
Azka ke 18 Tahun.
"AZKA........!!! Ayo kita pergi memancing ke sungai itu aku sudah lama ingin bersantai, "Dino berteriak seperti anak kecil saja yang menginginkan sesuatu.
Azka yang sedang mengasah kemampuannya hanya bisa mengikuti teman-temannya itu untuk bersenang-senang lagian dia juga masih memiliki waktu untuk balas dendam kepada orang yang telah membunuh bang Tito.
Mereka berdua mulai pergi untuk memancing dengan sebuah kail pancingan yang ada.
Rehan dan Jak mereka berdua akan pergi ke kota untuk mencari beberapa bahan dan makanan untuk makan malam nanti.
"Yaudah, hati-hati di kota karena kita semua adalah buronan, " Kata Akza yang sudah siap-siap pergi memancing ke dekat pepohonan.
"Oke".
Mereka berdua satu sama lain sama-sama bisa untuk mencari bekal makanan mereka, Azka dan Dino dengan santai sudah melihat sebuah air sungai yang cukup dalam kemudian mencari umpan untuk memancing setelah itu mereka bersantai menunggu kail pancingan ditangkap.
__ADS_1
Rehan dan Jak sudah memasuki area perkotaan dan dia menggunakan uangnya untuk pergi ke supermarket membeli beberapa barang, di sisi lain mereka berdua juga mulai waspada karena takut bertemu dengan anak buah dari sang ketua.
Jadi mereka menggunakan sebuah kacamata dan juga topi setelah itu masker untuk menutupi dirinya agar tidak ada yang melihat dan mengenalnya.
Kini mereka berdua melangkahkan kakinya masuk ke dalam supermarket kemudian mengambil sebuah wadah untuk tempat penyimpanan barang-barang yang akan mereka beli.
Dan memang benar saja untuk mereka sudah merencanakannya dari awal karena anak buah dari Geng Zizulla itu sudah ada di sana.
Jak dan Rehan mulai cemas karena takut dirinya ketahuan setelah itu pergi ke mencari beberapa barang untuk dia beli.
Setelah itu, mereka mencari beberapa barang yang mereka inginkan dengan waktu yang cukup cepat setelah itu pergi ke kasir untuk membayar.
Jak ketika membayar ke kasir tidak sengaja dirinya bersin dan terlihat seorang anak buah dari sang ketua berada di dekat pintu.
Jak yang barusan tersebut karena merasa tidak nyaman ingin membuka maskernya untuk saja Rehan dengan cepat menutupinya dan mengingatkannya untuk selalu berhati-hati.
__ADS_1
Dengan begitu mereka berdua langsung membayar ke kasir dan pergi ke mobil mereka membawa barang-barang yang telah mereka beli.
Jak terlalu senang dan juga karena masker tersebut tidak nyaman dipakai maka dia dengan cepat membawa maskernya ke dalam tong sampah sebelum masuk ke dalam mobil.
Ketika dia membuang masker tersebut ke dalam tong sampah ada seseorang yang mengenalinya dari kejauhan.
"Hey! kau? " ucap seorang pria yang menggunakan pakaian hitam dengan sebuah senjata yang ada di sakunya menuju ke arah Jak.
Jak melihat ke arahnya dan ternyata pria tersebut adalah anak buah dari sang ketua dan mengenalinya.
Sedangkan rehan dirinya sudah masuk ke dalam mobil tetapi maskernya juga masih belum dibuka karena demi keamanannya.
Jak seketika langsung panik dan masuk ke dalam mobil meminta temannya Rehan untuk segera mengemudi dengan cepat.
Kemudian anak buah yang melihatnya barusan langsung memberi laporan kepada teman-temannya kalau buronan tersebut berada di area mereka dan memintanya untuk segera menangkapnya,dan pria tersebut juga memberitahu ciri-ciri dari mobilnya.
__ADS_1