Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 9 : Kehangatan


__ADS_3

Huftt.....


"Hoammm..... rasanya sangat lelah sekali Ayolah kita makan sama-sama yuk," kata Jak.


Ke masa Azka berumur 18 tahun lagi....


"Emmm.... Sudahlah jangan buang buang-buang kita tabung saja uang kita ," kata tito.


"Hahahahah, tumben banget kamu pengen nabung uang Emangnya kamu uang untuk apa?" tanya Jak.


"Halah, kamu nggak perlu tahu yang jelas aku mau nabung ngumpulin banyak uang," ucap Tito yang masih merupakan diri di atas ranjang bagian bawah sambil melihat ke atap-atap.


"Ahahh....... aku tahu kenapa dia ingin menabung, aku yakin dia itu melamar seseorang dan untuk menjadikan istrinya," tebak Dino yang yang duduk dekat jendela ssambil menghisap sebuah rokok kesayangannya.


"Wahhh..... gue juga baru inget ternyata kalau dia itu sudah punya pacar dan aku yakin dia bakal nikah duluan dari kita semua," ucap rehan mulai ikut campur dari percakapan mereka.


"Aduh..... kalian itu sebagai sahabat-sahabat aku ternyata sudah tahu rencana aku, Iya aku ingin melamar seseorang dan aku ingin berhenti dari pekerjaan ini karena aku sangat mencintai dia, aku sudah berpacaran dengan dia selama 2 tahun dan aku ingin serius sekarang dan bertemu dengan kedua orang tuanya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan,"ucap Tito.


Pantas saja, akhir-akhir ini Tito selalu saja melakukan tugasnya dengan baik dan dia selalu berusaha untuk menjadi orang yang terhebat dari anggota-anggota geng tersebut dalam melakukan tugasnya.

__ADS_1


"Eh Azka, Apakah kamu tidak pernah jatuh cinta kepada seseorang?" tanya dino.


"Ehh..... aku rasa semasa hidupku aku sama sekali tidak pernah jatuh cinta," kata azka membalas.


"Hahahahaha.....".


Tentu saja setelah mendapatkan jawaban dari Azka mereka semua tertawa terbahak-bahak karena mereka baru pertama kali mendengar jawaban dari seorang pria kalau dia tidak pernah jatuh cinta kepada seorang wanita dan hal itu sangat mustahil dilakukan.


"Azka....azka.... sebodoh-bodohnya manusia ketika mendengar jawabannya ini dia akan menjadi pintar, karena di dunia ini sama sekali tidak ada orang yang tidak pernah jatuh cinta Aku yakin kamu pernah jatuh cinta kepada seorang wanita," kata Jak.


"Iya aku itu ngomong udah jujur tahu aku memang nggak pernah jatuh cinta sama wanita selama hidupku aku selalu tersiksa," kata azka.


"Dino...... dia itu masih berumur 18 tahun masa depannya masih banyak kenapa kau malah mengajarkan hal yang tidak benar kepada dirinya, aku sudah tahu maksud dirimu Biarkan saja dia mendapatkan cinta sejatinya secara sendiri jangan kamu mengurusi kehidupan dalam percintaannya,"kata tito yang di mana dalam anggota mereka tito lah orang yang paling dewasa yang berumur 26 tahun.


Dino boleh tersenyum lebar dan dia mengatakan kalau dia hanya ingin mengajarkan tentang wanita saja kepada Azka agar dia tidak merasa kesepian.


Plakkk.....


Rehan memukul kepala Dino menggunakan Kipas kertas.

__ADS_1


"Heh dino, sekali lagi kau membahas wanita seperti itu aku akan memotong lehermu secara diam-diam, dia itu adalah pria yang sangat polos tahu, jangan sampai kamu mengotorinya," kata rehan puas sekali memukul Dino.


"Haiss.....kalian semua ini kenapa sih sama aku, bukankah Kalian juga pernah bermain dengan wanita jangan munafik ya kalian sama aku, jika kalian berbohong Aku bersumpah bahwa kalian semua tidak akan pernah memiliki masa depan lagi dalam burung kalian," ucap Dino mulai mengejek mereka semua yang ada di ruangan itu .


Jak tertawa terbahak-bahak kemudian sekali lagi mencubit lengan bagian dino.


"Kau ini, jika kau taruh saja berbicara mengenai wanita dan mengatakan hal yang tidak-tidak malam nanti aku pastikan kamu tidak akan pernah memiliki masa depan," ucapnya Jak menyeringai seolah-olah dia akan melakukan tindakan yang jahat pada dino.


Dino ketakutan, dia langsung memegang masa depannya dan bersembunyi di bawah selimut kemudian menutup mulutnya dan berjanji tidak akan membahas hal yang tidak- tidak.


"Makasih ya, berkat kalian semua aku merasa sangat senang sekali seperti memiliki keluarga," kata azka.


"Iya azka, aku juga akan menjagamu dengan sebaik mungkin karena kamu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri," ucao tito yang membuat semua orang merasa tersentuh sekali.


"DUAR........ kalian jangan marah sama dia ayo kita happy-happy karena kita sudah menyelesaikan misi kita dan kita akan mendapatkan bonus yang banyak dari ketua,"Rehan mulai mencairkan suasana di ruangan itu dan tidak ada kesedihan lagi pada mereka semua.


Kini suasana mereka sangat hangat sekali seperti keluarga, walau mereka adalah anak-anak yang sudah tidak memiliki Ayah atau Ibu mereka masing-masing.


"Emmmm gaes..... sudah malam nih daripada kita diam-diam di sini ayo kita keluar sekarang,"ajak Rehan.

__ADS_1


" Aayooooo!!!!" Azka semangat.


__ADS_2