Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 92 : Pingsan


__ADS_3

Azka yang masih kecil itu karena melawan perintah dari mereka berlima maka dengan sebuah paksaan membawanya ke samping Gang kecil.


Azka tentu saja karena bajunya langsung ditarik padahal kakinya itu masih merasa kesakitan.


Bruakk.....


Azka seperti seorang pembantu yang tidak ada harga dirinya langsung didorong begitu saja yang membuatnya terjatuh ke bawah.


"Awwh.... " Azka hendak berdiri untuk pergi dari tempat seperti ini, karena dia mengetahui kalau akan ada firasat huruf yang datang menimpanya.


Pria tersebut yang menggunakan pakaian biru langsung menghampirinya dengan wajah yang begitu serius sekali.


"Hahahahah, siapapun yang berani melawan ketua tentu saja dia akan menghabisinya, " pria yang memakai pakaian biru itu langsung meregangkan tubuhnya untuk segera menghajar Azka.


BUKKKK

__ADS_1


Satu pukulan tinju dari lengannya dengan kuat mendarat di arah pipi kanan Azka.


Azka yang menerima pukulan tersebut langsung terjatuh lagi dan pada saat kesakitan membuat bibirnya berdarah.


Lalu datang lagi dua orang pria yang memakai pakaian hitam, dia juga akan menghajarnya tetapi tidak dengan cara memukulnya, dua pria tersebut sangat kejam sekali mengambil sebuah tongkat kayu lalu memukul ke arah tubuh Azka.


Terdengar lah bunyi yang sangat enak sekali memukul tubuh Azka, Azka hanya meringku kesakitan meminta maaf kepada mereka semua dan berjanji akan pergi meninggalkan tempat ini secepat mungkin.


Azka menangis dan terus memohon kepada mereka untuk membiarkannya lolos dari tempat ini, Tetapi semakin dia menangis dan meminta maaf membuat mereka berlima sangat puas sekali.


Lalu sang ketua yang memakai pakaian putih meminta mereka untuk berhenti segera, dan dia mengatakan kalau dirinya memaafkannya dan memintanya untuk tidak kembali lagi ke tempat ini, dengan begitu mereka berlima pergi meninggalkannya di Gang kecil dengan penuh luka.


Dengan keadaan yang begitu lemas dan tubuh dengan penuh luka dia pergi tak tentu arah.Dia butuh sekali pengobatan soal itu dia juga butuh sekali kasih sayang.


Hingga waktu malam hari sudah tiba sungguh kali ini adalah hari yang sangat menyakitkan sekali, selain tubuhnya terluka cukup parah dia kelaparan bahkan dia juga kedinginan.

__ADS_1


Azka hanya pergi sebuah pancuran kecil dengan perlahan meminum beberapa teguk air, dia tidak ingin perutnya terasa kosong sekali agar tidak sakit. Karena dirinya sudah tidak tahan lagi akhirnya dia pun mulai pingsan di pinggir jalan.




Azka merasa kenyamanan dan merasa kehangatan, dia dengan perlahan membuka kedua matanya dan berada di suatu tempat yang tidak diketahui.



Melihat ke arah kiri ke arah kanan bahkan ke sekitarnya ternyata ada beberapa barang bekas dan juga pakaian-pakaian yang cukup kotor, dia bingung dia tidak tahu ke mana, terakhir kali dia ingat dia pingsan di pinggir jalan dan sekarang dia tidak tahu.



Kemudian terdengar beberapa canda tawa dari anak-anak tidak jauh darinya, dia yang merasa penasaran mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya di mana tempat tidurnya adalah sebuah pakaian-pakaian bekas yang disambungkan.

__ADS_1



Dan luka-luka yang ada di tubuhnya juga ternyata sudah diobati bahkan kakinya yang kemarin terbuka diganti lagi perbannya dengan kain.


__ADS_2