
Azka seperti biasanya sudah dijemput oleh Bibi Sarah dan di sana mereka mulai berbincang-bincang satu sama lain layaknya seorang anak dan ibu yang sudah sangat akrab sekali.
Dan memang benar semua kebahagiaan tidak akan bertahan begitu lama ketika Bibi Sarah sedang menyetir mobil tiba-tiba di dalam jalan yang cukup sapi mobilnya berhenti karena sesuatu alasan.
"Azka..... Bibi mau ngajak dulu keluar ya kamu di dalam aja dan jangan kemana-mana, " bibi sarah sudah wanti-wanti kepada keponakannya dan dia mengeluarkan satu kaki kanannya keluar tidak lupa disusul dengan kaki kirinya dan turun ke bawah untuk melihat apa yang telah terjadi.
Bibi sarah melihat ke belakang mobilnya dan mengecek mesinnya tetapi ternyata mesinnya baik-baik saja.
Bibi sarah mulai melihat-lihat lagi tetapi tetap saja dia tidak menemukan suatu keanehan di dalam mobilnya yang dimana mobilnya sama sekali tidak rusak.
"Yahhh..... aneh sekali mobilku kenapa tiba-tiba berhenti padahal tidak ada kerusakan? ? " berbicara kepada dirinya sendiri mengenai mobil miliknya.
Di saat sudah mengajak mobilnya sudah aman Bibi Sarah hendak balik lagi masuk ke dalam mobil, tetapi ternyata ada seseorang yang memakai pakaian hitam dengan wajah tertutup langsung membius Bibi Sarah.
Azka yang duduk dengan santai di dalam mobil dia tidak sadar kalau bibi sarah sudah pingsan.
Cklekk.....
Pintu mobil terbuka.
"Bi? bagaimana? ada yang rusak? " tanya Azka.
Tak di sangka ketika pintu mobil terbuka ternyata yang membukanya bukan bibi Sarah melainkan seseorang yang menggunakan topeng. Dia langsung datang ke dalam dan membius azka juga.
"Emhhhh.... emhhhhh..... " Azka mencoba untuk memberontak tetapi apalah daya dja adalah seorang anak kecil dan dia pun ikut pingsan.
Kini Azka dibawa oleh seseorang dan bibi Sarah kemudian ditaruh lagi ke dalam mobil, di saat itu ada yang mengemudikan mobilnya Bibi Sarah dan membawanya ke sebuah jalan yang turun ke bawah, di sana kemudian seseorang langsung keluar dari mobil bibi Sarah, dan membuat mobil itu terus maju ke bawah dalam keadaan bibi Sarah yang masih pingsan.
SRUTT.....
__ADS_1
Semua orang yang melihatnya merasa heran karena ada mobil yang turun ke bawah dengan begitu cepat tetapi ada seseorang yang baru menyadari kalau ternyata di dalam mobil itu berbicara dalam keadaan pingsan.
"Ahh.... wanita di dalam itu pingsan!!! " teriak seorang nenek-nenek yang baru menyadarinya.
Tapi, walaupun yang lainnya menyadari Semuanya sudah terlambat mobil tersebut sudah laju dengan begitu cepat sehingga ketika turun ke bawah mobil tersebut langsung menabrak sebuah tiang yang membuatnya terjadi kecelakaan hingga membuat sang Bibi tewas.
KYAAAA!!!!!!
Semua orang langsung berteriak histeris, setelah terjadi kecelakaan itu mereka Langsung berkumpul untuk melihat dan membantunya, bahkan ada seseorang yang memanggil polisi.
Kemudian kecelakaan itu terlihat ramai sekali dan bibi Sarah yang sudah tewas dibawa oleh polisi dan akan diberitahukan kepada keluarganya.
Dan Azka, beberapa jam kemudian dia dengan sangat lemas membuka kedua matanya dengan perlahan dengan samar-samar dia melihat sebuah ruangan yang cukup gelap.
"Aa.... aku di mana? " Azka baru saja sadar dan ternyata kedua tangannya terikat dengan sangat kuat.
Azka melihat ke sekelilingnya dan ternyata ruangan yang gelap Itu adalah sebuah gudang yang kecil, gudang tersebut dipenuhi peralatan bahkan sampah-sampah yang lainnya yang sudah tidak terpakai.
Azka yang berteriak membuat orang yang menculiknya terbangun dan ternyata orang tersebut adalah pamannya sendiri.
"Hahahah...... ternyata keponakan kesayanganku sudah bangun sekarang? " tanya pamannya yang kejam dengan ekspresi wajah yang sangat menakutkan.
"Paa.... paman..... lepasin aku.... lepasin..... bibi mana? bibi.....!!! bibi!!!!!!!!! " Azka dengan sekuat tenaga ingin melepaskan dirinya dan memanggil bibinya yang sudah tiada.
"Hahahahhaha, percuma saja kamu berteriak sakarat mungkin karena tidak akan ada yang menemuimu dan tidak akan ada yang menolongmu, karena Bibimu sendiri sekarang sudah tewas!! aku sendirilah yang membuat dia meninggal dunia! ! " dengan santainya sang Paman memberitahu yang sebenarnya kepada Azka yang masih berumur 14 tahun.
"Jahat!!!! paman jahat!! bibi di man!!! " teriak Azka lagi.
PLAKKKK.......
__ADS_1
Azka langsung ditampar dengan keras oleh pamannya dan menyuruhnya untuk diam karena berisik, bagaimanapun juga dia berteriak sekuat mungkin tidak akan ada yang mendengarnya.
Azka yang masih kecil itu merasa ketakutan dan menangis di tempat yang membuat sang Paman tertawa terbahak-bahak melihat dirinya berhasil.
Sang paman menyewa dua orang pria untuk mencuri Azka dan membunuh bibi Sarah.Dan rencana dari semua ini dilakukan karena dia ingin meminta tebusan kepada pengacara tersebut senilai 1 triliun.
Gila bukan? rencana apa ini?.
Tapi, sang Paman berpikir dengan menculik keponakan yaitu maka dia bisa meminta tebusan dengan senilai satu triliun maka dengan begitu dia akan menjadi kaya raya.
Di saat sang Paman sudah merasa puas dia langsung pergi meninggalkan Azka dan meminta anak buahnya untuk menjaga Azka sebelum dia mendapatkan tebusan yang dia inginkan.
"Jangan sampai dia lolos! " kata paman.
"Baik! ".
Azka menangis terus menerus Karena dia sudah kehilangan orang yang baru saja menyayanginya, sungguh dunia sangat kejam sekali tidak adil kepada dirinya dan tidak akan pernah membuat dia bahagia.
Hingga malam, Azka yang sudah kecapean karena terus menangis dari tadi akhirnya dia tertidur.Dan di sisi lain, calon dari suami bibi sarah mencari keberadaan Azka, Bahkan dia sampai melaporkan kepada polisi untuk segera mencarinya tetapi mereka yang tidak mendapatkan tanda-tanda atau bukti yang lainnya maka Azka tidak bisa ditemukan.
Bahkan, sang pengacara juga sampai turun tangan dia mencoba meminta yang lainnya untuk mencari keberadaan Azka, namun nyatanya tidak mendapatkan hasil apapun.
Azka merasa kelaparan di saat itu juga anak buahnya langsung memberinya makan, Azka bersikeras menolak makanan yang diberikan anak buahnya.
"Nak, kami semua tidak jahat kepadamu tetapi kami hanya mendapatkan perintah dari pamanmu untuk memberimu makan karena kami semua tidak ingin kamu mati, dan kamu tidak perlu khawatir setelah kami mendapatkan tebusan kamu akan bebas kok, " ucap seorang pria yang menculiknya itu dengan lembut supaya Azka bisa makan.
Azka akhirnya menuruti apa yang dikatakan pria tersebut dan mulai makan, hingga malam Azka masih dalam keadaan terikat bahkan ketika dia ingin buang air kecil saya diantara oleh anak buah.
Malam pun tiba, sang paman malam ini akan meminta panggilan kepada seorang pengacara untuk meminta tebusan itu.Dan Azka melihat kesempatan untuk mencoba melarikan diri di tempat itu.
__ADS_1
Ternyata dia di kurung di gudang bekas yang tak teterpakai.