
Dino geregetan kemudian menggigit bibirnya dengan gigi secara perlahan.
"Wohhh..... sangat hebat sekali ya sekarang kau memiliki kemampuan yang baru bisa jadi monyet, "ejek Dino.
" Wahhh...... itulah kalian tidak pernah menanyakan kepadaku bagaimana caranya menjadi monyet,hahahahahha, "Jak tertawa keras dari mana gubuk mereka itu dikelilingi pepohonan yang jauh-jauh dari perdesaan bahkan perkotaan.
Setelah bercadar satu sama lain mereka yang memiliki kehidupan dan masalah masing-masing akhirnya mulai tidur beristirahatkan diri lagi.
Krekkk.... krekk.... krekkkk....
" Aduh....."Azka sudah tidak tahu lagi ingin buang air kecil karena di sana tidak ada toilet akhirnya dia diam-diam keluar untuk buang air kecil disemak-semak.
Dia sekuat tenaga pergi dari gubuk itu dan melepaskan ke ganjelan nya.
"Ahhh.... lega sekali, " dia bule berasa buas dan balik lagi ke gubuknya tetapi dia mendengar sesuatu dari semak-semak sampai yang tak jauh darinya.
Karena dirinya merasa penasaran akhirnya dengan berani mengeceknya.
Srekk.... srekkk
Langkah demi Langkah akhirnya dilakukan oleh Azka.
"Hey? siapa itu? " Azka sebenarnya tidak bisa melihat dengan jelas karena dia sendiri tidak membawa senter hanya menggunakan cahaya bulan malam.
__ADS_1
Tiba-tiba.....
"Aa......!! " langsung terdengar cerita dia begitu keras dan keduanya langsung berlari ke gubuk kecil bahkan mereka sampai bertabrakan.
Hingga mereka berdua masuk ke dalam,akhirnya mereka langsung melepas keresahannya yang ternyata ketika saling berhadapan adalah Azka dan Jak.
Mereka saling berhadapan di depan cahaya lilin yang masih menyala.
"Sial! ternyata itu kau ! kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau keluar? kau menakut-nakuti ku saja, "Jak mulai gelisah dan karena kejadian itu mereka bertiga yang sudah tertidur lelap akhirnya terbang.
" Ada apa ini? "tanya Tito.
" Tidak, ini Azka dia ngagetin saja,"balas Jak.
"Sudahlah, jangan buang-buang waktu sekarang kalian tidur saja di tempat kalian masing-masing aku sudah lelah, " kata rehan berbicara tetapi kedua matanya sudah tertutup lagi.
Jadi tidak ada kata-kata lagi dari mereka hanya kembali ke tempatnya udah.
Cuit.... cuit.... cuit...
Burung mulai bernyanyi dengan kicauan-kicauan yang sangat indah.
Cahaya pagi menyinari sebagian tubuh mereka melalui beberapa lubang kayu yang tidak tertutup dengan rapi.
__ADS_1
Dengan cahaya pagi akhirnya Azka terbaru dan ternyata di sebelahnya hanya ada Jak,Rehan, dan Tito.
"Hoammm....., " Azka ketika bangun langsung mencari keberadaan Tito.
Dia melangkah dengan perlahan yang ternyata Tito sudah ada di luar,dia sedang menggunakan senjata dan berlatih dirinya untuk menembak.
"Bang Tito, "panggil Azka.
" Azka kau sudah bangun? ".
" Iya sudah ".
" Hahahaha tidak seperti yang lainnya masih tidur".
"Emmm mereka mungkin lelah, eh iya itu senjata Jak bawa kan kemaren? ".
" Iyah, Ini adalah senjata yang terkeren yang dia sukai dan aku juga sangat menyukainya karena ketika menembak dia sangat ringan sekali, "kata Tito yang masih membidik suatu target yang ada di atas.
Azka tidak banyak bicara akhirnya hanya melihat begitu yang sedang menembak.
" Dor!!! "satu peluru akhirnya mengenai sebuah ranting kecil yang ada di atas.
" Wahhh keren, hebat, kenapa bisa sampe atas sana? "tanya Azka kagum.
__ADS_1