
Azka tidak menginginkan uang pemberian dari seseorang apalagi uang itu sangat banyak bagi dirinya.
Azka sebenarnya bahagia sekali ketika berangkat sekolah tetapi ketika dia pulang merasa takutnya akan kembali lagi.
Dia akhirnya pulang ke rumah dan seperti biasa tidak ada siapa-siapa.
"Aku pulang" Azka membuka pintu rumah kemudian masuk ke dalam kamar dia setelah menyimpan tas dan juga peralatannya akhirnya kembali lagi ke dapur membereskan barang-barang yang berantakan seperti piring yang kotor.
Azka kemudian mencuci piring tidak lupa membereskan ruangan tamu agar tidak terlihat kotor karena setiap pamannya mabuk maka barang-barang pasti akan berantakan.
Jadi Azkalah yang akan membereskan semua kekacauan yang telah terjadi.
Kini Azka sudah selesai melakukan tugasnya dan dia ingin beristirahat untuk menonton televisi, lalu bibi sarah kemudian pulang dia seperti biasa berdandan dengan cantik.
Tidak beberapa lama kemudian akhirnya sang paman pulang juga menyusul Bibi Sarah, tapi kali ini ada yang berbeda sekali Bibi Sarah menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa menikmati sebuah kopi yang telah dihidangkan oleh Azka.
__ADS_1
Kini bibi sarah tidak banyak omong lagi dia memberikan uang untuk suaminya itu.
"Sayang, aku hanya bisa memberikan sedikit uang untukmu kalau kamu ingin bermain judi silakan kalau kamu ingin mabuk-mabukan silakan, " Itulah yang dikatakan oleh bibi sarah kepada suaminya sambil duduk di atas pangkuan sang suami.
Sang paman tentu merasa amat bahagia melihat istrinya yang begitu baik di saat ini, Azka merasa heran kenapa tiba-tiba bibi Sarah menjadi baik.Tpi Azka, dia selalu berpositif thinking.
Mungkin memang bibi sarah lagi banyak uang saja.
Pukul 8 Malam, sang paman setelah melakukan olahraga bersama bibi Sarah dia langsung berpamitan kepada bibi Sarah untuk pergi bermain judi pada malam hari.
"Dahh sayang.... muachhh..... " sang Paman memberikan kecupan yang begitu amat mesra kepada Bibi Sarah ketika hendak pergi meninggalkan rumah untuk bermain judi.
Azka di saat itu diperintahkan oleh Bibi Sarah untuk segera masuk ke kamarnya dan jangan pernah keluar.
Ya tentu saja dia mengikutinya, dia tidak ingin mendapatkan konsekuensi yang begitu parah. Azka dengan watak yang menurut akhirnya masuk ke dalam kamar dan mulai belajar.
__ADS_1
Tapi, tiba-tiba terdengar seseorang yang datang ke dalam rumahnya dia juga mulai penasaran akhirnya Pergi melihatnya melalui jendela.
Azka yang merasa penasaran mulai mengintip melalui jendela kamarnya dan terlihat seorang pria yang mengatur pintu kemudian disambut oleh Bibi Sarah dengan penuh ramah.
Namun Azka sama sekali tidak mengetahui hal tersebut ternyata Bibi sarat sedang selingkuh dengan seseorang.
Azka yang masih kecil tidak tahu apa-apa dia berpikir kalau pria Itu adalah saudaranya jadi dia tidak terlalu memikirkannya.Hingga, hampir setiap malam pria tersebut datang ke rumahnya dan Azka yang sedang belajar juga merasa terganggu mendengar teriakan-teriakan dari bibinya.
Kebetulan Bibinya berteriak dengan cukup keras, akhirnya dia merasa khawatir kepada bibinya takut terjadi apa-apa.Jadi dia mulai keluar kamar dan mengetuk pintu bibinya.
"Bibi.... bibi......!! "
Tok.... tok.... tok....
"Hah? " Sang bibi terkejut mendengar ketukan pintu dan suara Azka.
__ADS_1
Sang bibi segera mengambil selibut yang kemudian membuka pintu dengan penuh amarah.
"Azka!!! bibi bilang sama kamu jangan pernah membuka pintu kamarmu sebelum Bibi memintanya ! " bentak sang bibi dalam keadaan di tutupi slimut.