
Dalam ruangan yang cukup sempit ini mereka mulai melakukan diskusi.
"Baik, kali ini kita tidak boleh bercanda lagi kita harus fokus melakukan apa yang harus kita lakukan, " kata Tito.
Jadi semuanya langsung fokus dan tidak bercanda lagi ada saatnya mereka bercanda ada saatnya juga mereka serius dalam melakukan hal.
Kemudian di saat itu juga mereka mulai berdiskusi dan rencana pun selesai, rencana ini juga tidak akan pernah selesai bila dia tidak memiliki barang-barang yang akan dipakai.
"Oh iya? kenapa kita tidak meminta kepada ketua kita? alat-alat yang kita butuhkan? " tanya Azka menghadap kepada mereka semua yang sambil berkumpul melingkar.
"Tidak bisa, aku rasa barang-barang seperti ini cukup mahal dan kita tidak bisa memintanya, " kata Tito.
"Ehh iya, aku rasa aku tahu di mana tempat ini berada tetapi ini adalah tempat rahasia dan memiliki risiko besar jika kita harus mengambil barang itu, "Rehan ternyata memiliki pengingat tentang tempat di mana alat-alat ini.
Lalu rencana baru lagi akan dimulai oleh mereka.
__ADS_1
" Siap!!? "Tanya Tito mengibar-ibar ekspresi rasa semangat.
" Siap!!!!! " jawab mereka dengan serentak.
Walaupun mereka adalah anggota dari mafia yang suka berkelahi dan juga membunuh tetapi mereka juga butuh istirahat dan malam ini mereka mulai Kembali ke tempat tidur masing-masing memulihkan energi mereka.
"Hoammm....... " Jak menguap lalu disusul dengan kedua matanya menutup.
.
.
Sungguh, hari-hari sudah terlewati begitu banyak hingga kini beberapa tahun sudah berlalu sungguh waktu yang sangat cepat.
Hingga kini Azka sudah berumur 8 Tahun, dia selalu mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari paman dan bibinya selama 4 tahun itu, kehidupan mereka juga mulai berubah karena mendapatkan uang tambahan dari pengacara.
__ADS_1
Ternyata kasih sayang mereka itu adalah palsu demi menginginkan harta yang ada pada Azka, tetapi ketika berumur 8 tahun paman dan bibinya sama sekali tidak memberitahu tentang harta yang telah didapatkannya.
Azka yang sudah berumur 8 tahun kini sudah memasuki dunia sekolah anak-anak, Setiap hari dia mulai sekolah dengan giat bahkan dia selalu belajar dengan rajin.
Tapi..... Azka yang sudah melewati 4 tahun lalu masih teringat dengan kedua orang tuanya yang masih meninggal, setiap malam dia selalu menangis dan mengingat kedua orang tuanya dengan kenangan-kenangan yang begitu indah.
Paman reiko dan bibi sarah mereka juga sekarang sudah tidak jualan lagi toko makanan yang kecil kemarin, karena mendapatkan uang yang instan akhirnya mereka hanya membuka toko pakaian saja yang mudah tidak terlalu ribet.
Azka akhir-akhir ini mulai berkurang mendapat perhatian dari paman dan bibinya, mereka mulai bertengkar satu sama lain dikarenakan Paman dari kau selalu menghabiskan uang dengan begitu cepat karena berjudi.
Bibi sarah mulai marah-marah kepada paman reiko dikarenakan menghabiskan uang begitu cepat padahal Bibi Sarah mencari uang dengan susah payah.
"Ayolah, Aku minta 5 juta saja Aku hanya ingin bermain sebentasebentar, kamu percaya saja padaku aku yakin pasti akan memenangkan judi itu dan menghasilkan uang yang banyak, " kata paman Reiko.
"Gak! ini sudah agak sekian kalinya kamu berkata seperti itu tapi mana buktinya? kamu telah menghabiskan banyak uang dan kamu sama sekali tidak bekerja," balas bibi sarahsarah dengan emosi.
__ADS_1