Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 11 : Melawan


__ADS_3

Azka mencoba menahan dirinya dan tidak melihat ke arah wanita tersebut karena bagaimanapun juga dia merasa sangat simpati kepada dia.


Azka terus saja menuduhkan Kepala dia mencoba untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa namun teriakan wanita itu membuatnya tidak bisa diam lagi karena wanita itu mabuk tiba-tiba tidak sengaja membuatnya terjatuh di hadapan meja makan mereka berlima.


Brukk....


"Awh.....".


Pria yang terus memarahi wanita tersebut dalam keadaan mabuk dan memukulnya langsung menghampirinya kemudian menarik wanita untuk menamparnya lebih keras lagi tetapi kini Azka merasa tidak tahan lagi dan menangkis pukulan dari pria tersebut.


Huft....


"Azka...." sontak ke 4 teman-temannya kaget melihat tindakan dari Azka.


Pria yang baru saja menganiaya seorang wanita yang sedang mabuk langsung bertanya dengan sangat tegas sekali.


"Apa? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu harus ikut campur? dia itu adalah pacarku jangan ikut campur kalau tidak kamu akan menyesalinya!! " pria yang berbadan tinggi dengan kepala yang botak dan memakai baju putih disertai jaket hijau muda tidak menerima bantuan dari Azka.


"Maaf, bukannya aku ikut campur dan aku tidak tahu siapa dirimu tetapi kamu tidak boleh memperlakukan wanita seperti itu bagaimanapun juga Kamu lahir dari seorang wanita," ucap azka.


"Hahahahahah..... Emangnya loe siapa berani-beraninya loe nasehatin gue mendingan sekarang lo pergi juga dan diam anggap semua nggak pernah lo lihat kalau tidak gua bakal habisin lo!!" ancam pria tersebut dengan sangat keras.


Lalu wanita tersebut juga ingin berbicara walaupun dia dalam keadaan mabuk tetapi kata-katanya membuat pria gemuk tersebut merasa sangat marah,sekali lagi dia langsung menjambak rambut wanita itu tetapi Azka membantunya dan mendorong pria tersebut menggunakan kakinya dan menedangnya sehingga terjatuh.


Bruak....


Azka mengambil kesempatan tersebut dan menarik wanita itu untuk menolongnya kemudian dia berada di depan wanita untuk melindunginya dari pria kasar itu.


"Awhhsss...... Sudah kubilang kamu jangan pernah menggangguku!!! Hey cepat hajar dia," Ternyata pria tersebut sama sekali tidak sendirian dan dia membawa beberapa temannya kemudian ada tiga pria yang berbadan besar dan beberapa tato yang cukup mengerikan menghampiri Azka.

__ADS_1


Mereka bertiga yang memiliki tato penarikan itu langsung menghadap ke arah Azka dan mereka akan bersiap-siap untuk menghajarnya.


"Awas aja loe.... cepat habis dia gue nggak mau tahu pokoknya gue pengen dia menyesalinya atas tindakannya!" kata Pria baju putih itu.


Huft.....


Chiaa.....


Pria yang memiliki otot besar tersebut sudah tidak tahan ingin menghajar Azka dan ya secara mendadak langsung menghadangnya menggunakan sebuah tinju dengan kekuatan yang besar tetapi sangat disayangkan sehingga tersebut ditahan oleh Rehan.


"Eitss...... kalian pikir yang punya teman itu kalian saja dia juga punya teman kali, Kami tidak akan menataku sama pecundang seperti kalian walaupun badan kami tidak sebesar apa dan kalian yang penuh dengan nasi," rehan berbicara menyombongkan dirinya dan terus saja memainkan hidung dengan tangannya seolah-olah dia adalah seorang jagoan.


"Ka...kalian!!!!! aku tidak pedulian pokoknya aja terus jangan sampai mereka lolos dari tempat ini!" pria gemuk tersebut yang di mana itu adalah keduanya merasa amat marah jadi dia langsung memerintahkan untuk segera menghajarnya secara brutal.


DRINKK....


DUAR...


Jak, dia juga tidak ingin meninggalkan aksinya Langsung Melompat melewati meja lingkaran bundar tersebut dan menendang ke tubuh pria yang berada di tengah.


BRUAKKK.....


ketiga pria tersebut baru saja sudah terkena pukulan oleh mereka.


"Cih...... sebenarnya aku tidak ingin berurusan dengan kalian tetapi karena kalian telah mengganggu anggota kami maka kami juga tidak akan segan-segan melawannya!"Dino meludahkan ke arah mereka yang membuat mereka semakin darah tinggi.


Azka, dia langsung membawa wanita tersebut ke samping untuk berlindung dari keributan yang akan terjadi karena dia tahu kalau keributan akan terjadi semuanya tidak akan beres.


"Sudah, kamu diam saja di sini," azka meminta wanita itu untuk berdiam diri dan berlindung di pinggir area pertempuran dan dia meminta wanita yang berada di sampingnya untuk menjaganya agar tidak pergi ke area pertempuran.

__ADS_1


Pelayan tersebut sebenarnya sudah terbiasa dengan hal ini jadi mereka sama sekali tidak pernah takut hanya menghindar saja untuk tidak membuat keributan bagaimanapun juga mereka semua tidak bisa melawan para gangster atau tidak bisa melawan orang-orang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi.


Azka seorang pria juga tidak ingin melewati hal ini dia sudah merasa kesal dengan pria yang berbaju putih tersebut dan ingin menghajarnya.Tapi, dia melihat keributan akan membuatnya kacau di tempat makan ini maka dia meminta tito untuk memancingnya keluar dari area tanpa tersebut agar tidak merusak properti yang ada di tempat ini.


"Oke, kalau soal itu kamu tenang saja aku akan membereskannya dengan secepat mungkin,"tito,jack,Rehan langsung melakukan aksinya dan mulai melakukan pertarungan dengan keempat pria yang tidak dikenalnya karena Tito tidak ingin masa properti dia mulai mundur beberapa langkah menuju ke jalan yang cukup luas.


Walaupun mereka semua memiliki tubuh yang sangat mengerikan dan juga besar tetapi kemampuan mereka sama sekali tidak ada tandingannya dengan Tito yang di mana dia adalah anak buah dari mafia yang sudah terlatih.


HIFT.....


Hiyaa....


Bukkk.....


Terdengar beberapa gerakan yang juga pukulan yang membuat suara yang cukup menggiurkan bahkan Rehan yang selalu bersemangat dalam perkelahian tidak sengaja mematahkan kaki dari anak buah pria yang berbaju putih itu.


"Ehhh....aduh...maaf, Maaf aku sama sekali tidak sengaja," rehan langsung berteriak menuju ke arah tito yang tertua dari anggotanya dia tidak sengaja mematahkan salah satu musuhnya.


"Aaaaaa!!!!" terdengar rincian dan kesakitan dari pria yang sudah dipatahkan kakinya bahkan ada beberapa rintihan yang kecil yang ditahan oleh pria-pria lainnya.


Azka dia mencoba untuk berusaha walaupun begitu dia menggunakan sekuat tenaganya untuk melawan pria tersebut tetapi karena ada bantuan dari temannya dia dengan mudah bisa melawannya.


Kini mereka berlima dengan cepat menyelesaikan pertempuran ini tentu saja mereka yang menang dan membuat keempat musuhnya Langsung kabur.


Orang-orang yang berada di area perkalian tadi melihatnya dan bersorak bertepuk tangan karena kemenangan mereka hal ini membuat mereka juga menjadi merasa bangga pada diri sendiri.


Azka langsung bergegas ke arah wanita yang mampu tari dan meminta wanita tersebut Mengantar ke rumahnya karena dia adalah seorang pria tidak berani mengantarkan seorang wanita ke rumahnya.


Apalagi, di saat tadi wanita tersebut adalah pacar dari pria itu.

__ADS_1


Kini wanita itu dalam keadaan mabuk pergi dan belum mengucapkan terima kasih tetapi temannya yang baru saja datang baru mengetahui apa yang telah terjadi dan sangat beruntung kini temannya membawa wanita yang mabuk untuk pulang dan berterima kasih kepada azka dan teman-temannya.


__ADS_2