
"Tito, di sini ada pengawasan di bagian kiri dekat gerbang juga ada pengawasan bahkan di sebuah kanan bagian tengah, tetapi aku sama sekali tidak melihat senjata yang dipegang oleh mereka, " Kata Rehan melaporkan hal tersebut.
Azka langsung meminta rehan untuk berhenti melaporkan hal tersebut karena dia kurang teliti melihatnya.
"Kenapa? " tanya Rehan.
"Stop..... aku rasa ada yang aneh, di belakang bagian pakaian mereka seperti ada yang menoniok, ku rasa itu ada senjata, dan juga semuanya sangat aneh, mungkin bagi orang biasa tidak akan mengetahui keberadaan senjata itu, tapi kamu harus melihat di bagian bawah dekat meja, lalu ke sana bagian gerbang, terlihat ada dua tiang kecil yang entah gunanya untuk apa, dan ku rasa tidak mungkin di simpan di situ, jangan langsung mengambil keputusan, rasanya tempat yang besar seperti ini bukan hal biasa, dan tidak mungkin di jaga, "Azka menjelaskan pada Rehan hal itu.
Rehan kini langsung menyimak kembali dengan penglihatan dia, dia juga tidak tahu sama dos melihat ke arah sisi lain dia mulai duduk di sebuah kursi di mana Ini adalah tempat duduk para orang-orang menunggu.
Rehan baru menyadari kalau tempat ini memang bukan tempat biasa, bahkan terlihat hanya beberapa orang saja yang memiliki profesi untuk memperbaiki bengkel mobil. Karena dari gerak-gerik yang lainnya sama sekali tidak orang yang memperbaiki mobil sisanya mereka hanya mengotak-atik sebuah mesin.
Dan bengkel tersebut bukanlah bengkel biasa Dia memiliki ruangan yang begitu luas bahkan ada langganan lainnya yang datang ke sini juga.
"Ehh.... cepat kamu pesan minuman biar kita seperti yang lainnya jangan terlalu mencolok, " rehan memerintahkan kepada Azka untuk memasak minuman dan makanan di tempat tersebut.
Kini mobil mereka juga Mulai diperbaiki oleh yang lainnya dan Dino bersama Jak masih membuntuti gerak-gerik dan juga kegiatan yang dilakukan oleh Bos pemalik bengkel tersebut.
"Jak? bagaimana dengan kalian? " tanya Tito.
"Baik, kami berdua masih memperhatikan gerak-gerik dari target kita dan dia masih berbincang-bincang dengan orang lain, masih belum ada pergerakan yang lainnya, " itulah jawaban dari dino kepada Tito melewati sebuah alat khusus.
Jak tidak pernah lepas dari pandangannya memperhatikan gerak-gerik dari targetnya dia masih menggunakan sebuah teropong dari kejauhan untuk melihatnya.
"Ehh..... Gimana masih ada pergerakan nggak? " tanya dino pada jak.
"Belum, sama sekali belum ada pergerakan dari dia mereka masih banyak bacot dengan yang lainnya, " balas jak ngegas.
"Yaudah, " Dino tidak lupa masih memantau juga menggunakan sinfer tambakan jauh.
__ADS_1
Lalu setelah beberapa lama Dino memantau tingkah laku dari bosnya akhirnya mereka mulai keluar dari hotel tersebut dan akan turun.
"Din.... dino..... mereka sudah selesai ayo kita siap-siap, " kata Jak yang mulai mengambil senapan untuk menembak ke arah Bosnya itu dari kejauhan.
"Gwe heran, gue kira bakal susah buat nyelesain masalah ini ternyata sangat mudah, " kata Dino.
"Stttt..... Jangan banyak omong bentar lagi kayaknya dia mau keluar, " ucap Jak.
Sebuah teropong dan juga teropong dari Snifer, keempat mata ini terus saja memperhatikannya tanpa mengedipkan mata yang begitu banyak supaya tidak tertinggal.
Bos atau targetnya sudah keluar dan tidak lupa ternyata banyak sekali didampingi oleh anak buah, target tersebut menggunakan sebuah jas hitam dan kemeja putih setelah bersalam-salaman dengan orang penting akhirnya dia berjalan bergegas menuju mobilnya untuk pergi dan masih banyak anak buah yang lainnya.
CKREKKK....
Dino sudah menarik pelatuknya dan bersiap-siap menargetkan ke arah bos tersebut tetapi karena anak buahnya yang begitu banyak dia hampir kesusahan untuk menargetkannya dengan mudah karena jika dia salah menembak sebuah kekacauan akan terjadi.
Kini mereka berdua hanya menunggu sebuah celah kecil untuk menembak targetnya tetapi ketika target tersebut hampir masuk ke dalam mobil itu adalah tempat yang sangat cocok untuk menembak.
Jak secara terlebih dahulu akhirnya menarik pelatuknya.
Syutt....
Suara dari tembakannya sama sekali tidak terdengar di mana-mana hanya langsung melemparkan sebuah peluru.
kemudian jak menembak ke arah targetnya tetapi sangat disayangkan ternyata kepala dari anak buahnya menghalanginya sehingga yang mengenai tembakan tersebut adalah anak buahnya.
Satu pria mulai terbunuh tetapi itu bukanlah targetnya melainkan anak buahnya kemudian targetnya atau bosnya mulai melihat ke arah ke mana-mana meminta anak buahnya untuk segera mencari orang yang telah membunuh anak buahnya.
"Cepat,kalian cari orang nya, jangan sampai lolos, " ucap dari bosnya kepada bawahannya sehingga bawahannya langsung sergap dan Siaga langsung melihat-lihat dan mencari ke mana-mana.
__ADS_1
Bos nya kini sudah sampai masuk ke dalam mobil dia bergegas dengan supirnya meninggalkan tempat tersebut. Karena dia tahu tempat ini sangat berbahaya untuk dia karena ada yang mengintainya.
Dino juga sudah melepaskan tembakan pertama dan ternyata tidak mengenai targetnya melalui sebuah kaca mobil, walaupun menembus kaca mobil tetapi Bos tersebut masih beruntung dia masih terhindar dari tembakan peluru itu.
Jak dan dino langsung mengembalikan badannya dia bersembunyi dari balik jendela agar tidak diketahui oleh bawahan targetnya.
"St..... hati-hati, " kata Jak.
Tapi Dino, dia langsung dengan semangatnya menyimpan Sniper kemudian mengarahkan ke arah bawahan-bawahannya dengan begitu dia langsung bebas menembak, sehingga bawahannya banyak sekali yang telah gugur atau meninggal.
Memang benar banyak sekali bawahnya yang menembak tetapi ada bawahannya yang mengetahui keberadaan mereka.
"Dino, ayo pergi! " Jak langsung meminta temannya Dino untuk segera pergi dari tempat ini karena tempat ini sudah diketahui oleh bawahannya.
Ternyata mereka bersembunyi di sebuah atap perumahan, karena mereka sudah diketahui oleh musuhnya akhirnya mereka bergegas pergi sambil membawa senjatanya.
Tapi bawahannya atas perintah bosnya tidak tinggal diam langsung mengejarnya dari bawah.
Jak dam Dino akhirnya akan turun melalui tangga-tangga kecil tetapi ternyata anak buahnya sudah berada di tempat itu dan menaiki tangga terpaksa mereka harus melewati balkon-balkom dari perumahan-perumahan tersebut.
Dug.... dug... dug...
Tap.... Tapp.... Tap....
Mereka berdua sudah berlari melalui atap dari Perumahan tetapi anak buahnya sudah mengejarnya dari belakang kemudian mereka mulai melewati beberapa perumahan, namun anak buahnya kalau nanti tak ingin kehilangan mereka berdua langsung mengambil pistol dan menembaknya tetapi mereka dengan lincah langsung berguling menghindari peluru tersebut.
1,2,sampai tiga rumah mereka lompati tetapi ternyata anak buahnya masih ada yang jago dan melompat ke atas melalui Atap.
"Sial..... Kenapa masih ada yang mengejar kita, " Jak kesal dan meminta Dino berpencar.
__ADS_1