
Azka sudah berada di dalam mobilnya bersama bibi Sarah dan terlihat Bibi Sarah yang begitu marah karena dipanggil ke sekolah hanya karena perkelahian Azka dengan teman-temannya l, hingga sampai ibu temannya itu meminta ganti rugi dan ingin mempermalukan Bibi Sarah di depan kepala sekolah.
"Sial!! Seharusnya aku tidak datang ke sekolah tadi kalau tidak semuanya tidak akan terjadi seperti ini! ! "bibi sarah mengomel kepada dirinya sendiri atau tindakannya.
" Bi... maafin Azka bi... "kata Azka yang telah berbuat salah.
" Kamu! Azka.... sudah tahu kamu itu missiena juga tidak punya apa-apa kenapa kamu malah berkelahi dengan mereka dengan orang yang punya! andai kamu memang dibully oleh mereka biarkan saja! Kenapa sih kamu harus berkelahi seperti itu? Apakah kamu sengaja biar Bibi dipanggil ke sekolah? iya?!!!! "bibi sarah semakin berbicara ke sini semakin dengan nada yang sangat tinggi dengan keadaan dan pandangan yang fokus menyetir mobil.
" Engg... engak ko bi, "Azka mencoba menjelaskan kalau dirinya tidak bersalah dan dia melakukan hal itu karena mereka membully kedua orang tuanya.
" Emang kenapa? kenapa kalau mereka membuly kedua orang tuamu? bukankah mereka sudah meninggal dunia? Seharusnya kamu Biarkan saja dan tidak perlu membuat keributan apakah kamu mau jadi sok-soan saja? iya...? ".
" Gak bi,Azka cuma tidak mau saja nama kedua orang tua Azka jadi jelek ".
" Sudahlah, bibi tidak mau dengar apapun lagi sebagai perbuatan kamu ini kamu akan mendapatkan hukuman dari Bibi yang setimpal! "bibi sarah dengan cepat pulang menuju ke rumahnya untuk menghukum Azka karena tindakannya.
Kini mereka berdua sudah sampai di depan rumah sepulang dari sekolah l, setelah itu Bibi Sarah dengan cepat membuka pintu mobil dan menyeret Azka tanpa memiliki perasaan.
Azka yang kesakitan karena pergelangan tangannya dipegang dengan begitu erat oleh Bibi Sarah hanya bisa mereges kesakitan.
Kini bibi sarah membawa Azka ke Kamar mandi, dia dengan sangat kejam langsung mengambil air keran dan menyiram tubuhnya Azka.
Syur..syur.....
Brushhhh...
Azka hanya meringkuk, dia tidak bisa melawan apa yang telah diberikan oleh bibinya, sungguh samgat kejam, setiap dia selalu berbuat kesalahan maka setiap hukuman selalu ada.
Bibi sarah mengunci pintu kamar mandi,dan meminta Azka jangan keluar.
__ADS_1
"Sebagai hukuman yang kamu dapatkan kamu tidak boleh makan hari ini kalau kamu mau makan minum air keran saja! "dengan keadaan yang cukup gerah, bibi sarah pergi ke kamarnya untuk menenangkan dirinya Karena emosinya kini sudah mulai melonjak tinggi.
Dia menghidupkan sebuah televisi dan menyetel musik, pikirannya mulai kacau tidak karuan.
Dan Azka dengan nasib yang sangat malang hanya bisa menungguku hukuman selesai.
"Hoammm..... Hari ini aku kacau sekali, " bibi sarah tidak lupa melepas pakaiannya kemudian merebahkan diri di atas ranjang.
Hingga kini bibi sarah tertidur dengan sangat lelah dan waktu sudah menandakan pukul 9 malam.Azka yang berada di dalam sudah merasa tidak tahan lagi dia mulai kedinginan dan badannya gemetaran.
Azka tidak tahan lagi, dia terus memanggil Bibi Sahara dengan kekuatan harganya tetapi Bibi Sarah yang sudah tertidur pula sama sekali tidak mendengarnya.
"Bib.. bibii..... bibiii..... ".
Azka terus berteriak hingga sampai dengan nada yang sangat lama sekali dan akhirnya akhirnya dia mulai pingsan di kamar mandi.
Untung saja sang paman yang baru saja pulang kebelet pengen buang air kecil jadi dia langsung bergegas masuk ke toilet, saat dia membuka pintu dia sangat terkejut melihat Azka.
"Azka.... hey... keluar sana! paman mau buang air kecil, apa kamu mau melihatnya? "Sang paman tertawa kecil setelah mengucapkan kata-kata itu .
Namun namanya sudah dipanggil beberapa kali tetapi tidak ada sahut dan tindakan dari Azka.
Sang paman dengan raut wajahnya mulai menampakan ekspresi yang begitu panik tidak lama kemudian dia memegang Azka yang sedang duduk,di saat itu tiba-tiba terjatuh dan tergeletak membuatnya dia panik.
"Aaa..... " Teriak sang paman, dia mengira kalau Azka sudah meninggal dunia.
Lalu Bibi Sarah yang mendengar cerita tentang Paman tentu saja bergegas dan menghampirinya bertanya apa yang telah terjadi yang membuat dia harus berteriak.
"Lihat" sang Paman langsung menuju ke arah Azka yang tergeletak di kamar mandi sendirian.
__ADS_1
Bibi sarah kemudian juga ikut panik, dia takut kalau Azka sudah meninggal dunia karena tindakannya, dia lupa telah menghukum Azka hingga sampai jam 09.00 malam ,dan belum memberikan makan setelah itu dia memberanikan diri mengecek keadaan Azka dan ternyata Azka masih bernafas.
Bibi sarah meminta kepada suaminya untuk segera membawa Azka ke dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit,dia tidak mau mendapatkan hukuman dari seorang pengacara karena telah membuat keponakannya itu sakit.
Jadi, mereka langsung membawa Azka ke rumah sakit dan para dokter mulai menanganinya.Kini Azka sudah berada di ruangan dan diobati oleh para dokter.
Bibi sarah setelah merasa khawatir dengan cepat bertanya kepada dokter apa yang telah terjadi kepada Azka?Apakah Azka baik-baik saja?.
Lalu sang dokter menjawab kalau Azka baik-baik saja hari hanya kecapean dan juga demam dan dilihat Azka kurang makan.
Setelah dokter itu pergi biar takut sekali Azka kenapa-napa dan memberitahu kepada pengacara tindakan dia.
Saat bibinya yang sedang gelisah dan Panik di luar ruangan,sang Paman memberitahu kepadanya kalau dirinya kemarin telah mendapatkan uang 10 juta rupiah karena wajah Azka terkena babak belur dan kelahi,maka pengacara memberinya uang 10 juta untuk membawa ke dokter mengobati luka yang ada pada Azka.
"Apa? sekarang uang 10 juta itu ke mana? sini, aku pakai buat obatin Azka" pinta Bibi Sarah kepada suaminya.
Tapi, sang Paman terlihat sangat ragu-ragu dan malu-malu ingin menjelaskan uang tersebut itu sudah tidak ada karena dia gunakan untuk bermain judi, dari sang Paman hanya diam saja menunggu istrinya menebak dirinya sendiri.
"Jadi? Apakah kamu menggunakan uang sebanyak itu untuk bermain-main? " bibi sarah bertanya dan berharap uang Rp10 juta itu masih ada di tangan sang paman dan tidak digunakan olehnya.
"Hehehehe, sebenarnya aku ingin memberitahumu dari kemarin tetapi aku malah menggunakan uang itu aku kira aku akan menang ternyata aku akan kalah, " terlihat sangat paman dengan malu-malu mengatakan hal ini dan merasa tidak bersalah sama sekali.
"Apaaa!!!!!! jadi kamu menggunakan uang sebanyak itu untuk bermain-main dan kamu sama sekali tidak memberitahu aku? ! " Bibi sarah mulai emosi dan hampir saja meledak karena tindakan suaminya yang begitu bodoh.
"Kenapa? Lagian dia itu terluka karena berkelahi dengan teman-temannya dan aku lihat dia sama sekali tidak terluka Parah jadi aku memakainya, " jawab sang suami yang masih berada di depan ruangan Azka.
"Hhhhaaaaahh.... dasar suami bodoh dan tidak berguna kenapa aku malah menikah denganmu andai saja dulu aku tidak menikah denganmu maka aku tidak akan seperti ini!! seharusnya kau berpikir panjang untuk tidak menghabiskan uang yang begitu banyak dalam sehari! Kau itu bodoh kau ini tidak bekerja kenapa kamu malah habiskan! "bentak bibi sarah yang hampir membuat suasana di sana terdiam semua karena saking kerasnya bentakan bibi sarah.
" Ya mau gimana lagi aku sudah kalau judi dan uang itu juga sudah tidak ada harusnya kamu jangan marah dong, ya sudah kamu nggak perlu marah lagi biar aku kita lagi sama pengacara itu karena sekarang Azka masih ada di rumah sakit, "paman mulai memiliki rencana untuk meminta uang kepada pengacara lagi.
__ADS_1