
"Aduh.... kenapa bisa putus sih? aneh sekali di rumah ini, " Bahkan Azka hampir bingung sekali tidak tau harus bagaimana agar bisa menelpon polisi.
Di saat dia bingung tidak sengaja matanya melirik ke samping kanan dan terlihat sebuah handphone milik kakek.
Azka mengetahui mungkin dengan handphone tersebut dia bisa memanggil polisi dan meminta bantuan, tetapi yang dia takutkan adalah handphone tersebut hampir dekat dengan sang kakek.
Handphone tersebut berada di samping kursi meja yang diduduki oleh sang kakek, namun letaknya cukup jauh.
Demi bisa memanggil polisi akhirnya dia bertekad untuk mengambilnya.
"Azka......!!!! " tiba-tiba sang nenek berteriak dari dalam memanggil namanya.
Sontak Azka yang akan bertindak langsung ketakutan dia langsung lari ke dalam kamarnya dan menyahut.
"Iya nek? " jawab Azka.
__ADS_1
Sang nenek setelah berteriak seperti itu dia tidak merespon apa-apa lagi seolah-olah semuanya sangat aneh sekali.
Azka tidak terlalu berani mengambil handphone yang berada di samping kakeknya dia mulai frustasi hendak melarikan diri dari tempat ini.
"Aha...... ngapain aku harus nelpon polisi Kenapa aku tidak kabur dari rumah ini saja? "pikir Azkan di dalam hatinya untuk mencari jalan keluar dari tempat ini.
Ya, bener Azka yang berada di kamarnya langsung pergi ke jendela itu adalah hal yang pertama dipikirkan setiap orang untuk kabur dari rumah.
Namun, dia sangat terkejut karena dia berada di lantai dua dan dia tidak bisa lompat ke bawah bisa membuat dirinya sangat berbahaya.
Tap.... tap.... tap....
Azka masih melihat mereka berdua berada di tempat yang sama dan dia berpura-pura bermain dengan mainan yang ada di kamarnya sambil membawa ke bawah menuju jendela yang ada.
Azka layaknya seorang anak kecil bermain-main dan membuat sang kakek yang melihatnya terasa senang seperti cucunya sendiri.
__ADS_1
Padahal Itu semua adalah triknya agar dirinya bisa mendekati jendela tanpa ada rasa curiga, Azka 😘 setelah sampai di tujuannya dia hendak membuka jendela dan kabur dari tempat ini, tapi Sangat disayangkan ternyata jendela itu dipaku dengan sangat kuat.
"Astga.... sebenarnya ini adalah rumah atau penjelasan Kenapa aku tidak bisa keluar sama sekali"Azka hampir putus harapan tidak ada jalan, tetapi dia melihat ke pintu belakang dan ini mungkin adalah salah satunya jalan.
Dengan begitu, dia berpura-pura pergi ke dapur untuk mengambil minuman tetapi kedua bola matanya masih melihat ke arah pintu apakah pintu itu terkunci atau tidak.
Satu teguhkan dari mulutnya akhirnya turun ke bawah, dengan begitu dia berpura-pura merasakan nikmat dari hausnya.
"Ahhhhh...... legaa.... ".
Azka mendengar tidak ada pergerakan dari mereka berdua akhirnya langsung cepat-cepat pergi ke pintu itu dan memegang gagangnya, memang benar walaupun itu pintu tetapi ternyata pintu dikunci dan kunci tersebut dipegang oleh sang nenek.
Rasanya Azka ingin sekali berteriak dengan sangat keras karena tidak bisa keluar dari tempat seperti ini.
Dia bingung harus berbuat seperti apa, ketika dia sedang melamun dengan mainan-mainannya dia teringat dengan sang nenek yang selalu memasak makanan yang banyak.
__ADS_1
Azka mengetahui kalau neneknya pasti akan pergi ke pasar atau ke toko untuk berbelanja, maka di situlah dia bisa keluar.