Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 49 : Bertengkar


__ADS_3

Azka yang dari awal tidak peduli apa yang dikatakan oleh teman-temannya.


Namun ketika Xifeng menyebut kedua orang tuanya maka dia tidak bisa tinggal diam lagi.


"Xifeng, kenapa kau terus menggangguku? ya aku lakukan itu benar kalau ulangan tidak boleh menyontek, kamu bolehin apa saja tentang diriku tetapi kamu tidak boleh membawa-bawa orang tua, aku sama sekali tidak menyukainya, "Azka yang tidak tahan lagi akhirnya menjelaskan apa yang ingin dia katakan.


Xifeng akhirnya mengetahui kelemahan dari Azka.


" Oh..... aku tahu kenapa kamu tidak ingin aku membawa kedua orang tuamu apakah ternyata Ibumu itu hanya seorang wanita yang selalu menemani pria dan dibayar dengan uang kecil? ups...... apa jangan-jangan sebenarnya orang tuamu itu meninggalkanmu? karena tahu kamu itu adalah orang yang sangat jelek dan miskin? "Xifeng tidak henti-henti terus mengejeknya dan membuat yang lainnya tertawa sebagai leluconan.


Hahahahahha....


Tawa seisi kelas mulai menggelegar menguasai ruangan, Azka mulai emosi ketika mereka membully membawa ibunya.Satu kepalan tangan sudah tidak tahan lagi rasanya ingin menghajar habis-habisan kepada Xifeng.

__ADS_1


"Upss.... ternyata anak yang tidak punya orang tua bisa marah juga? ups.... anak yatim piatu ini ternyata mau marah ya...... uuhh..... Azka... azka.... apa jangan-jangan kamu adalah anak yang tidak memiliki bapak? " Xifeng masih mencoba melanjutkan perkataan dengan penuh banyak hinaan.


BUKK.....


Satu pukulan dengan kekuatan yang sangat besar meninju ke arah wajah Xifeng, yang membuat dirinya langsung tersungkur ke bawah karena merasa kesakitan dan tidak bisa mendengar kekuatan dari pukulan Azka.


"Kau!! aku sudah menahanmu berkali-kali dan menahan agar tidak menghajarmu ! aku masih bisa menahan bully mu kepada diriku tetapi aku tidak bisa menahan kamu ketika membawa kedua orang tuaku! bukan berarti aku tidak takut kepada dirimu tetapi aku masih bisa menahan emosiku !!!!! hoshhh.....hoshhh....hoshhh"Azka masih belum merasa puas memukulnya satu kali saja akhirnya dia memukul sampai kedua kali ketiga kali sampai keempat kali membuat wajah Xifeng babak belur.


Xiao sebagai sahabatku mencoba melalaikan pertengkaran tersebut dengan menenangkan Azka.


Azka kedua lengannya mulai dipegangnya satu persatu oleh teman-temannya, tidak lupa kakinya juga.


Xiao ingin mencoba menghentikan hal tersebut tetapi dia malah didorong oleh teman-teman yang lainnya yang membuat dia terjatuh.

__ADS_1


Xiao mulai sadar dia tidak bisa melakukan apa-apa dan yang harus dilakukan adalah memanggil guru Chi Fen.


Xiao bergegas kekuatan dan gaya berlari untuk mencari ibu guru.


Azka kini tidak bisa melawan lagi dia kemudian dipegang teman-temannya.


Xifeng yang sudah terkena pukulan bagian awal akhirnya bola bangkit ingin membalaskan pukulan tersebut layaknya seorang pria jantan.


Azka walau dirinya sudah dipegangi tetapi dia tidak merata-rantai dia hanya diam saja menahan emosinya.


Xifeng akhirnya mulai mendekati dan memukulnya sekuat mungkin ke arah wajahnya Azka.


Bukkk....

__ADS_1


Satu pukulan mengenai wajahnya Azka dan semua orang langsung bersorak merasa kegirangan melihat sebuah pertontonan.


Azka kini masih terdiam dan mencoba tidak melawannya lagi karena dia tahu dia telah membuat kesalahan, dia tidak takut dipukuli oleh teman-temannya, tapi takut jika pihak sekolah akan memanggil paman dan bibinya datang ke sekolah.


__ADS_2