Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 146 : Ungkapan


__ADS_3

"Jangan karena diriku ini lemah terus kalian seenaknya menindasku setiap hari? Aku ingatkan kepada kalian jangan berurusan denganku kalau tidak kalian akan menanggung akibatnya, " Azka dengan sangat kalian mengatakan hal itu kepada Yeng Zi dan juga teman-temannya.


Yeng Zi bergegas turun dengan kecepatan yang tidak stabil untuk mendekati Azka, tetapi hal itu dihentikan karena adiknya datang dengan tepat waktu.


"Kak, ngapain sih kakak itu gangguin dia terus, Azka, pokoknya kamu harus jadi pacar aku kalau kamu tidak ingin diganggu oleh kakakku dan akan aku pastikan kamu tidak akan mengganggu oleh siapapun dan tidak ada yang berani menyentuhmu, "Ying dengan sangat imut sekali berbicara di depan Azka dan didengarkan oleh teman-temannya termasuk Kakaknya sendiri.


Azka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya kemudian dia dengan sangat lembut membelai rambut bagian atas kepala Ying.


Ying yang mendapatkan hal itu sangat tersentuh sekali dia pun menjadi pingsan.


"Eh ying! ".


" Ying! ".


" Ying? ".


Teman-teman dan juga kakaknya langsung membantunya untuk bangun, tapi Ying ternyata tidak pingsan sama sekali dia malah lemas karena tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh Azka.

__ADS_1


Azka diam-diam keluar dari kelas itu udah pergi meninggalkan kampus, tapi Bee segera memanggilnya dan dia mengatakan kalau dirinya dicari oleh Victoria dari tadi.


Azka sebenarnya ingin melancarkan tugasnya di siang hari tetapi apa boleh buat dia akan melakukannya setelah bertemu dengan Victoria.


Victoria sedang menunggu di ruangan beladiri yang di mana di situ hanya dia seorang diri.


Ckelk...


Azka membuka pintu ruangan itu perlahan dan mendekati Victoria.


Victoria baru saja dilihat terlihat sangat berbeda sekali dari awal yang dia ketemui.


" Azka.... sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepada dirimu dan aku ingin berkata jujur"ucap Victoria layaknya seumuran sebaya dengan Azka.


Azka hanya bisa patuh dan duduk di sebelah Victoria.


"Apa kak? ".

__ADS_1


" Azka... sebenarnya..... sebenarnya aku menyukaimu saja pertama kali kita bertemu, aku mohon kepadamu maukah kamu menjadi pacarku? " Victoria langsung menatap ke arahnya dengan wajah yang menyedihkan dan penuh harapan, yang kedua lengannya terus di kepala dan memohon kepadanya.


Lantas, Azka yang berada di posisi itu sangat bingung, dan juga ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang mengungkapkan perasaan kepada dirinya bahkan menembaknya untuk memenjadi kekasih nya.


"Sialan, seharusnya aku tadi tidak ikut temanku datang ke sini, "Azka bergumam kepada dirinya sendiri dan menyesal atas tindakannya.


Maka Azka dengan sangat lembut sekali dia mengatakan kalau dirinya tidak ingin menjadi pacarnya tetapi dia sedang fokus untuk mencari karir dan juga mencari materi di kampus seperti ini.


Azka mengatakan kalau mereka boleh berteman dekat tetapi mereka tidak ingin pacaran karena takut merusak karirnya.


Setelah itu, dia tidak menunggu jawaban dari Victoria lagi langsung pamit lagi meninggalkan ruangan beladiri itu.


Victoria sangat sedih sekali mendengar jawaban dari Azka dan nanti juga akan tetap terus mengawasi Azka agar tidak berpacaran dengan gadis lain.


Dan Victoria tidak patah semangat dia berpikir hanya kalau yang mengerti keadaan dirinya dibanding dengan pria-pria lain.


Namun, dari perkataan semua itu ternyata ada seseorang yang mendengarkannya dari awal hingga akhir yang membuat dirinya sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2