Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 69 : Tidak di temukan


__ADS_3



Uuuu.... uuu.... uuuu



Burung hantu di malam hari terus saja berbunyi yang membuat suasana menjadi sangat takut.



Krikkk.... krikk.... krikkk.



Bahkan jangkrik, dia terus berbunyi membuat suasana seolah-olah memiliki irama di malam hari.



Namun di tengah kegelapan yang sangat menakutkan seorang anak kecil yang masih berumur 14 tahun karena memiliki tragedi dalam penculikan Dia hanya bisa bersembunyi di sebuah dahan pohon yang tertutup dedaunan lebat.



Azka, dialah Akza, sungguh dirinya memiliki nasib yang sangat malang sekali dari dulu, entah kenapa hari-hari yang begitu sial dia selalu mendapatkannya.


__ADS_1


Tapi Azka selalu berbaik hati dia berpikir suatu saat nanti dia akan mendapatkan kebahagiaannya kembali dan menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya.



"Ibu..... Ayah..... Azka takut..... " Azka walaupun di tengah kegelapan dia masih menangis menahan air matanya dan terus memanggil kedua orang tuanya yang sudah tiada.



Azka hanya bisa memanggil kedua orang tuanya dan meminta pertolongan supaya dia bisa sembunyi dari para penjahat ini.



Dan para pencuri tersebut sudah bersusah payah mencari keberadaan Azka, Bahkan mereka bertiga menggunakan sebuah senter besar dan mencari di mana-mana tetapi tidak ada.



"Hah! ini semua gara-gara kalian karena kalian tidak menjaganya dengan baik! kalau dia bisa hilang maka satu triliun itu tidak akan aku dapatkan! ! " Amuk sang Paman kepada anak buahnya yang sangat bodoh itu.




Azka mendengar percakapan mereka dari atas Tetapi dia sama sekali tidak berani membuka mulut atau membuat suara.



Lalu sang paman yang sudah kelelahan karena mencari semalaman akhirnya dia kembali lagi ke dalam gudang, lalu kedua anak buahnya yang bodoh itu terus mencari di malam hari sampai dapat.

__ADS_1



Tapi, mereka juga terlihat sangat malas sekali mencari seorang anak kecil di malam hari.



"Hamm..... ngapain sih harus cari dia ya kali kita harus mencarinya sampai dapat, " ujar seorang pria yang menggunakan jaket hijau itu kepada temannya yang botak.



"Bodoh! kalau sampai kita tidak mendapatkan anak itu uang yang kita dapatkan tidak akan banyak tahu! jadi kita sia-sia menculik anak itu! " kata pria botak itu yang terus bersemangat untuk mencari Azka.



Tapi pria yang menggunakan jaket hijau itu tetap saja dia merasa sangat malas sekali,bahkan dia malah menyandarkan dirinya di sebuah pohon yang cukup besar.



"Heyy.... daripada kita harus mencari-cari mendingan kita tidur saja di sini dan kita akan pulang nanti subuh dan berpura-pura kita tidak menemukannya dan sudah mencarinya susah payah, "saran nya.



" Hemmmm bener juga, lagian aku merasa sangat kedinginan sekali, "dan pria botak itu juga mulai menyandarkan dirinya di sebuah pohon yang membuat Azka ketakutan yang masih berada di atas.



Azka sangat menginginkan mereka berdua pergi dari hutan tersebut karena jika Azka jatuh, dan ketahuan, maka semuanya akan sia-sia saja.

__ADS_1



Dan kali ini semuanya berpihak kepada anak yang baik hati itu, mereka berdua berniat untuk tidur di hutan tetapi karena mendengar suara-suara yang menakutkan akhirnya mereka tidak sanggup lagi dan pulang ke gudang.


__ADS_2