Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 130 : Wichen


__ADS_3

Pagi Hari....


Azka masih terbangun di sebuah tempat umum itu dan dia dengan tubuhnya yang hampir pulih ingin ikut bersama anak-anak yang lainnya untuk mencari sebuah rongsokan.


Awalnya ada beberapa saudara yang menolaknya karena mengatakan kalau dirinya belum sembuh total tetapi,Laila mengatakan kalau dirinya akan menjaga harga sebaik mungkin dan akan merawatnya.


Akhirnya Azka juga mulai mengganti pakaian yang telah diberikan oleh Zhao, setelah itu mengambil beberapa ranjang sebagai wadah untuk barang yang mereka ambil ganti.


Kini mereka berenam langsung berpamitan kepada kakak terbesar yang di mana kakak terbesar juga sedang bersiap-siap untuk memilah rongsokan yang ada di depan rumahnya.


"Kak, kami semua pamit dulu ya jaga diri baik-baik, " kata Lau Wong.

__ADS_1


Wichen juga begitu mengatakan sebaliknya untuk berhati-hati. Lalu mereka semua langsung pergi untuk melaksanakan tugasnya.


Laila selalu dekat dengan Azka, laila setelah beberapa melangkahkan kaki, kini sudah berada di jalan raya dan di saat itu juga mereka semua langsung berpencar untuk mencari ke tempat daerah yang lain.


Iya, mereka semua akan berkumpul di titik awal jalan raya dan di titik ini juga mereka akan berpencar demi menghasilkan barang-barang dengan maksimal.


Azka ikut dengan Laila dan She Fung Yen, mereka hanya pergi ke beberapa tong sampah dan juga pergi ke pembuangan sampah yang ada di daerah-daerah yang mereka lalui.


Laila juga menyadari kalau siang kali ini sangat panas sekali dan meminta kakak perempuan yang ikut bersamanya untuk beristirahat dan berteduh dulu di sebuah bawah pohon.


Azka sangat berbeda sekali dengan Laila Padahal dia masih gadis kecil, walaupun Laila masih gadis kecil tetapi barang yang dia temukan atau rongsokan sudah memenuhi hampir dua keranjang dan juga satu karung.

__ADS_1


"Laila, she Fung Yen, kalian beristirahat dulu di sini aku akan mencari ke beberapa tempat dan Kalian tidak perlu khawatir kepadaku, Karena aku ingat semua jalan yang aku lewati tadi dan ketika aku lama pergi maka kalian jangan terlalu mencariku, akan aku pastikan aku akan tepat waktu berada di jalan pertama tadi, "kata Azka setelah beristirahat sebentar dan berdiri untuk melanjutkan tugasnya karena dia ingin memenuhi keranjang yang dibawa.


Laila sebenarnya masih merasa khawatir sekali kepada dirinya tetapi She Fung Yen mengiyakannya.


Azka langsung bangun dia mulai melangkahkan kakinya Ke sepanjang jalan dan ketika menemukan botol minuman maka dia akan mengambilnya dan menyimpannya di dalam ranjang.


Kini Azka sudah berjalan cukup jauh dengan Laila dan She Fung Yen, tetapi dia masih ingat dengan jalan yang dilewati tadi.


Ketika Azka sedang menundukkan kepala mengambil botol-botol yang ditemukan tiba-tiba dia tidak sengaja melihat Kakak terbesar atau Wichen.


Azka yang merasa penasaran terus melihatnya dan ternyata pandangannya memang benar kalau itu adalah kakak pertama yang sedang pergi bersama seorang pria yang tidak dikenalnya.

__ADS_1


Wichen di turunkan dari mobil bersama pria itu, lalu mereka berdua berjalan menuju ke sebuah tempat. Dari ekpresi Wichen, sepertinya dia merasa tertekan sekali dan takut.


__ADS_2