Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 131 : Terimakasih


__ADS_3

Wichen yang baru saja turun dari mobil diajak dengan paksa oleh seorang pria yang tidak dikenalnya.


Kebetulan Azka melihatnya dan segera mengikutinya dari belakang dan dia melihat kalau mereka semua masuk ke dalam sebuah gang kecil, yang di mana gang itu sangat sepi sekali hanya ada beberapa tumpukan sampah saja.


"Pak.... saya mohon tolong jangan lakukan itu Pak saya masih merasa kesakitan, pak... Saya tidak sanggup melakukannya lagi pak saya mohon beri saya waktu, pak tolong dengarkan saya Pak, "ucap wichen dengan nada yang sangat lemah sekali karena dia juga pasrah dengan keadaan apalagi suasana seperti ini sangat sepi sekali.


Namun pria tersebut sama sekali tidak mendengarkan permintaan dari kakak terbesar itu justru dia malah mendorong Kakak terbesar ke beberapa tumpukan sampah, pria tersebut sangat kejam sekali dia tidak peduli walau kakak terbesar itu sudah menangis-nangis dan memohon-mohon tetapi tidak ada pengampunan.


Azka sudah sampai mengikutinya dan dia bersembunyi di sebuah bak sampah yang cukup besar.


Azk melihat pria tersebut kejam sekali. Wichen juga dia hanya pasrah dan menerima nasib buruknya.


Pria tersebut langsung membuka sabuknya dan dia membuka resleting celananya, selain hanya setelah itu dia tanpa malu dengan wajah gilanya dan mesumnya mendekati wichen.


Awal pertama pria itu memegang dagu wichen dengan rasa penuh ketakutan sehingga dirinya terus menutup kedua mata.

__ADS_1


Dan Pria tersebut langsung memegang kedua kakinya setelah itu membukanya dengan selebar mungkin, tatapan dari pria tersebut sangat penting sekali melihat ke arah kakak terbesar.


"Ampunnn.... ".


Prankk.....


Satu botol kaca melayang ke arah pria tersebut sehingga pria tersebut menghentikan aksinya dan melihat siapa yang telah melakukan hal ini kepada dirinya.


" Hey! siapa yang berani-beraninya melempar botol ini kepada saya? "Pria tersebut sangat marah sekali.


" Hahahaha..... dasar bocil sialan !! Kenapa kamu melakukan ini kepadaku apakah kau ingin mati? !! "pria tersebut segera memperbaiki celananya kemudian menghampiri Azka dengan marah.


Azka segera mengambil sebuah kayu untuk melawan pria itu, tetapi badannya yang kecil bukanlah tandingan dari pria tersebut.


Azka dengan kayu tersebut ingin menghalanginya tetapi pria tersebut dengan sekali menambalnya langsung membuat dirinya terjatuh ke bawah dan membuat dirinya terluka lagi.

__ADS_1


Wichen yang mengetahui keberadaan Azka dia tidak bisa tinggal diam lagi, Azka yang sudah terjatuh masih ingin bangkit dan melawan pria tersebut tetapi pria tersebut langsung menginjak tangannya yang membuat dia berteriak kesakitan.


"Aaaaa!!! ".


Wichen mencari sebuah alat untuk mengajarnya dan dia tiba-tiba menemukan sebuah batu besar di samping tong sampah.


Dengan gerakannya begitu cepat Kakak terbesar langsung mengambil batu tersebut dan menimpa ke kepala pria tersebut tanpa memikirkan apapun.


CTARRR....!!


Pria yang baru terkena timbaan batu tersebut langsung terjatuh dan sebuah daerah langsung mengalir di kepalanya dan setelah dilihat lagi ternyata pria tersebut sudah tidak bernyawa.


Wichen tidak memikirkan tersebut dia langsung membantu Azka.


"Azka... ayo kita pergi dari sini secepatnya, "wichen langsung membantunya dengan pergi dari tempat itu agar tidak ada orang yang mengetahuinya.

__ADS_1


Dan mereka berlari secepat mungkin sehingga mereka berdua sudah sampai di sebuah Jalan Raya dan di saat itu wichen langsung memeluk nya dengan erat, kemudian mengatakan berterima kasih banyak.


__ADS_2