Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 48 : Amarah Xifeng


__ADS_3

Azka tentu saja ketika sahabatnya ingin meminta jawaban dia mencoba untuk membantunya.


Ketika Dia sedang membantunya tidak sengaja dia melihat Xifeng yang sedang mencontek buku di bawah mejanya.


Tentu saja dia meminta keadilan dari sekolah ini maka dari itu dia dengan tegas langsung mengangkat tangan kepada ibu guru.


"Bu! Xifeng menyontek buku di bawah meja Bu, " kata Azka.


Xifeng yang sedang menyontek tentu saja langsung panik mendengar perkataan dari Azka tentang dirinya.


Bu Fao Jing sebenarnya sudah mengetahui kalau murid tersebut sedang menyontek tetapi dia membiarkannya karena dia sendiri akan mendapatkan uang imbalan dari tindakan tersebut.


Tapi, kebetulan hal tersebut dilihat oleh ibu guru Chi Fen yang tidak sengaja sedang lewat di luar kelas mereka, maka tentu saja ibu guru Fao Jing berpura-pura menegur anak itu.


"Benar itu Xifeng? " Tanya Bu Fao Jing.


"Engggg.... engak bu, "sahut Xifeng dengan gemetaran karena takut ketahuan.


Bu Fao mulai bergegas untuk menindaklanjuti apa yang telah dilakukan oleh Xifeng.


Bu guru setelah menghampirinya kemudian mendapatkan buku catatan di bawah mejanya sebagai contekan.


" Xifeng! ini kan ulangan kenapa kamu harus menyontek? apakah kamu tidak belajar semalaman? karena kamu menyontek ulangan kamu akan diganti setelah istirahat pertama dan kamu harus ke kantor ibu untuk mengerjakan ulangan susulan, "kata bu Fao jing langsung merebut kertas ulangan tersebut dan juga contekan yang ada di bawah meja itu.

__ADS_1


Bu Chi Fen setelah melihat hal itu langsung tersenyum dan berpamitan pergi.


Azka langsung tadi ya beres aquas karena ingin keadilan di kelas ini.


Xifeng tentu saja mendapatkan kebencian yang begitu dalamdalam kepada Azka.


"Awas ya kau Azka,kau telah membuat harga diriku lebih rendah di sini dan mempermalukanku! "


Kini Xifeng terpaksa harus melakukan ulangan susulan ketika jam istirahat pertama selesai.


Azka walaupun dirinya selalu dibully oleh dia tetapi dia tidak ingin orang lain mencontek.


.


.


.


Seperti biasa alarm sekolah akan berbunyi dan ini menandakan mereka semua akan beristirahat, setiap murid selalu membawa saku bahkan membawa bekal makanan untuk mereka makan.


Di saat itu,Azka yang tengah duduk membaca sebuah buku tiba-tiba dihampiri oleh Xifeng.


"Woi! sekarang bocah miskin kayak kamu berani sama aku? kau gak tau siapa aku? HAH! " Xifeng dengan nada yang sangat tinggi meluapkan amarahnya kepada azka karena tadi telah dipermalukan di depan guru dan teman-teman yang lainnya.

__ADS_1


Azka seperti biasa walau dirinya dibully dan dimarahi oleh teman-temannya dia selalu berpura-pura tidak peduli dan pura-pura tidak mendengarnya.


Kini Xifeng sudah mencapai batas dari amarahnya dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi akhirnya,dengan tegas dia mengambil sebuah botol minuman kemudian mencurahkan air tersebut ke buku Azka yang sedang di baca.


Azka Sebenarnya bukan tidak tahan dengan Bulian dari mereka hanya saja dia tidak ingin mencari masalah di sekolah dan ketika dia mendapatkan masalah di sekolah sudah jelas kedua orang tuanya akan dipanggil, dan dia hanya memiliki paman dan bibinya yang tidak terlalu padanya.


Jika saja dia mendapatkan undangan karena masalahnya maka dia sendiri akan mendapatkan lebih besar masalah dari rumah.


Srett....


Satu tarikan buku yang basah duduk dibaca oleh Azka, walau buku yang dibaca sudah basah tetapi dia masih tidak peduli dan mencoba untuk membacanya karena masih ada kata-kata.


"OMG! AZKA!!! sekarang kamu dengarkan aku dan jangan seolah-olah aku tidak ada! Kenapa kamu tidak berani melawanku apakah kamu takut terhadap aku? Owhh..... aku tahu kenapa kamu tidak melawanku karena kamu adalah orang pecundang, " Xifeng dengan kata-katanya mencoba untuk menyakiti perasaan Azka.


Azka tetap saja tidak peduli dan tidak menggubris yang dikatakan oleh teman-temannya.


"Dasar miskin! ".


"Dasar miskin! ".


Teman-teman mulai ikut membullynya dan mengajaknya tetapi seperti apapun yang dikatakan tetap tidak peduli.


" Sialan! aku rasa orang tuamu tidak pernah mendidikmu dengan benar ya, hahahaha, upsss.... sorry.... aku baru ingat kamu tidak punya orang tua, "Xifeng masih tidak puas mengejeknya.

__ADS_1


__ADS_2