
Wichen dan Azka sudah beralih sejauh mungkin dari tempat kejadian tersebut dan mereka berdua semoga tidak ada yang mengetahuinya kalau mereka yang telah membunuh pria tersebut.
Kini mereka berdua yang sedang panik duduk di sebuah kursi ,di bawah payung kecil yang di mana tempat ini adalah tempat orang jualan tetapi mereka berjualan di sore hari.
Azka melihat Kakak terbesar tersebut melihat ke arah belakang dan panik dia mencoba untuk menenangkannya dan untuk tidak terlalu memikirkannya apalagi dialah yang salah.
"Ka... kak.... tenanglah kakak tidak bersalah lagian itu adalah hal yang bagus untuk kakak lakukan, jika tidak maka Kakak akan menderita selamanya, "Ucap Azka yang memegang kakak terbesar itu dan mengusapnya.
Wichen kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk meriliskan dirinya dan setelah beberapa kali akhirnya dia tenang.
Sebenernya dirinya sama sekali tidak takut ditangkap polisi tetapi dia takut jika tidak ada dia maka siapa yang akan mengurus anak kecil yang ada di tempat itu.
__ADS_1
"Kak, Azka percaya kalau kakak tidak akan ketahuan lagian jarak tempat ini dengan rumah kakak itu sangat jauh, " kata Azka.
Setelah itu, semuanya mencoba untuk berpura-pura kembali normal dan tidak ada yang terjadi apa-apa dan sesuai perjanjian anak-anak tersebut langsung bertemu di jalan pertama dan mereka berkumpul untuk pulang bersama-sama.
"Laila, kenapa kamu membiarkan dia pergi sendirian sudah tahu dia itu baru pertama kali datang ke sini pasti dia akan terasa saat percuma saja kita akan menunggunya dia tidak akan kembali, " Zhao sudah merasa kesal karena menunggu kedatangan Azka begitu lama.
"Kak Zhao, Laila sudah mencoba untuk menghentikannya tetapi dia bersikeras untuk mencari barang-barang bekas katanya ingin mendapatkan lebih banyak, " jawab Laila.
"Sudah, kamu tidak perlu menyalahkan dirinya aku yakin kau dia akan datang ke sini,dan Kalian tidak perlu ribut-ribut kalau soal pulang kita bersama-sama dan jika dia tidak pulang maka kita harus menjelaskan kepada kakak terbesar, " ucap She Yu Feng wanita terbesar kedua sambil memeluk Laila.
"Nah..... aku rasa itu adalah Azka, " kata laila yang awalnya dulu langsung berdiri.
__ADS_1
Mereka semua yang berkumpul di pinggir jalan itu langsung melihat ke aarahnya, dan juga bingung Siapa orang yang ada di sampingnya karena suasana di saat itu sudah gelap apalagi dari kejauhan.
Lalu setelah mereka berjalan dengan begitu dekat ternyata itu adalah kakak terbesar.
"Kak wichen? Kok bisa bareng sama Azka? " tanya Lau Wong.
"Iya, tadi kebetulan lagi ketemu di jalan saja, kalian sudah lama nunggu di sini ya? " tanya Wichen.
"Engak kok kak" jawab mereka bareng-bareng tidak ada yang berbeda.
Akhirnya mereka langsung mengambil barang-barang bekasnya kemudian Kembali ke tempat rongsokan untuk pulang.
__ADS_1
Azka juga berjanji tidak akan menceritakan kepada siapapun tentang apa yang dia lihat tadi, karena pria tadi itu adalah bos pemilik penjual rongsokan dan dia sering sekali melece*kan wichen.
Maka setelah pulang mereka seperti biasa akan melakukan kegiatan yang dilakukan setiap harinya, wichen karena baru pertama kali membunuh seseorang tetap saja pemikirannya selalu teringat-ingat dan tidak bisa dilupakan.