
Azka ingin membuka pintu tersebut tetapi terkunci alhasil ia harus mencari cara untuk membukakannya, tetapi dia tidak tahu kunci yang ada di kamar Itu di mana jadi dia mencari kamar yang lainnya di mana kamar tersebut adalah tempat tidurnya si pria.
Azka dengan perlahan membuka pintu kamar agar tidak diketahui dan dia melangkahkan kakinya dengan tanpa suara.
Tapp... tapp... tap...
Azka yang berhasil masuk ke dalam kamar itu dia mulai mengobrak-abrik kamarnya, dia langsung mencari ke lemari kecil dan mencari kuncinya tetapi tidak ditemukan juga.
Saat itu, dia sudah berusaha untuk mencari di mana-mana tetapi sama sekali tidak ditemukannya.
Akhirnya ketika dia pasrah dengan keadaan tidak sengaja dirinya melihat ke atas dan ternyata kunci itu digantung di sebuah paku.
Kemudian, Azka yang di mana menurutnya Masih pendek dia menjadi sebuah kursi untuk sebagai ganjalan agar bisa meraih kunci yang ada di atas. Ia kemudian mengambil sebuah kursi di depan sebuah cermin dan dia membawanya dengan sangat Pelan sekali.
Dan kursi tersebut akhirnya sudah ada di sana dan dia menaikinya dengan perlahan dan akhirnya dia bisa mengambil kunci tersebut.
"Hoammm..... ".
Di saat Azka berhasil mengambil kuncinya tiba-tiba pria tersebut bangun dengan keadaan yang masih ngantuk, pria tersebut langsung turun dari tempat tidurnya dan membuat Azka sangat ketakutan dan gemetaran hingga dirinya langsung berkeringat dingin.
Azka langsung bersembunyi dengan merangkap menuju ke bawah ranjang pria tersebut, tetapi ternyata pria tersebut lagi mengigau, pria tersebut hanya berjalan beberapa langkah akhirnya langsung membantingkan dirinya di atas ranjang lagi dan tertidur pulas.
"Huh..... untung saja selamat.Hampir aja bikin aku deg-degan, " Azka mulai tenang di bawah ranjang sambil menghela nafas lega.
"Ciluk.... Baaaa!!!! " langsung saja dirinya dikagetkan oleh pria tersebut yang melihat ke bawah dari atas ranjang.
"Aaaa!!!!!! ".
Sontak Azka yang baru saja menghilang nafas lega dia langsung panik seperti kamu lihat dirinya sudah diketahui oleh pria itu.
__ADS_1
Pria tersebut langsung turun dan mencoba untuk menarik kaki Azka.
Azka yang sangat panik mencoba melepaskan diri dari pegangan pria tersebut dan dia langsung menendang hingga mengenai ke arah kepala pria tersebut.
"Hayo!!! kamu kira dari tadi aku tertidur ?dan kamu bisa seenaknya masuk ke dalam kamar ini? ternyata hari ini aku mendapatkan mangsa baru dan ini adalah masa gratis karena kamu sendiri masuk ke dalam rumahku, " usia pria tersebut nyengir sambil memegang kaki Azka.
Azka dengan sekuat tenaga langsung menendangnya hingga dirinya bisa melepaskan diri dan kemudian dia bangun dari bawah ranjang itu dan pergi ke luar kamar.
Kini pria tersebut juga tidak terlalu capek-capek untuk mengejarnya karena dia tahu rumah yang dia tempati itu sudah dia kunci dari tadi.
"Yuhu..... bocah kecil kamu mau ke mana pas Dimas aja kamu kabur dari sini aku pasti akan menangkapmu cepat atau lambat, " teriak pria tersebut yang membuat dirinya ketakutan.
Azka berlari dan dia langsung bersembunyi di bawah kolong meja makan, dia menahan nafasnya agar tidak terengah-engah hingga kedengaran oleh pria itu.
Tapi pria tersebut juga tahu dengan langkah perlahan akhirnya membuka tirai yang menutupi meja makan tersebut.
"Baa!!?? kamu mau lari ke mana percuma saja mending kamu masuk ke dalam kamar temani gadis kecil itu, " kata-kata pria itu sangat lambat apalagi di malam hari dan membuat anak kecil pasti sangat ketakutan.
Dia dengan mudah langsung berlari-lari dari rumahnya itu walaupun rumahnya itu sudah terkunci.
Dan hal tersebut membuat pria menjadi sangat capek dan membuat dirinya sangat marah sehingga tidak sabar ingin menangkap Azka segera.
"Sial! kalau sampai kamu dapat dan ada di tanganku akan aku pastikan kamu tidak akan bernyawa lagi? dasar bocah sialan emang gak ada tempat lain apa untuk bermain-main? " pria tersebut yang sudah kesal langsung berlari mengejar Azka.
Kini mereka berdua langsung saling mengejar dan dikejar hingga akhirnya Azka yang sudah terpojok di dapur dia hanya bisa diam.
Kini Iya tersebut langsung melebarkan kedua lengannya untuk menangkap anak kecil itu atau Azka.
"Hahaha.... hiya...... " dan pria tersebut karena Azka terpojok di sudut ruangan dapur dia langsung menangkapnya, tetapi Azka yang cerdik itu tidak tertangkap dia justru malah menunduk ke bawah dan bisa menghindari tangkapan si pria itu.
__ADS_1
Tapi hal tersebut membuat si pria tidak seimbang dan tidak karuan, yang membuat dirinya jatuh dan kebetulan di depannya ada sebuah pisau yang berjajar di dalam rak.
Srettt....
Sangat di sayangkan sekali ternyata pria tersebut mengenai sebuah pisau yang di mana pisau itu mengenai lehernya yang membuat dia langsung meninggal dunia tanpa bersusah payah.
Darah pun langsung bercucuran ke bawah membasahi lantai-lantai yang mereka injak. Azka mengetahui kalau dirinya meninggal tetapi dirinya tidak memiliki banyak waktu lagi dan dia langsung pergi dari tempat tersebut menuju ke ruangan Laila.
Tok... tok... tok...
"Lailaa... lailaa...... " Azka berteriak.
Laila yang tidur akhirnya terbangun setelah mendengar teriakan yang menurut saya tidak asing.
"Kak Azka.... Kak Azkaa....... " laila langsung mengenali suaranya dan dia beralih menuju ke arah pintu, dan terus mengendor pintu tersebut.
Azka dengan sangat cepat akhirnya membuka pintu tersebut dan membuat Laila terbebas.
Laila yang melihat sesosok penyelamat langsung memeluknya apalagi penyelamatnya adalah orang yang dia sukai.
Suka sebagai kakak, bukan pacar.
"Hiks.... Kakak aku takut banget dari tadi aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku pikir aku akan berakhir di sini dan tidak ada yang bisa menyelamatkanku, " laila menangis sejadi-jadinya.
"Cup cup cup.... jangan nangis ya aku janji akan melindungi kamu apalagi kamu lah yang telah menyelamatkanku waktu kemaren, " Azka memeluknya dengan penuh kehangatan rasa saudara.
Dan mereka pun langsung mencari jalan keluar dari rumah ini, mereka tidak bisa keluar melewati pintu depan dan Setelah beberapa lama akhirnya mereka menuju pintu belakang dan berhasil lolos dari rumah tersebut.
"Oke, sekarang kamu jangan nangis lagi ya dan kamu harus ikuti apa yang aku katakan jangan menangis atau apapun itu, "kata Azka.
__ADS_1
Di saat itu, Azka dengan pemikiran yang hampir dewasa langsung menghidupkan sebuah kompor gas yang ada dalam rumah itu, dan setelah beberapa lama meminta Laila untuk pergi menjauh dia langsung melemparkan api ke dalam.