tubuh sahabatnya itu mulai mendingin.
" Maa... maaf, aku tidak bisa menjaganya dengan baik tadi ketika kami sedang berbelanja di supermarket anak buah dari sang ketua mengejar kami semua,dan aku lolos dari mereka dan aku pikir semuanya baik-baik saja tetapi ternyata ada penembak jitu dari atas yang membunuh Jak, hiks... hiks.... "Rehan saja tidak tahan lagi bercerita tentang hal itu sambil menangis dan mengusap air mata dengan kedua tangannya.
Dino terdiam seperti patung dia juga tidak bisa mengatakan apa-apa melihat sahabatnya sendiri yang suka bercanda sudah meninggal dunia dengan waktu yang cepat menyusul Bang Tito.
Mereka kemudian menggali pemakaman di samping rumah dengan jarak agak jauh, mereka kemudian menguburkan mayat dari Jak.
"Jak.... Aku harap kamu tenang di sana dan bertemu dengan Abang Tito kita dan berbahagia, " ucap Dino sedih.
__ADS_1
Azka dan Rehan juga ikut menangis karena kedua sahabatnya sudah meninggalkannya dengan waktu beberapa hari.
Azka semakin membenci dari sang ketua karena Awalnya dia sangat membanggakannya kini justru dia sangat membencinya.