Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 17 : Bang Tito Melamar


__ADS_3

Azka dengan tangan kecil yang mungkinnya membawa barang-barang yang baru saja dibeli ke dapur dengan perlahan.


"Sayang..... aku kasih tahu kamu ya sekarang dia masih umur 4 tahun dan aku nggak mau sampai pemasukan kita hilang karena membuat dia kabur dari sinidepannya,ataupun membuat dia hilang dari dunia ini karena kalau misalkan dia tiada maka uang 3 triliun itu tidak akan jatuh kepada kita melainkan akan disumbangkan kepada orang lain, jadi kita harus merawat dia sebaik mungkin sampai sekolah setelah itu kita akan memanfaatkannya," itulah yang diucapkan Bibi Sarah demi kebaikan masa depannya.


Lalu sang Paman mengerti apa yang dikatakan oleh istrinya jadi dia hanya harus merawat beberapa tahun lagi dengan baik setelah tumbuh besar maka dia bisa menguasai uangnya dan juga bisa memanfaatkan Azka.


"Azka.... kamu tidak perlu mengangkat barang ini kembali saja ke kamarmu dan istirahat biarkan paman yang melakukannya oke??" sang paman bergegas mengambil barang-barang itu.


Ya, itulah masa lalunya yang cukup pedih padahal itu adalah awal dari permulaan yang membuat dirinya akan menderita.Karena ini adalah awal dari drama yang akan mereka buat.


Huft....


"Bangon....... semuanya bangun ayo bangun ayo bangun jangan tidur terus," terdengar suara yang keras sekali membuat telinga Azka sakit.


Ya itu Dino, pukul 05.00 pagi ternyata dia sudah bangun dan juga mandi membersihkan dirinya sendiri.


"Hey kau Dino...... Kenapa pagi-pagi kau bangun, tidak seperti biasanya aku akan bangun pagi sudahlah aku ingin tidur lagi,"jak setelah mengatakan hal itu kemudian mengambil bantal dan menutup kedua telinganya untuk tidur kembali.


" Owhh...... ternyata kalian tidak ingat ya Kalau hari ini kita akan mendapatkan bonus dari ketua, dan kalian juga jangan lupa untuk mandi karena airnya sekarang mau habis Jadi kalian perlu ngantri loh,"dino sebagai pria selalu mengutamakan kebersihannya walau dia adalah anggota dari ketua Geng zizulla.


Walau dirinya adalah seorang penjahat dan juga termasuk anggota geng dia pasti ingin dirinya menjadi orang yang lebih berwibawa dan juga bersih.


"Eh iya, Gue mandi duluan ya gue males ngantri sama yang lainnya kalau airnya lagi nggak ada nanti malah ribet," kata Rehan Langsung Melompat dari kasur yang kedua turun ke lantai bawah.


"Halah..... Ya sudahlah cepat kalian mandi nanti kalau kalian sudah mandi tolong bangunkan aku ya,"jak masih belum bangun dan ternyata market mereka itu cukup luas bisa menampung beberapa anggotanya yang tidak memiliki rumah.


Ya, tempat mereka yang tempat itu seperti sebuah kontrakan kecil yang muat untuk orang dewasa.Dan mereka di sini juga memiliki tugas masing-masing untuk mempertahankan geng zizulla.


Rehan Setelah turun dari tempat tidurnya menjulurkan tangannya mengambil sebuah handuk dan pergi keluar menutup pintu untuk mandi,dino yang sudah mandi mulai merasa bersih dan mengambil pakaian-pakaian yang sudah dia lipat di sebuah lemari yang di mana lemari ini cukup untuk menampung baju-baju mereka.


Azka tiba-tiba terbangun di saat itu juga ternyata dia merasa sakit perut.


"Aduh.... Maaf ya aku pergi duluan aku sakit perut," azka langsung bangun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke toilet.


Ketika semuanya terdiam tiba-tiba terdengar dari ngan telepon yang membuat yang lainnya melihat ke arah telepon.


Tett....tet.....tet....


Ya, telepon yang berbunyi juga bukanlah telepon yang mahal seperti yang dipakai zaman sekarang melainkan telepon yang biasa saja.


"Bang Tito, sepertinya itu teleponmu berbunyi tolong angkat sebentar,"kata dino.


Tito Sebenarnya masih mengantuk tetapi ketika melihat telepon dari pacarnya dia langsung merasa segar sekali dan segera mengangkat telepon tersebut.


" Ehh.... gue cabut dulu ya dari sini gue mau ngangkat telepon dari ayang gue,"tito pergi dari tempat tidurnya karena dia ingin mencari tempat untuk menelepon berdua bersama pacarnya itu.


Dan tempat tidur mereka jaraknya cukup jauh dengan tempat ketua, tetapi walaupun begitu ada beberapa orang yang menjaga tempatnya agar tetap aman.


Tito mulai berjalan ke sudut ruangan menjadi tempat yang sepi agar tidak didengar oleh orang lain, kini dia berhasil bersembunyi di sebuah sudut ruangan dekat tangga karena di situ jarang sekali orang lewat.


"Halo?sayang ada apa? Kenapa kamu telepon aku hari ini aku kerja," kata tito.


"Sayang sebenarnya ada yang aku ingin omongin serius ke kamu,"kata pacarnya.


" Iya, cepat katakan saja yang kamu omongin karena waktuku tidak banyak,"balas tito.


"Sayang, kapan kamu mau nikahin aku? dan kapan kamu mau lamar aku? karena aku sudah bilang sama kedua orang tuaku kalau aku akan dilamar kamu, aku minta sama kamu besok kamu harus ketemu sama orang tuaku dan bicarakan hal ini baik-baik kalau tidak, aku tidak akan menikah denganmu," setelah itu pacarnya langsung menutup telepon sebelum mendengarkan penjelasan dari tito.

__ADS_1


"Yang....sayang....halo...halo....," tito terus memanggil kekasihnya tetapi ternyata teleponnya sudah terputus dan dia sangat bingung apa yang harus dia lakukan.


Di saat ktu,azka kebetulan saja mendengarkan apa yang mereka omongkan dari tadi.Azka memberhentikan diri untuk berbicara kepada Bang Tito.


"Maaf...Bang tito...." azka langsung membuat bang Tito kaget dari belakang.


"Astaga....azka...kamu ya, Bukannya kamu ke toilet kenapa kamu malah ke sini?" tanya tito.


"Oh..... sebenarnya tadi aku sudah pergi ke toilet tetapi ternyata toilet yang di sana tutup jadinya aku mau ke bawah, dan nggak sengaja aku mendengar pembicaraan dari Bang Tito sama kekasih nya," ucap azka.


Lalu Bang Tito memperlihatkan raut wajahnya yang sedih,dia mulai bercerita yang sejujur-jujurnya kepada Azka kalau dia sangat bingung tentang pernikahannya,dia tidak tahu harus berbuat apa apalagi dia adalah seorang anggota mafia dan ia harus menikahi pacarnya.


Tetapi dia takut kedua orang tua pacarnya mengetahui identitas dan pekerjaan dari tito.Dan mereka tidak jadi menikah aku tidak direstui oleh kedua orang tuanya.


Apalagi, bisa dibilang Tito bukanlah orang kaya raya dan dia harus bekerja keras untuk menafkahi kekasihnya ketika sudah berkeluarga, dan juga dia sebenarnya ingin mengganti dari pekerjaan ini karena ingin membuat keluarga yang harmonis.


Azka walaupun dirinya masih bisa dibilang muda tetapi dia memiliki saran untuk orang yang ingin berkeluarga.


Azka hanya walau dirinya bisa dibilang masih muda tetapi dia memberikan saran kepada Bang tito untuk percaya kepada dirinya sendiri,dan dia harus mengejar cinta sejatinya karena bagaimanapun juga dia harus bertindak,ke soal keputusan dia harus menerimanya nanti, apakah kedua orang tuanya merestui atau tidak.


Karena sebagai lelaki dia harus bisa berjuang dan juga yakin atas kepercayaannya.


Dan juga, sebelum menikahi dan melamar kekasihnya maka dia harus meminta izin dulu kepada ketua untuk hal ini.


"Azka.... apakah kamu tahu yang aku rasakan sekarang? setelah mendengar apa yang kamu katakan sekarang aku paham apa yang terjadi pada diriku sendiri, pokoknya terima kasih banyak karena kamu telah membantuku oke," bang tito memegang kedua pundak azka dengan kedua lengannya sambil mengucapkan rasa terima kasih.


Tapi....Azka...... dia malah memegang kedua gunung yang berada di belakangnya karena ternyata dia masih kebelet ingin buang air besar.


"Wduh....... ya sudah bang sama-sama,nggak sadar dari tadi ternyata aku malah nahan, aduh bang saya pamit dulu ya mau ke toilet dari tadi mau keluar,"azka ternyata kebelet pengen buang air besar jadi dia langsung turun bergegas melewati beberapa anak tangga menuju ke toilet bawah.


Bang tito mulai tertawa kecil melihat hingga dari si azka.Tapi, kemudian dia mulai menutup hidung menggunakan lengan kanannya ternyata dia mencium bau yang sangat tidak.


Kini Mereka dalam satu kamar yang beranggota 5 orang sudah mandi dan juga bersih-bersih dan siap-siap untuk menghadap kepada ketua.


Kini ketua sedang berada di ruangan pribadinya sambil menikmati sebuah kopi dan juga wanita-wanita cantik yang siap melayaninya.


"Ketua,ada tito dan anggotanya yang ingin masuk," ucap seorang pengawal memberikan informasi ini kepada ketua.


"Ya, suruh mereka masuk," ketua tersebut langsung memerintahkan mereka berlima masuk dan wanita-wanita yang melayaninya juga pergi karena mereka akan membahas beberapa informasi.


Azka,Tito,Dino,Jak dan rehan yang sudah sangat keren akhirnya masuk ke dalam ruangan kemudian mereka Langsung menunduk layaknya seorang prajurit yang mengabdi kepada tuannya.


"PAGI! KETUA!" mereka dengan serentak menyambut dan menyapa ketua.


"Iya pagi, oh iya kalian kemarin sudah menyelesaikan tugasnya dan bonus tolong ambil ini, dan satu hal lagi ada beberapa masalah yang harus kalian selesaikan,nanti soal masalahnya dan informasinya maka anak bawahan saya yang akan memberitahu kalian apa yang harus kalian lakukan," ucap ketua tersebut sambil menghisap rokok yang ada di tangannya.


Mereka berlima berdiri di hadapan ketua dengan sangat tetapi kemudian Tito mulai gemetaran dia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu.


"Bang tito, katakan ayo cepet," bisik bisik dari azka.


Akhirnya bang tito maju dua langkah ke depan dan memberikan salam dengan tegap.


"Ketua! Maaf! Saya ingin menikahi kakak saya dan melamarnya Bolehkah saya meminta waktu untuk melakukan pernikahan?" Tito tiba-tiba langsung meminta dan mengucapkan hal itu di depan ketua dengan yang lainnya.


Sang kedua setelah mendengar yaitu langsung terdiam seolah-olah dia melihat hantu saja.Bamg tito tidak mendapat respon dari ketua dia mulai merasa takut dan gemetaran.


Prok...prok...prok....

__ADS_1


Ketua tiba-tiba langsung bertepuk tangan dan dia memperlihatkan senyumannya yang lebar kepada Tito.


"Wahh....wah...wahh... ternyata anak buah saya mau menikahi seorang gadis, kalau kamu memang benar-benar serius kepada dia maka nikahi saja saya sebagai ketua tidak akan melarangnya karena saya tahu setiap pria pasti membutuhkan wanita untuk melengkapi hidupnya," ucap ketua sangat berbaik hati kepada Tito.


"Jadi? apakah kedua memperbolehkan saya untuk mendapatkan waktu melamar pacar saya?" tanya tito sekali lagi.


"Yahhh.... tentu saja saya tidak akan melarangmu untuk menikahi seseorang dan juga karena kamu ingin menikahi seorang gadis dengan serius,saya akan memberikan beberapa uang untuk persiapan kamu menikah," kata ketua membuka lacinya dan mengambil uang untuk memberikan kepada tidak.


"Ketua?apa benar?" Kaget tito.


Kini ketua tersebut memberikan beberapa uang dengan jumlah yang cukup banyak untuk persiapan pernikahan Bang Tito.


Azka yang melihat momen ini juga merasa senang karena ketua sangat baik kepada anak buahnya.


Karena bang tito akan melamar seorang gadis dan juga menikahinya maka tugas yang telah diberikan tadi akan diberikan kepada orang lain.


"TERIMAKASIH KETUA!!!" mereka beriman langsung membungkuk lagi mengucapkan rasa terima kasih yang begitu besar kepada ketua.


Kini mereka berlima sudah keluar dari ruangan kedua dan seperti biasa sebagai teman mereka pasti akan mengolok-oloknya.


"Cie..... baru saja kemarin diomongin mau nikahin pacarnya ternyata beneran mau nikah dong....." kata jak.


"Yahahaaaaaa..... gue kira Bang Tito itu bercanda mau nikahin orang ternyata gam nyampe berjam-jam udah mau ngelamar anak orang," balas Rehan.


"Selamat ya," ucap azka.


"Ishh...... kalian ini kenapa sih lagian yang mau nikah itu aku kenapa kalian yang malah heboh, sebenarnya setelah ini masih ada yang harus aku takuti karena aku tidak tahu apakah mertuanya akan merestuiku," tetap saja bang Tito masih merasa takut dan dia juga begitu lemas.


Tapi dia tidak sendirian mereka juga akan membantunya agar Bang tidak bisa menikahi gadis yang dicintainya.


Jadi di saat itu juga mereka tidak banyak omong langsung melaksanakan tugasnya untuk pergi ke rumah kekasihnya Bang Tito melakukan pelamaran dan bertemu kedua orang tuanya.


"Gas....ayoooo!!!!" Jak terlihat bersemangat sekali saat ini.


"Hey..... ketika sudah sampai di rumah pacarku kalian jangan aneh-aneh ya dan jangan membuat keributan aku tidak ingin membuat malu di sana," kata Tito.


"Siappp...." jawab keempat yang lainnya dengan sangat kompak.


Bremmmm....bremmmm....bremmmmm...


Mereka langsung meluncur menuju ke rumah pacarnya Bang Tito, jaraknya cukup jauh sampai mereka harus melakukan perjalanan selama 1 jam.


Tapi rasa semangat mereka tidak membuat pantang menyerah dan terus meluncur menuju ke rumah pacarnya Bang tito.


Bang tito kemudian langsung mengerem sepeda motornya dan ternyata dia sudah sampai di rumah pacarnya yang di mana rumah pacarnya ini terbuat dari kayu yang sangat cantik, tidak lupa dengan bunga-bunga yang menghiasi rumahnya dan juga hewan peliharaannya yang lucu kucing.


"Wahh..... kamu sangat beruntung sekali memiliki pacar yang memiliki rumah seperti ini aku yakin dia sangat cantik dan juga rajin," kata rehan menebak.


"Sstttt..... kalian Jangan membuat onar ya harus menjaga sikap," pinta azka.


Azka kini mulai membuka dirinya dan juga bersosialisasi dengan teman-temannya bahkan dia mulai bercanda.


"Iya azka bawel.....udah ayo masuk," ajak Jak.


Kini bang tito sebagai pacarnya masuk terlebih dahulu dan menekan tombol berbunyi menunggu pacarnya datang.


Teng tong....teng tong....

__ADS_1


"Yaa...sebentar,tunggu....," jawab pacarnya di dalam ternyata yang masih sibuk mencuci piring.


__ADS_2