Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 68 : Kabur


__ADS_3



Yah Betul saja paman yang baru saja meminta tebusan kepada pengacara hendak mengecek keberadaan keponakannya yang baru saja dia culik.



"Apa???? kalian semua itu aku bayar menggunakan uang kenapa kalian malah tidur bermalas-malasan? " ujar paman dengan marah karena melihat anak buahnya malah tertidur.



"Maa... maaf".



" Maaf tuan, "pria yang ditugaskan untuk menjaga keponakan yaitu akhirnya terbangun dan akan melihat keberadaan Azka.



Tapi mereka semua sangat terkejut karena pintu untuk mengunci keberadaan keponakan itu ternyata sudah terbuka dengan lebar.



" Apa!? jangan-jangan" pamannya terlihat panik dan buru-buru masuk ke dalam untuk melihat Azka.



Benar saja sesuai dugaan dia merasa amat marah sekali karena kedua anak buahnya itu tidak bisa menjaga seorang anak kecil saja.



"Tuan..... tetapi saya tidur itu baru saja tadi saya lihat dia masih ada di sini kenapa dia sudah tidak ada? " bingungnya sendiri.

__ADS_1



"Sudah! saya tidak peduli apa yang kalian katakan Cepat sekarang cari dia dan kemungkinan dia tidak akan jauh dari sini! " perintah sang paman kepada kedua anak buahnya itu yang tidak becus.



Azka untung saja sudah melewati kayu yang rapuh itu dan keluar dari gudang yang sudah lama.



Mereka bertiga langsung berpancar untuk mencari keberadaan Azka, seorang pria yang memakai jaket hijau dengan rambut yang cukup panjang melihat sebuah kayu yang sudah dicopot.



"Tuann.... tuannn....!!! " teriak pria tersebut kepada paman.



"Ada apa? Apakah kalian menemukannya? " sahur sang paman yang hendak mendekatinya.




" Bodoh! ayo coba cari dia! Aku yakin dia tidak akan lolos dari tempat yang sepi seperti ini! " sang Paman langsung bergegas dengan kedua anak buahnya untuk mencari keluar.



Dan Azka, dia sudah berhasil keluar dari gudang yang sudah lama tak terpakai itu, dengan usahanya dia bisa melewati lubang kayu yang baru saja dia buka.



Azka sangat ketakutan hampir saja jantungnya copot karena kejadian itu, tetapi di malam yang buta dia tidak bisa lari kemana-mana apalagi keadaan sangat gelap.

__ADS_1



Ketika dia baru saja keluar yang dia lihat ternyata hanya pepohonan pepohonan yang menjulang cukup tinggi.



Pada malam hari, Azka walau kabur melewati tempat ini tentu saja dia akan segera ditemukan oleh para penculik itu.



Dengan demikian dia tidak bisa terus berlari karena kecepatan larinya sangatlah rendah, maka dia memutuskan untuk mencari sebuah pohon untuk dia naiki dan bersembunyi di atas pohon.



Suasana yang sangat dingin sekali dan membuat kekuatan dia seperti melemah, namun Azka bertekad untuk bisa kabur dari para penculik itu.



Azka setelah berusaha dan berjuang akhirnya dia bisa menaiki sebuah pohon yang cukup tinggi, dia yang sudah masuk area hutan sudah menaiki pohon dan dia harus tertidur di atas sana.



Kini dia harus bersembunyi di situ sampai menjelang pagi,tetapi dia masih saja berdebar sangat kencang melihat para penculik itu mencarinya dan menggunakan sebuah senter yang cukup terang.



"Azka...... Azka keponakanku, " ujar sang Paman mencari keberadaan Azka.



Lalu kedua anak buahnya juga mengikutinya dari belakang, tapi Azka dia terus bersembunyi di atas pohon sampai-sampai dia mencari sebuah pohon yang banyak dedaunannya dan dia mencoba untuk bersembunyi.


__ADS_1


Azka yang masih kecil bisa bersembunyi di sebuah dahan pohon yang ditutupi dedaunan yang sangat lebat .


__ADS_2