Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 87 : Pulang


__ADS_3

"Ko bisa? kamu sama mereka? " tanyanya masih membersihkan luka yang ada pada kaki Azka.


"A... aw... anu..... sebenarnya saya kemarin ditolong oleh mereka dan tidak tahu kenapa saya malah tidak bisa keluar dari rumahnya, " ucap Azka yang hampir kehabisan tenaga.


"Ibu juga tau, dulu juga anak ibu lernah dibawa oleh mereka tetapi mereka malah memburunya dan tidak boleh memperbolehkannya keluar, justru anak ibu waktu itu meninggal dunia karena mereka tetapi walaupun sudah dilaporkan kepada polisi mengatakan kalau anak Ibu meninggal karena sebuah kecelakaan saja, tetapi ibu tau kok, sebenarnya yang melakukan itu adalah mereka berdua dan juga Ibu mendapatkan informasi dari tetangga yang lainnya kalau mereka itu ternyata sudah kurang waras karena mereka kehilangan cucunya, bisa dibilang jika ada seorang anak kecil maka mereka akan membawanya pulang, "sang ibu menjelaskan dengan cukup panjang lebar dan membuatnya selesai membersihkan luka dan membalut.


Azka hanya terdiam setelah mendengar kata-kata itu pantesan saja ketika kemarin dia selalu dipanggil sebagai cucunya.


" Okeh, Sebenarnya saya di sini hanya sedang berjaga-jaga saja karena saya tidak punya anak lagi , dan saya hanya menolong anak-anak yang dibawa oleh mereka, "kata Sang ibu yang menolongnya tersebut.


Di rumah kecil yang terbuat dari kayu itu mereka berdua mulai tinggal dan tidur bermalam di sana.


Azka mencoba untuk menidurkan dirinya tetapi rasa sakit yang ada di kakinya membuat dia tidak bisa tenang.

__ADS_1


Dan sang ibu yang menolongnya barusan dia juga tidak tidur sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.


Esok hari~~~


Sang ibu yang membantunya semalaman itu ternyata sudah bangun terlebih dahulu dan membuatkan sarapan yang sangat sederhana, dia hanya membuat nasi yang sedikit dan juga sebuah sayur kol saja.


Azka mulai terbangun dari tempat tidurnya yang di mana alasnya adalah sebuah tikar saja tidak ada kasur yang empuk.


Dia mulai berdiri dengan jalan yang terpapah-papah menuju ke sang ibu yang sedang memasak.


Akhirnya mereka berdua mulai sarapan di pagi hari.


Ketika sudah selesai sarapan Azka ingin segera pergi dari tempat itu dan pergi mengunjungi bibinya yang sudah lama tidak dia temui.

__ADS_1


Tapi orang tersebut dengan baik hati ingin mengantarnya walau dia mengantarkannya menggunakan sepeda motor kecil.


Dengan begitu dia hanya mengangguk dan merasa sangat tenang karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan bibinya.


Setelah ditanya beberapa saat dia sebenarnya tidak mengenali rumah bibinya tetapi dia mengingat sekolahnya dan memberitahu kepada orang yang membantunya itu.


Maka dengan memberitahu sekolahnya itu maka orang tersebut mengetahuinya dan segera mengantarnya, ternyata waktu menuju ke rumah bibinya cukup jauh juga mereka mulai melakukan perjalanan hingga 2 jam.


Setelah itu, dari arah sekolah akhirnya sampai ke rumah bibinya.


"Nah ini.... "Azka dengan gembira langsung menuju ke rumah bibinya dan menurunkan tubuhnya dari motor kecil itu.


Terlihat Aura kebahagiaan yang ada pada dirinya, setelah sampai di rumah bibinya dia langsung berterima kasih kepada orang yang menolongnya tersebut.

__ADS_1


" Terimakasih banyak bu, "Azka Melambaikan tangannya memberi isyarat untuk perpisahan dengan rasa terima kasih.


Kini orang tersebut langsung pergi karena dia juga tidak ingin bertemu dengan bibinya Azka.


__ADS_2