
Azka membuat keributan dan kehebohan di dalam kelas karena siswa-siswi tergila-gila dan membicarakannya.
"Wahhh..... ini orang benar-benar dan Ini semua adalah penghinaan untukmu bos, " kata Dao melihat ke arah Yeng Zi.
"Sial! kenapa dia malah masuk ke dalam kelasku! " Yeng Zi tidak ingin kalau pacarnya itu jatuh cinta kepada Azka.
Azka baru saja duduk dan banyak sekali wanita-wanita yang liriknya termasuk para pria yang sangat iri kepadanya.
Dari penampilan Azka dia sangat sederhana sekali dan tidak terlalu mewah yang banyak sekali memikirkan kalau dirinya adalah orang biasa saja.
"Hai.... aku Bao Bee, " seorang pria yang duduk di sebelahnya memakai kacamata minus langsung mengajak berkenalan.
"Azka... " Azka langsung menjawabnya dengan sangat ramah sekali.
Bee sangat senang sekali Baru kali ini ada seorang pria yang mau berkenalan dengannya bahkan mau berteman dengannya padahal Azka adalah orang yang tampan dan bisa menjadi pria terpopuler di kampus ini.
__ADS_1
"Oh iya, Kalau boleh kamu nanti aku aja ke kantin mau nggak? "ajak Bee yang sangat bersemangat sekali untuk berteman dengannya karena jika dirinya bertemu dengan orang yang terpopuler mungkin dirinya juga akan terbawa.
" Maaf, tidak bisa, makasih, "Azka langsung menolak mentah-mentah tetapi dia tidak terlalu sombong.
" Baik, "kata Bee sangat kecewa sekali karena dirinya ditolak.
Bee berpikir kalau dia tidak bisa berteman dengan siapapun bahkan anak baru ini juga tidak bisa.
Dosen kemudian setelah beberapa jam menjelaskan materi-materi kepada siswanya dan seperti biasa sesuai waktunya dia akan pergi setelah menyelesaikan tugasnya.
"Boleh minta nomornya? "ucap seorang wanita.
Maka membuat wanita-wanita lain juga ikut berdatangan dan meminta nomor handphonenya untuk mereka simpan.
Azka baru saja ingin menjawab mereka tiba-tiba Yeng Zi dari kejauhan langsung melototinnya memberi isyarat untuk ancaman.
__ADS_1
Maka wanita tersebut yang ingin meminta nomornya langsung berbagi lagi dan meminta maaf kalau dirinya tidak ingin meminta nomor tersebut, bukan satu wanita dua wanita tetapi wanita-wanita lainnya juga langsung pergi karena dari kejauhan yeng zi menandainya.
"Hah, sungguh aneh sekali mereka semua tapi baguslah kalau mereka tidak menyimpan nomorku, " ucap Azka dalam hati.
Azka dari tempat duduknya bergegas keluar dari ruangan dan dia perlahan menuju ke sebuah kantin, dia berjalan-jalan karena dirinya baru saja pertama kali masuk ke dalam kampus ini dia tidak tahu kantin itu berada di mana.
Karena kampus ini terlihat sangat luas sekali.
"Hah, konyol sekali aku sudah terlihat sangat keren dan banyak disukai orang-orang tetapi akan sangat malu bagi diriku jika aku bertanya kepada orang lain kalau aku tidak mengetahui kantin, " Azka gengsi juga, dia tidak bisa bertanya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya mengenai kantin, terpaksa dia harus menahan rasa laparnya dan pergi ke sebuah perpustakaan untuk membaca beberapa buku.
Azka menahann rasa laparnya dan ia sudah sampai di sebuah perpustakaan kemudian dia masuk untuk mencari beberapa buku.
Di saat itu, dia melihat sebuah buku mengenai cerita tentang pembunuhan dan juga bela diri dan dia sangat tertarik dan ingin meminjamnya.
Azka menyebarkan diri untuk membaca buku di perpustakaan itu.
__ADS_1
Tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampirinya.