Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 51 : Tiba-tiba


__ADS_3

Azka merasa sangat segar karena dia berpikir kalau walinya atau paman dan bibinya akan dipanggil ke sekolahan.


Iya, dan akhirnya pertengkaran tersebut terselesaikan mereka hanya saling menatap dari kejauhan saja.


Azka walau dirinya sudah babak belur dengan penuh luka dibacanya tetapi ketika dia pulang ke rumah dan bertemu dengan sang Paman tetap saja sang paman merasa bodo amat kepada dirinya.


Sang paman justru sedang memakan makanan yang telah dibawa oleh lelaki selingkuhan dari istrinya.


Azka dengan lemahnya bisa pergi ke kamar menenangkan dirinya.


"Ka..... jangan lama-lama di kamar kamu pergi ke kamar mandi tolong cucikan baju paman! " ujar sang paman dengan nada yang sangat keras sekali supaya terdengar oleh Azka.


Azka langsung menjawabnya dari dalam kamar supaya paman tidak marah karena telat menjawab.

__ADS_1


Dia setelah membereskan peralatan sekolahnya kembali lagi ke kamar mandi kemudian dengan perlahan membuka pintu. Sungguh kalau bagi kita sangat terkejut melihat pakaian yang begitu berantakan dan kotor di mana-mana, bagi Azka itu sudah biasa saja karena dia sering melakukan hal seperti itu.


Lalu? Kenapa mereka tidak pernah menyewa seorang pembantu? Ya sudah jelas karena mereka tidak ingin kehilangan uang mereka demi kepentingan Azka.


Dengan cepat dia langsung mengambil pakaian-pakaian yang ada di mana-mana tersebut kemudian memasukkan ke dalam sebuah baskom.


Azka dengan keadaan yang sudah terlatih langsung merendam pakaian tersebut dengan sabun setelah itu dia mulai mencoba mencucinya walau merasa amat lelah.


Sang paman hanya bersantai-santai sambil memakan makanan kemudian tidak lupa menghidupkan televisi untuk dia tonton sebagai hiburan.


Sang paman yang penasaran tidak lupa untuk mengintipnya dan terlihat seorang pengacara datang ke rumahnya.


"What? pengacara? " Sang Paman tentu saja terkejut apalagi Bibi Sarah yang selalu mengurusnya tidak ada dan pengacara yang mengatur keuangan Azka datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


Sang paman teringat dengan Azka yang sedang mencuci pakaiannya di kamar mandi dia berusaha untuk tidak panik lalu menghampiri Azka untuk tidak mencuci pakaian dulu.


"Azka..... ayo cepat keluar kamu jangan cuci pakaian dulu dan jika ada yang bertanya sama kamu tolong kamu jawab sebaik mungkin dan jangan bilang kalau paman selalu menyiksamu atau selalu memerintahkanmu untuk mencuci pakaian paman, jika tidak kamu akan menerima hukuman yang lebih berat dari paman, "Paman langsung memegang lengan Azka dan membawanya ke ruang tamu yang cukup luas.


Lalu sang paman yang sudah siap-siap di ruang tamu melihat wajah Azka yang memiliki luka memar di wajahnya.


" Aduh..... sialan lagi kenapa wajahmu malah luka seperti ini? bodohnya aku malah menghajar mukamu, kalau pengacara tahu bisa gawat ini semua pasti akan disalahkan kepadaku, " belum saja sang paman panik ingin mengatasi segalanya tiba-tiba terdengar bel pintu pengacara sudah siap di depan.


"Ii.... iya.... Azka.... ingat apa yang dikatakan malam tadi, " kata paman bergegas menuju ke depan pintu untuk membukakan.


Terlihat sang pengacara yang hampir tua karena sudah beberapa tahun lamanya mengasuh keuangan Azka, dan kedatangannya kali ini dia tentu saja ingin melihat keberadaan Azka.


"Siang Tuan.... " sapa seorang pengacara tersebut lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


Paman reiko ingin menjelaskan atau ingin menyembunyikan Azka, dia terlihat sangat bodoh sekali disaat seperti ini.


__ADS_2