Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 82 : Wajah Aslinya


__ADS_3

Azka memang merasa sangat senang apalagi dia mendapatkan perilaku dari mereka dengan sangat baik, tetapi setelah satu hari semuanya malas semakin aneh dari keluarga tersebut.


Seperti biasanya sang nenek akan memasak makanan yang begitu banyak Kemudian menyuguhkan untuk Azka maka di pagi hari.


Tapi, setelah hari pertama ketika dirinya merasa senang kemudian makan dengan lahap dia pun merasakan kenyang.


"Ahh..... masakan Ini enak sekali aku sudah kenyang sekarang, " Azka menghentikan tangannya untuk mengambil makanan tersebut.


Tapi sang kakek malah mengambil beberapa makanan dan memasukkan ke dalam piring milik Azka.


"Nak Azka...... ayo kamu makan yang banyak sebentar lagi kamu akan dewasa dan kamu perlu pertumbuhan yang baik,"Azka dipinta sang kakek untuk memakan makanan yang ada di meja bahkan yang lebih parah adalah sang nenek memintanya untuk menghabiskan semuanya.


"A... anu.... Azka sudah kenyang, " kata Azka yang tidak sanggup untuk menghabiskan makanan yang ada di atas meja itu.


Lalu sang nenek tidak melihat pergerakan dari Azka untuk memakan makanan yang ada dia segera menghampirinya dengan cepat langsung menyuapinya.

__ADS_1


"Gak nek, saya kenyang".


" Cepatt habis kan! "Tiba-tiba sang nenek membentak dengan nada yang cukup tinggi yang membuat Azka terkejut.


Sang kakek yang makan perlahan juga tidak banyak omong apa dia hanya melanjutkan makanannya.


"Azka, nenekmu sudah banyak membuat makanan Kenapa kamu tidak memakannya?Kamu tidak menghargai nenekmu? "ucap sang kakek.


Azka yang merasa tidak enak apalagi terlihat amarah dari sang nenek, dia ketakutan dan dengan perlahan mengunyah makanan yang ada di atas meja secara pelan.


Azka merasa sangat bingung kenapa Sikap mereka aneh sekali.


Di saat makan, Azka karena rindu dengan bibinya dia bertanya kepada mereka berdua kapan akan menelepon polisi agar dia bisa pulang secepat mungkin.


Jadi setelah pertanyaan itu sayang kakek tidak menjawab apa-apa dia hanya pergi ke depan pintu setelah itu mengunci pintu dengan rapat.

__ADS_1


Dan sang nenek hanya membereskan sisa-sisa makanan yang sudah dimakan.


Azka sekali lagi bertanya kepada mereka berdua kenapa tidak melapor kepada polisi karena dia ingin segera pulang.


BRUUKKKKK......


Satu tancapan garfu mengenai atas meja makanan dan membuat suara yang menakutkan.


"Nak, kamu itu tidak boleh kemana-mana apalagi pulang kamu itu adalah cucuku, sebentar lagi kamu akan besar dan nenek tidak ingin kamu pergi ke mana-mana dan hilang" ujar sang nenek setelah mengatakan hal itu pergi meninggalkan meja makan meninggalkan Azka sendirian.


Azka semakin bingung, dia sebenarnya bukan cucunya.Dia akhirnya kenyang, dan masih ada beberapa sisa makanan di atas meja,karena takut dimarahi dia berpura-pura memakannya tetapi membuangnya ke tong sampah.


Di ruangan yang cukup besar itu hanya ada nenek dan sang kakek yang tinggal, karena Azka tidak mendapatkan bantuan dari mereka dia berinisiatif untuk menelepon polisi secara langsung.


Jadi dia mulai melihat suasana dan di saat itu sang Nenek sedang menjahit baju di kamarnya, dan sang kakek sedang menonton televisi di ruang tamu.

__ADS_1


Azka diam-diam menghampiri telepon rumah kemudian memanggil nomor polisi untuk meminta bantuan.Tapi sangat disayangkan karena kabel dari telepon tersebut sudah diputuskan.


__ADS_2