Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 155 : Di takutin


__ADS_3

Azka yang berada di tempat tersebut juga tidak bisa ikut campur dan memperlihatkan identitasnya untuk meleraikan semuanya.


Dan setelah banyak bicara dan penuh ancaman keempat pria tersebut langsung pergi padahal dirinya sudah makan tidak bayar justru malam memberi janjian dan makian kepada sih wanita itu yang tidak tahu apa-apa.


"Paman..... kenapa sih mereka tidak bayar padahal mereka itu makannya banyak,kalau begini terus mama bisa rugi loh, " pelayaran Itu tersebut memprotes kepada sang Paman untuk tidak menuruti keinginan keempat pria tersebut.


Sang paman hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengatakan dirinya juga tidak bisa apa-apa,apalagi dirinya sudah tua dan ingin memiliki kehidupan yang damai.


Dia juga menjelaskan kalau pria tersebut yang baru saja pergi adalah anggota dari Mafia Zizulla, dan mafia tersebut sangat cukup terkenal di sini dan disaat ikuti oleh orang-orang masyarakat.


Tapi gadis tersebut tetap saja kesal dengan perilaku mereka karena tidak bayar dan juga merendahkan dirinya.


"Sudah, berdoalah semoga mereka tidak kembali lagi ke sini, " kata seorang pria yang di mana dia juga adalah pelanggan makan di tempat itu.

__ADS_1


Sang paman tersenyum juga dia mengatakan, dia sangat senang juga jika ada seseorang yang menyukai makanannya walau dirinya tidak bayar.


"Wah wah wah..... dari tahun baru tahun aku beli di sini ternyata ada kejadiannya seperti ini yang tidak pernah aku ketahui, " Bee mengatakan hal itu sambil menikmati sub bihun yang di mana sudah detik-detik penghabisan.


Kee empat pria tersebut langsung keluar dengan penuh gaya dan kesombongan karena dia adalah anggota yang memiliki kekuatan terbesar, mereka juga saling bercanda dan tertawa terbahak-bahak saling menghina karena banyak penduduk-penduduk yang takut kepada mereka semua.


Jadi Azka kemudian meminjam jaket yang dibawa oleh Bee, yang di mana jaket tersebut Diikat di pinggangnya hanya untuk kesenangan saja.


"Ehh.... aku pinjam jaketnya sebentar ya aku juga mau keluar mau beli sesuatu Kamu tunggu saja di sini dan barang-barangku juga masih ada di sini, "Azka berpamitan pada Bee.


Azka ya di mana dia adalah seorang pembunuh bayaran tante saja sudah membawa dan mempersiapkan peralatan untuk pembunuhan apalagi masker hal utama untuk menyembunyikan identitas dirinya.


Azka yang sudah keluar dari toko tersebut diam-dia berjalan dengan perlahan ,dan keluar mengikuti arah pria tersebut dan sambil memakai jaket untuk menutupi dirinya.

__ADS_1


Ia kemudian langsung memakai maskernya dan tidak ada seorangpun yang mengenali dirinya.


BUK!!!!


Azka langsung melemparkan sebuah batu kecil ke arah mereka berempat. Dan di Sana hanya ada beberapa orang-orang yang lewat saja dan tidak boleh ikut campur.


Di sebuah jalan kecil yang dipenuhi oleh perumahan perumahan warga di sekitarnya dan banyak sekali orang-orang yang menutup pintu bahkan tidak peduli apa yang akan terjadi, mereka melakukan itu karena takut bertemu dengan mafia Zizulla.


"Woi!! cari sial lo?? hah! " kata seorang pria yang termuda dari anggotanya.


"Dasar bocah! maju loh"


Azka dengan perlahan langsung maju dan keempat pria tersebut juga sama sekali tidak takut karena hanya melawan satu orang pria saja.

__ADS_1


Lalu terjadi lah pertempuran antara mereka.Azka baru saja maju langsung menarik ruangan seorang pria yang memiliki badan besar kemudian membengkokkan tangannya sehingga membuat tangannya patah dan menjerit kesakitan.


__ADS_2