Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 15 : Perkelahian Saudara


__ADS_3

Suasana pagi hari di Jalan Raya Tentu saja sangat ramai orang-orang akan berpergian melakukan aktivitasnya masing-masing seperti akan pergi ke sekolah, seperti akan pergi bekerja tetapi bibinya Azka dia menggunakan kendaraan mobilnya langsung dengan kecepatan yang cukup tinggi karena dia merasa sangat kesal.


"Huh, Kenapa Hariku sangat sial sekali kalau bukan karena dia aku pasti tidak akan mendapatkan uang bulanannya lagi," di dalam mobil terus aja mengomel sampai tidak terasa dia sudah sampai di depan saudaranya jadi mana ketika di tempat itu sudah menandakan pukul 07.00 pagi.


Tok tok tok.....


Tok tok tok....


Bibi yang pertama terus saja mengetuk pintu dengan keras dia tidak sabar ingin berhadapan dengan saudaranya.


Cklek....


Krekkkkk.....


Pintu sudah terbuka sangat lebar dibukakan oleh Bibi Sarah kemudian baru saja menyapanya,Bibi yang pertama langsung masuk ke dalam secara paksa dan memanggil nama azka.


"Azka....azka..... di mana Kamu cepat keluar kita harus pulang!" Bibi pertama memanggil-manggil yang seperti orang gila saja.


"Eh ehh..... Kenapa kamu teriak-teriak di rumahku kamu harus ada sopan santun dong," Bibi Sarah Tentu saja tidak terima atas perilaku saudaranya yang tidak sopan seperti ini.


"Apa? harusnya aku bertanya kepadamu Kenapa kamu membawa keponakanku azka ke sini tanpa seizin ku kalau tidak aku akan melaporkanmu kepada pengacara untuk mendapat hukuman," Bibi pertama tentu saja mengancam Bibi Sarah.


"Cih.... asal kamu tahu saja ya yang memintaku untuk mengasuh keponakanmu itu adalah suamimu sendiri dan dia sendiri yang bilang kalau kalian itu sibuk belum bisa mengurus dia," kata bibi sarah yang tidak mau kalah perdebatan dengan Bibi yang pertama.


Di saat kedua bibi mulai beradu mulut untuk saling menyalahkan tiba-tiba Azka memperlihatkan dirinya dari belakang.


"Sini kamu," sang Bibi pertama dengan kasar menarik lengan Azka untuk segera ikut bersamanya pulang ke rumah namun tentu saja Bibi Sarah tidak terima dan mencegatnya.

__ADS_1


Azka juga mencoba melakukan perlawanan dia tidak ingin ikut bersama bibi yang pertama karena dia tidak diperlakukan dengan baik di sana.


"Tuh Kamu lihat sendiri keponakanmu itu tidak ingin bersamamu dia ingin tinggal denganku.Aku tahu kamu tidak ingin mengurusnya kamu hanya ingin uang saja dari dia," Bibi Sarah tidak banyak omong langsung intinya saja membicarakan di depan sang Bibi pertama.


"Owhhh..... jadi kamu menuduhku karena hal seperti itu?? oke baiklah aku mengaku memang menginginkan uangnya Karena aku tahu kamu juga ingin uang dia, selama aku bisa mengasuh dia seumur hidup maka aku tidak akan kekurangan uang dan tidak akan susah payah untuk bekerja, Sudahlah kamu jangan menghalangiku," Bibi pertama juga langsung menjelaskan apa tujuan dia ingin mengasuh keponakannya itu.


Azka tidak tahu apa pembicaraan dari orang dewasa dan tidak tahu menahu tentang uang yang dia tahu adalah tangan dia merasa tersakiti karena dipegang oleh sang Bibi pertama dengan sangat keras.


"Awhhh..... Bibi tanganku sakit jangan dipegang keras-keras," Azka mulai berbicara dan meminta bibinya untuk melepaskan tangannya.


Namun bukannya melepaskan pegangan yang erat itu dia malah menyeretnya untuk segera pergi,tetapi Bibi Sarah langsung menutup pintu Kemudian dia ingin berbicara baik-baik dengan Bibi pertama dan memintanya untuk tidak membuat kekacauan.


"Oke, kamu ingin berbicara secara baik-baik kan sekarang apa yang kamu inginkan?" Bibi pertama langsung bertanya.


"Jadi kita tidak perlu memaksa keponakan kita untuk tinggal bersama siapa saja, tetapi kita harus memanggil pengacara, dan kita sendiri harus bertanya kepada keponakan kita dia akan tinggal di mana Jadi jangan ada yang memaksa," Bibi Sarah tentu saja tidak khawatir dengan hal ini Karena dia sudah membujuk Azka untuk tinggal bersamanya.


"Oke baik," walaupun begitu Bibi yang pertama menyetujui hal tersebut setelah itu Bibi pertama langsung membujuk Azka untuk pulang ke rumahnya dengan kata-kata yang sangat manis sekali yang di mana kata-kata seperti ini adalah kata-kata pria untuk seorang wanita, yang di mana janjinya tidak pernah ditepati.


Tapi azka dia dengan bongong mendengarkan kedua bibinya saling berbicara ,setelah itu tidak lama kemudian mereka berdua memanggil seorang pengacara yang datang kemarin.


Kini mereka satu saudara saling menyipitkan mata menandakan mereka bermusuhan hanya karena sebuah harta.


Mereka bertiga langsung berada di tengah ruangan yang di mana berbeda dengan Bibi pertama di mana ruang tamu Bibi Sara itu sangat kotor dan jarang dibersihkan sekali.


Bibi pertama tentu saja menggunjingnya karena hal seperti ini.


"Owhh..... ternyata kamu sudah lama menikah tetapi kamu seperti orang yang tidak tahu apa-apa saja," Bibi pertama seperti ingin memulai peperangan saja dengan saudaranya sendiri.

__ADS_1


"Apa maksud mu?".


" Owhh.... Maaf sih sebenarnya aku merasa tidak nyaman saja karena tempat ini banyak debu sekali".


"Heh, jangan mentang-mentang rumahku ini kecil kamu seenaknya menghina aku, walaupun begini aku adalah orang yang sangat rajin".


Justru setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bibi Sarah Bibi pertama tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang diucapkan oleh bibi sarah.


Kini Bibi Sarah ingin sekali marah tetapi melihat Azka sepertinya kelaparan maka dia berpura-pura mengambil sebotol minuman dan juga roti,kemudian memberikan kepada Azka tidak lupa dengan buah-buahan yang segar yang berada di dalam kulkasnya.


"Nak..... kamu jangan lupa makan ya karena kamu masih kecil butuh energi yang sangat kuat Bibi tidak ingin kamu kesakitan," kata bibi sarah.


Bibi pertama melihat ini juga merasa panas karena dia tidak ingin tersaingi oleh bibi sarah.


Di saat itu,azka mulai melahap makanan yang telah diberikan oleh bibi Sarah dan ternyata suami bibi Sarah tidak mengetahui apa yang terjadi dia masih tertidur di kamarnya, untuk melanjutkan tidur malam tadi.


1 -1 poin sudah didapatkan oleh mereka masing-masing seperti yang mereka ingin melakukan pertempuran untuk mendapatkan sebuah poin.


Lalu semuanya berhenti ketika pengacara itu datang dan pengacara itu bertanya apa tujuan mereka untuk memanggilnya ke sini.


Dan mereka berdua langsung menjelaskan apa tujuan mereka ke sini maka oleh karena itu sang pengacara menghampiri Azka ke depan dan bertanya.


"Azka, saya ingin bertanya kepadamu Kamu ingin tinggal sama siapa Bibi yang pertama atau bibi yang kedua?" Tanya pengacara.


Azka sambil mengunyah roti yang ada di mulutnya masih bingung dengan pertanyaan sang pengacara.


"Memmmm......baik, saya ingin bertanya kamu nyaman tinggal dengan siapa?" tanya Pengacara lagi.

__ADS_1


Azka tidak banyak pikir panjang dia langsung menujuk ke arah Bibi Sarah.


__ADS_2