Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 98 : Terowongan


__ADS_3

Mereka sekali lagi mengalami luka karena kehilangan sahabatnya, mereka bertiga Kini baru kumpul lagi di rumah kecil itu untuk melaksanakan rencana secepat mungkin karena mereka juga sudah kesal.


"Sial! Aku berharap ketua sudah meninggal, " ucap Dino.


"Tidak, aku rasa dia belum meninggal sama sekali karena kita semua menjadi buronan karena mereka, jadi sudah jelas ketua belum meninggal, " ucap Azka dengan pemikirannya sendiri.


"Memang kejam! selama berbulan-bulan bahkan hampir setahun aku selalu bekerja keras dan mengikuti apa yang dikatakannya tetapi kenapa balasannya seperti ini? " Rehan sendiri sangat tidak percaya dan ingin melampiaskan amarahnya kepada ketua.


Jadi pada malam hari itu mereka semua langsung Berencana untuk melaksanakan serangan besok hari.


"Oke, semua rencana sudah selesai aku harap kalian jangan sedih lagi dan jangan patah semangat pokoknya kita harus bisa!! "Dino menyemangati kedua temannya termasuk Azka.


Mereka di saat itu juga langsung bergerak untuk melaksanakan rencana yang akan mereka lakukan, mereka sama sekali tidak beristirahat atau tertidur apalagi bisa dibilang mereka tidak mood.

__ADS_1


Azka sekali lagi langsung mengambil senjata yang mereka simpan di bawah dan dia dengan sikap memilih senjata-senjata yang sangat bagus.


Tak sengaja ketika dia mengambil beberapa senjata Azka melihat senjata kesayangan dari Jak, dia juga merasakan kesedihan yang akan terulang lagi tetapi dia mencoba untuk menenangkan dirinya dan mengapa senjata itu untuk dia pakai.


Mereka langsung berkemas-kemas dan menuju ke dalam mobil dengan senjata yang sudah mereka siapkan.


"Siap? " tanya Dino.


"Siap! " Jawab Azka dan rehan serentak.


Ketika malam hari menuju kota itu tentu saja akan sangat mudah dan mereka melewati jalan-jalan yang sepi agar tidak diketahui oleh orang lain.


Pada pukul 01.00 malam akhirnya mereka sampai di kota itu dan langsung menuju ke markas dari Geng Zizulla.

__ADS_1


Mereka yang sudah lama berada di markas ini tentu saja mereka mengetahui area dan juga jalan-jalan terpencil hingga jalan masuk yang tidak diketahui oleh para penjaga.


Markas mereka sebenarnya dijaga dan dilindungi oleh dinding yang cukup tinggi sehingga orang-orang yang akan masuk sangat sulit.


Tapi Dino dia masih mengingat sebuah jalan yang dimana jalan ini ditemukan oleh sahabatnya Jak.Dino sekali lagi teringat dengan sahabatnya itu tetapi yang harus dia pikirkan sekarang adalah membalaskan dendam dengan sempurna.


Dino langsung menonton kedua temannya untuk turun dari mobil dengan sebuah senjata-senjata yang mereka siapkan setelah itu dia menuju ke sebuah perumahan, Perumahan tersebut berada di samping markas itu kemudian dia diam-diam memasuki rumahnya tersebut dan di bawah rumah tersebut ternyata ada sebuah terowongan kecil.


Dan terowongan tersebut juga sama sekali tidak diketahui oleh pemilik perusahaan ini hanya sahabatnya saja yang tahu dan juga orang lain yang tertentu.


Kini mereka bertiga diam-diam memasuki rumah itu dan menuju ke sebuah terowongan, di dalam terowongan cukup gelap sekali apalagi di malam hari dan Dino sudah siap sedia dia membawa sebuah senter.


"Dino, kira-kira dari terowongan ini kita akan sampai mana? " tanya Rehan.

__ADS_1


"Iyah terowongan ini akan sampai di dapur karena aku dulu bersama Jak sering mencuri makanan secara diam-diam melewati tempat ini, " jawab Dino sambil merangkak dengan perlahan.


__ADS_2