Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 46 : Malas


__ADS_3

Azka karena merasa khawatir kepada bibinya dia langsung memberanikan diri keluar dan mengetuk pintu kamar sang bibi.


Jelas Azka langsung mendapatkan bentakan dari bibinya.


"Sudahlah, dia itu hanya anak kecil dan dia tidak tahu apa-apa wajar saja dia khawatir kepadamu, makanya kamu jangan terlalu kencang teriaknya, " ucap pria tersebut dengan rambut memanjakan sang bibi.


"Iya sayang, " sang bibi tersebut akhirnya luluh kemudian menutup pintu lagi.


Bibi sarah dengan tegas memerintahkan kepada Azka untuk tidak keluar dari kamar sebelum dia memerintahkannya terlebih dahulu.


Azka akhirnya mengangguk dan kembali lagi ke dalam kamarnya kemudian dia mencoba untuk tidur dengan tenang.


Pukul 1 malam, Azka sudah tertidur dengan lelap layaknya seperti anak yang lainnya. Namun terdengar ketukan pintu, dan yang mengetuk pintu itu adalah suaminya dari Bibi Sarah.


Bibi sarah langsung buru-buru mengganti pakaiannya dan bergegas keluar untuk membuka pintu rumah.


Dan selingkuhannya tersebut juga diam-diam keluar melewati jendela.

__ADS_1


"Sayang!!!! sayangg!!! " Teriak suaminya.


Lalu bibi sarah dengan cepat membuka pintu itu.


"Iya.... gimana? menang? " tanya Bibi Sarah dengan nada-nada yang masih terkantuk-kantuk.


"Hah kalah! Padahal aku itu punya feeling kalau akan menang tapi malah kalah! " kesel sang paman.


"Udah, kamu yang sabar aja namanya juga permainan pasti di dalam permainan akan ada kalah dan akan ada menang itu semua ada saatnya, ya sudahlah aku masuk dulu ke kamar aku sudah ngantuk ya" selepas itu Bibi Sarah pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tidur malam.


Azka ingin memastikan semuanya sampai dia tertidur di atas ranjang, dan dia tidak pernah dipanggil oleh pamannya.


Pagi hari~


Seperti biasa dia akan melakukan kegiatan yang tidak pernah jauh, Azka sudah mandi dan memakai pakaian.Di ruang tamu terlihat sebuah apel dan jeruk, kurasa ini adalah buah yang telah dibawa oleh pria yang semalam datang.


Bibi sarah mulai mengganti pakaian dan meriah dirinya dengan lebih cantik, ketika dia sudah meriah dirinya terlihat suaminya yang tertidur pulas dan bermalas-malasan.

__ADS_1


"Sayang, daripada kamu setiap hari tidur-tiduran dan bermalas-malasan seperti ini mendingan kamu cari kerjaan deh yang lebih bermanfaat dan bisa menghasilkan uang, dan uang itu kan bisa Kamu pakai juga, " saran dari Bibi Sarah kepada Paman Reiko.


"Hmmm..... lagian kamu sudah kerja ngapain aku harus kerja,sudahlah kamu pergi kerja aja sana aku males mendengar pacarmu setiap hari seperti ini, "kata pamannya dengan rumah karena masih tertidur.


Bibi sarah akhirnya tidak ingin berbicara lagi kepada sang paman dan pergi bekerja.


Azka hari ini cukup bahagia melihat aku yang ada di teras dia tidak lupa membawanya untuk bekal makanan di sekolah. Azka walau dirinya tidak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dari orang dewasa dia tetap bahagia untuk menjadi orang yang sukses dengan cara belajar dengan giat.




Di sekolah.....



Azka kali ini kita lihat bersemangat karena Ibu guru Chi Fen akan mengajar, walau dirinya duduk di belakang dia duduk dengan tegak ketika sedang belajar.

__ADS_1


__ADS_2