Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 76 : Tidur


__ADS_3

"Bisa masuk? " Tanya Dino.


"Maaf, ketua sedang mandi".


" Kami berdua mendapatkan informasi yang sangat penting kami harus ketemu dengan Ketua terlebih dahulu sekarang, "pinta Dino.


Maka, para penjaga yang ada di luar tersebut langsung memperbolehkan untuk masuk ke dalam berbicara dengan sang ketua.


" Baik".


Dino dan Jak akhirnya mereka berdua bisa masuk ke dalam dan terlihat seorang ketua yang sedang berenang dengan seorang wanita.


"Ketua! " Dino belum saja mengatakan apapun dia langsung mengeluarkan sebuah pistol yang ada di sakunya kemudian dengan cepat menembak ke arah sang ketua yang sedang mandi.


DORR!!! DORRR!!! DORR!!!!!


Sang ketua langsung tertembak mengenai sebuah bahu, dan sang ketua yang terluka langsung menyelam ke dalam takut terkena peluru lagi. Namun, hal tersebut langsung membuat keributan di tempat pemandian yang di mana para penjaga yang ada di luar langsung masuk ke dalam.


Jak dia bertugas untuk membunuh orang-orang yang baru saja masuk ke dalam pemandian itu, dia menggunakan senjatanya menembaki orang-orang yang masuk.


Dino sekali lagi membabi buta menembak ke arah Sang ketua, dan beberapa peluru mengenai tubuh sang tua.


Wanita yang menemani ketua tersebut langsung menjadi teriak histeris.


Dino setelah menembak beberapa kali dia langsung mendekati ke arah pemandian ingin menembaknya lebih dekat, tapi Jak langsung mendesaknya segera pergi dari tempat ini karena ada beberapa orang yang datang dengan jumlah yang begitu banyak.


Dino tidak melihat keberadaan sang ketua muncul ke permukaan air, jadi mau tidak mau dia harus pergi meninggalkan tempat itu sebelum dia diserbu oleh anak buah lainnya.


"Dino..... ayo cepat kita lari keluar sebelum kita ditangkap! "Jak masih mempertahankan dirinya dengan senjata kemudian karena dia tidak ingin ditangkap melawan begitu banyak orang dia langsung berlari ke arah yang berlawanan untuk menghindari anak buah dari sang ketua.

__ADS_1


Dino juga mengikutinya dari belakang.Dan tanpa disadari walaupun mereka berlari dengan begitu cepat masih banyak anak buah yang lainnya yang mengejar dan membuat mereka terkepung, di sisi lorong terdapat beberapa anak buah yang memegang senjata seperti Palu bahkan pisau yang tajam.


Dan di depan mereka bertemu dengan beberapa orang yang memegang senjata juga.


"Woi!!! ayo cepat turun! "Rehan tiba-tiba berteriak dengan sangat keras memanggil mereka yang ada di lantai 2 untuk segera turun ke bawah.


Jak dan dino dalam keadaan genting langsung menabrak kaca yang ada di sampingnya dan melompat turun ke atas mobil. Mereka berdua langsung tepat jatuh di atas mobil dan membuat beberapa bengkokan kecil di atas.


Anak buah yang lainnya tidak ingin melepaskan mereka berempat jadi dengan cepat langsung menembaki beberapa peluru.


Tapi rehan dia dengan kemampuannya langsung melakukan perjalanan dengan cepat, dia menggas dengan begitu keren, bagan walau dia dalam keadaan yang dikepung oleh banyak orang dia bisa mengebut dengan cepat seperti pembalap yang lainnya.


"Ayo rehan! Ayo cepetin keluar dari sini! "Jak memintanya untuk segera cepat-cepat karena di depan gerbang masih ada beberapa anak buah yang menjaga mereka.


Azka dan Dino langsung mengeluarkan kepala dan tangannya dari jendela kaca mobil setelah itu dengan cepat mereka berdua langsung menembaki ke arah depan supaya ketika ke depan mereka tidak kenapa-napa.


Bahkan dari depan gerbang juga mereka mendapat perlawanan dari anak buah yang lainnya yang membuat mereka harus masuk ke dalam mobil lagi, dan berhati-hati.


Satu peluru mengenai kaca jendela bagian depan tetapi untung saja peluru tersebut baru membuat retakan yang cukup besar, dan peluru tersebut belum menembus ke dalam.


Rehan melihat gerbang yang ditutup dengan cepat oleh para anak buah sang ketua dia langsung menabraknya tanpa banyak pikir yang membuat gerbang tersebut langsung hancur seketika.


Rehan langsung menundukkan kepala takut terkena beberapa benda tajam, dan mereka akhirnya bisa keluar dari markas tersebut. Dino sangat berharap sang ketua yang dia tembaki tadi sudah meninggal dunia.


Jadi dengan nafas yang terengah-engah dengan penuh kewaspadaan mereka berempat hanya bisa pergi ke tempat rahasia mereka.


"Jadi? apakah kita harus pergi ke tempat rahasia kita? " tanya rehan.


"Tidak, oh iya Bagaimana dengan mayat Abang Tito? "tanya Dino mengelap keringatnya yang bercucuran dari jidat.

__ADS_1


" Aku dan Azka sudah menaruhnya di bagasi dan kita harus membawanya ke mana? ".


" Kita lakukan pemakaman saja".


Kini mereka berempat terpaksa harus bisa menahan emosionalnya dan harus kuat karena kehilangan satu orang yang mereka sayangi dan di mana dia adalah orang yang membimbing mereka untuk memasuki dunia mafia itu.


Mereka dengan keadaan yang begitu berantakan buru-buru pergi ke tempat pemakaman, di sana mereka Langsung memberikan jasa tersebut ke seseorang yang di mana orang tersebut bertugas untuk melakukan pembersihan jasad.


Mereka berempat tidak lupa membersihkan diri sendiri untuk melakukan pemakaman itu walau hanya mereka yang tahu, karena mereka sendiri tidak tahu keluarga dari Abang Tito.


Setelah melakukan pembersihan akhirnya jasad Abang Tito mulai dibakar dan mendapat pemakaman yang sangat layak seperti yang lainnya.


Mereka dengan sangat setia menunggu dan menunggu pemakaman selesai tidak lupa melantunkan beberapa doa kepada Abang Tito yang sudah tiada.


Rehan memberi saran untuk menyimpan Abu dari jasad Abang Tito di tempat ini dan bersama jasad yang lainnya.


Tapi Dino, Dia sangat bingung sekali karena dia tidak menginginkan jasad Abang Tito ada di tempat ini dia hanya menginginkan Abu yang sudah dibakar tersebut diberikan kepada kekasihnya yang sangat dicintai oleh Bang Tito.


Azka sangat terkejut mendengar perkataan itu karena dia tahu bagaimanapun juga jika kekasihnya mengetahui Abang Tito meninggal dunia pasti akan sangat menyakitkan seperti yang dialami.


Setelah melakukan perundingan mereka berempat akhirnya mereka semua langsung setuju memberikan Abu jasad dari Abang Tito itu kepada kekasihnya biar mereka sendiri yang menyimpannya.


Kini sudah malam, mereka semua juga Mulai kelelahan rasanya ingin sekali dikubur hidup-hidup dan menikmati kebebasan dunia.


Tapi mereka seperti seorang pejuang melakukan apa yang mereka inginkan demi sebuah kebebasan.


Karena mereka sudah kelelahan jadi melakukan beristirahat di tempat pemakaman tersebut, mereka Langsung tertidur di sebuah kursi penungguan.


Para petugas yang menjaga tersebut memintanya untuk segera keluar dari tempat ini karena tempat ini akan segera ditutup pada jam 12.00 malam.

__ADS_1


Mereka tidak ingin mencari keributan dan membuat masalah di sini jadi terpaksa pergi keluar dan beristirahat di dalam mobil mereka.


"Hoammm..... dasar petugas cuman tidur aja kok pelit banget, "Jak kesal sekali.


__ADS_2