Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 100 : Meremehkan


__ADS_3

Dino setelah melewati penjaga tersebut dia akan beraksi lagi dan di markas tersebut sama sekali tidak ada CCTV jadi ketika akan melakukan pergerakan akan sangat mudah.


Dino melihat ke sekelilingnya untuk mendapatkan situasi yang baik,dengan melihat keadaan yang tidak ada seseorang maka dia langsung membuka pintu secara perlahan.


Pintu dengan telah perlahan terbuka dia mencoba melihat ke dalam yang di mana ruangan ini adalah ruangan kebiasaan ketua untuk duduk dan berbicara dengan klien atau tamu.


Tapi ketika mau masuk ke dalam dia melihat tidak ada siapa-siapa dan tidak ada tanda-tanda pergerakan sama sekali, dengan dimaksud sang ketua tidak ada di ruangan ini.


Oleh karena itu dia pergi dari tempat itu dan berpura-pura menjadi seorang pengawal dari ketua, agar tidak diketahui oleh yang lainnya dia juga menggunakan sebuah masker hitam.


Rehan dia pergi ke lantai atas dan di malam hari hanya ada beberapa orang saja yang berjaga, dia setelah menaiki beberapa anak tangga dia mulai kelelahan, ketika dia menaiki lantai ketiga terdengar Langkah kaki dan seseorang yang sedang berbicara satu sama lain.

__ADS_1


"Wahh.... gawat, " rehan pasti tidak mungkin kalau dia harus turun lagi ke bawah untuk menghindari orang tersebut.


Jadi ketika kedua orang tersebut datang menuruni tangga Rehan diam-diam langsung memegang sebuah pegangan tangga dan bergelantungan.


Dia mencoba bersembunyi di situ setelah kedua pria yang turun tadi menuju ke bawah dia dengan cepat langsung naik ke atas.


Rehan setelah sampai lantai ketiga dia merangkak untuk melihat keadaan di atas, dan ternyata mereka sedang tidur hanya beberapa orang saja yang berjaga-jaga.


Ketika Rehan akan menuju ke sebuah tangga yang keempat dan memasuki pintunya tiba-tiba di sana ada seorang penjaga yang menjaganya berjumlah 4 orang, sesuai rencana dia tidak boleh diketahui oleh seseorang atau dia tidak boleh menyerang seseorang yang membuat kebisingan.


Huft....

__ADS_1


Tapp.... Tap....


Rehan harus melewati jalan dekat jendela dengan perlahan jika tidak di mungkin akan terjatuh, dia mulai merangkak ke atas seperti spider-man dengan sekuat tenaga memegang pegangan yang ada di sana.


Setelah menginjak beberapa tempat akhirnya dia sudah sampai di lantai keempat, ternyata di lantai ke-4 ini adalah tempat mereka untuk menyimpan senjata-senjata yang bisa dibilang senjata ini adalah hasil rampok dari seseorang.


Rehan mulai naik ke atas seperti biasa ada pengawasan selalu menjaga di setiap sudut dan setiap tempat dari area ini.


Klekkkk.....


Rehan dengan perlahan membuka sebuah jendela dan membukanya menggunakan beberapa alat karena tadi terkunci, setelah tidak ada orang yang melihat dia bergegas masuk ke dalam dan bersembunyi di samping beberapa balok kayu kecil yang berisi barang-barang curian. Agar dirinya merasa tenang dia mulai menghembuskan napasnya secara perlahan.

__ADS_1


Di dalam ruangan ini ada dua orang yang menjaganya dan seperti biasa mereka tidak pernah lupa dengan sebuah senjata yang ada di tangannya.


Tapi Sangat aneh sekali kenapa gudang rampokan seperti ini hanya dijaga oleh tiga orang saja, rehan langsung menyepelekan mereka berdua dan ingin bertarung.


__ADS_2