
Sinar mentari pagi mulai muncul dari arah Timur, cahaya pagi yang masih terasa hangat mulai menyinari tubuh Azka.
Tubuh Azka yang masih kecil itu masih diselimuti dengan dedaunan yang cukup kering kemudian dia baru menyadarkan dirinya dan ternyata dia masih berada di samping jalan raya.
Azka mulai melakukan perjalanan lagi dia ingin cepat-cepat mencari mobil, dia ingin sesegera mungkin meninggalkan tempat ini dan kembali lagi ke tempat asalnya.
Di sisi lain, sang paman ternyata mendapatkan telepon dari pengacara tersebut dan mereka akan melakukan transaksi uang Rp1 triliun yang berada di sebuah truk dengan Azka.
"Bagaimana? aku sudah mencairkan uang satu triliun yang kamu mau dan aku minta sekarang untuk melepaskan Azka" ucap pengacara itu.
"Hahahahha, aku sama sekali tidak akan melepaskan dia dulu aku akan mengambil uang itu kemudian akan memberikan anak yang tidak ada artinya bagiku, " ucap sang paman.
"Oke, sebelum melakukan transaksi aku ingin melihat keadaan dari anak itu, "kata pengacara.
__ADS_1
" Tidak, Aku tidak akan memperlihatkanmu anak yang aku culik setelah aku mau ngambil uang itu maka aku akan memperlihatkannya dan langsung mengembalikannya kepada dirimu, "ujar sang paman yang mulai panik karena dia sama sekali tidak mencuri keponakannya alias keponakannya sudah kabur.
" Cepat! Kalau tidak aku tidak akan memberikan uang yang aku cairkan saat ini" sang pengacara mencoba mengancam kepada Paman Reiko atau si penculiknya.
"Terserah! Jika kamu ingin dia selamat dan baik-baik saja maka turuti apa yang aku mau jika tidak maka kamu hanya akan menerima dia yang sudah tidak bernyawa! " kata sang paman mencoba untuk tegas kepada pengacara itu agar tidak ketahuan kalau dirinya sudah kehilangan keponakannya.
"Oke, oke..... secepatnya aku akan membawa uang ini dan aku minta kamu jaga dia baik-baik".
Dan Azka, dia yang sudah lelah berjalan di aspal akhirnya dia sangat beruntung ditemukan oleh seseorang.
Mobil yang berwarna hitam tersebut langsung berhenti dan memanggil Azka.
"Hey nak butuh tumpangan? " tanya seorang kakek-kakek yang cukup tua dengan menggunakan kacamata.
__ADS_1
"Iii.... iya" Azka sebenarnya takut sekali karena dia trauma dengan penculikan tetapi karena dia kelelahan dan melihat orang tersebut sudah tua maka dia pun langsung naik.
Azka juga melihat di dalam mobil ternyata adalah seorang nenek-nenek yang dimana nenek tersebut adalah istrinya dari kakek tua ini.
Lalu kakek tua tersebut langsung menjalankan mobilnya dan bertanya apa yang telah terjadi kepada Azka.
Azka dengan gemetaran dan penuh rasa takut dia menjelaskan kalau dirinya diculik dan juga dia tidak tahu harus pulang ke mana karena ketika diculik dia tidak tahu arah jalan pulang.
Kemudian sang nenek dan sang kakek itu terlihat ramah sekali dan dia berinisiatif untuk membawanya ke kantor polisi. Namun dia bilang akan membawanya ke rumah terlebih dahulu untuk memberi makanan dan pakaian yang layak untuk dia.
"Terimakasih Kakek, nenek" ucap Akza.
Dan mereka bertiga mulai melanjutkan perjalanannya dan hendak pergi ke rumah sang nenek dan sang kakek, Azka karena mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari mereka jadi dia mulai memasuki rumah nenek kakek itu.
__ADS_1