Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 bab 152 : Victoria Cemburu


__ADS_3

Azka karena tidak ingin mendapatkan cibiran dari orang-orang makanya dia langsung pergi apalagi dia masih memiliki urusan mengenai Mafia Zizulla.


Dia sebenarnya kemarin terlalu fokus dengan dunia sekarang dan melupakan dengan Mafia Zizulla, karena dia merasa kalau kemarin sudah menyelesaikannya dan Mafia tersebut sudah tiada.


Tapi dia baru menyadarinya kalau geng tersebut Masih Berdiri dan dia tidak tahu siapa pemimpin dari geng itu.


Setelah mendapatkan informasi dari beberapa orang dan juga membaca dari informasi internet ternyata yang memimpin geng tersebut adalah Ziren.


"Oh.... ternyata dia sama sekali tidak mendengarkan apa yang aku minta, " Azka tersenyum miring dan dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk menyelesaikan semuanya.


Di sisi lain, Victoria yang baru saja melakukan latihan kembali lagi ke lokernya untuk mengambil beberapa alat yang ketinggalan.


Tapi ketika dia membuka pintu lokernya yang sangat dikejutkan adalah dia melihat beberapa foto Azka bersama ying di taman.


"What? " sementara Victoria terdiam dulu melihat foto-foto yang baru saja dia lihat.

__ADS_1


Victoria terlihat sangat bingung sekali Apakah ying dan Azka pacaran.


"Ehh.... aku boleh bertanya apakah dia pacaran dengan ying? " Victoria bertanya kepada seseorang yang baru saja melewati dirinya di samping.


"Maaf.... Aku sama sekali tidak mengetahuinya, " ucap pria tersebut yang baru saja lewat.


Victoria setelah melihat foto-foto bermesraan tersebut mulai semakin panas di dalam hatinya, karena ingin mendapatkan jawaban yang benar maka dia harus menanyakan kepada orang yang langsung.


Victoria berlari dengan begitu cepat menuju keberadaan Azka, tetapi di tengah perjalanan dia malah bertemu dengan Ying.


"Ying... tunggu... " Victoria langsung menggenggam tangannya dan mencoba menghentikan langkahnya.


" Kamu.... apakah kamu pacaran dengan Azka? ".


" Ih..... kakak kok tau sih.... iya aku pacaran dengan Azka.... ih... jadi malu..... "Ying menjawab dengan tersipu malu tetapi dia tidak tahu kalau jawabannya itu malah membuat bencana kepada Azka.

__ADS_1


Victoria sama sekali tidak bisa marah kepada dirinya karena dia tahu kalau dia adalah adik yang memiliki Kakak terkejam dan berkuasa di tempat ini.


Victoria memiliki kesimpulan kalau Azka hanya bisa mencintai orang yang memiliki harta yang banyak dan juga memiliki wajah yang sangat cantik, dan pandangannya malah buruk kepada Azka karena kemarin cintanya sudah ditolak dengan alasan ingin belajar dengan fokus.


Tapi sekarang marah ditemukan kalau mereka berdua berpacaran.


"Aaaagg.....!!!!!! sial! ternyata memang benar tidak ada satu orang pun yang bisa mencintaiku Bahkan aku tidak bisa mencintai seseorang dan dia menerimanya, " Victoria yang merasa kesalahan yang bisa pergi ke ruangan beladiri dan melampiaskan amarahnya untuk berlatih terus-menerus.


Dirinya terus berlatih berulang-ulang sehingga murid-murid yang lainnya dan mahasiswa yang lainnya masuk ke ruangan beladiri untuk latihan di sore hari.


Kemudian tidak lupa disusul oleh rekan-rekan yang lainnya.


Azka juga tidak ingin terlambat seperti biasanya dan dia masuk dengan tepat waktu, sudah tapi ketika dia masuk ke dalam ruangan beladiri Victoria sama saya tidak memperhatikannya atau meliriknya bahkan tidak ingin menyapanya.


Azka mungkin karena Victoria sedang sibuk melatih anak-anak yang lainnya, dan Azka masih berposisi tinggi tidak memikirkan masalah yang baru saja akan dimulai pada dirinya.

__ADS_1


Kini Azka seperti biasa akan bertarung dengan satu sama lain untuk melatih kemampuannya yang sudah diajarkan, Azka masih saja berpura-pura lemari dipukuli oleh yang lainnya tetapi di atas itu Victoria sama sekali tidak menolongnya.


Kini bener apa yang dipikirkan oleh Azka, sepertinya ada sesuatu pada Victoria.


__ADS_2