
Sang ketua sangat bahagia sekali setelah memasuki gudang kecil tersebut karena dia tahu dia akan mendapatkan barang yang sangat mahal setelah membodohi kliennya, dia mengatakan akan membayar setelah mendapatkan barang yang diinginkan.
"Hahahahah, baru pertama kali ini aku mendapatkan klien yang sangat bodoh sekali, " tawa sang ketua yang hendak membuka pintu gudang kecil itu.
Inilah sebagian dari rencana dan trik dari sang ketua untuk mendapatkan barang yang dia inginkan tetapi dia tidak ingin mengeluarkan modal atau uang.
Tetapi yang tidak diketahui oleh sang ketua adalah kalau dirinya sekarang dalam bahaya.
Krekkk....
Pintu gudang tersebut langsung terbuka dan anak buah yang berjumlah 6 orang itu diperintahkan untuk mencari barang sesuai petunjuk yang diberitahu oleh klien dan sisa 4 orang lagi berjaga di depan.
"Ayo! Ayo cepat carinya! " sang ketua dengan mudahnya memerintahkan.
__ADS_1
Tapi Keenam anak buah yang mencarinya sama sekali tidak mendapatkan barang yang dibilang oleh sang ketua dan sang ketua yang mengetahui hal itu mulai panik karena takut dirinya yang dibohongi oleh klien.
Dan dia segera mencari barang sesuai petunjuk tersebut tetapi ketika tempat dan juga beberapa kotak dibuka sama sekali tidak ada barang yang dia inginkan dan hanya mainan-mainan kecil saja.
"Hah! aku rasa aku telah dibodohi oleh mereka semua! sekarang aku minta dan perintahkan kepada kalian bunuh mereka jangan sampai ada yang tersisa!" perintah sang ketua dengan sangat murka sekali.
Lalu mereka bergegas untuk keluar gudang tetapi tiba-tiba pintunya terkunci dan tidak bisa diketok.
"Woi!!! penjaga yang bodoh yang ada di luar cepat buka pintunya jangan kau kunci! ! " sang ketua semakin emosi dan marah saja.
"Hai? " terdengar suara yang sangat tidak asing bagi sang ketua.
Maka sang ketua yang menghadap ke arah pintu langsung berbaring dengan perlahan melihat ke belakangnya dan juga diikuti oleh anak buah yang lainnya.
__ADS_1
Terlihat Azka yang sedang duduk di atas box kecil dengan santai dan raja polosnya.
"Kau! ternyata kau masih hidup aku kira kau sudah mati di tangan anak buahku! " ucap sang ketua yang masih belum sadar bahaya akan segera datang menimpanya.
Ke-enam para anak buah tersebut mengambil sebuah pistol dan menodong ke arah Azka.
"Bagaimana? Apakah seorang ketua yang memimpin mafia Zizulla sangat bodoh dan tidak memiliki kekuatan sehingga dia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh seorang anak kecil seperti saya yang lemah dan tidak ada apa-apanya? " kata Azka yang masih duduk santai .
Sang ketua langsung memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menurunkan senjatanya karena dia sekarang merasa senang sekali akan bermain-main dengan Azka.
"Baik, dasar bocah tengil apa yang kamu inginkan dan apa yang kau lakukan di sini apakah kau ingin membalaskan dendam? Kalau kau ingin membalaskan dendam sebaiknya kau pergi saja sekarang sebelum semuanya terlambat, " kata ketua tertawa.
Dan ketawanya juga diikuti oleh anak buahnya karena mereka semua meremehkan Azka.
__ADS_1
"Oke oke, baiklah pria tua bangka tertawalah sekuat mungkin sebelum ajalmu mendekat, " kat Azka.
"Dasar! seharusnya kamu itu sangat beruntung bisa aku didik dan aku rawat menjadi anggotaku tetapi kamu sangat bodoh malah mau menghianatiku!Dan Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu dasar anak tidak tahu diuntung" Ketua menjelaskan betapa beruntungnya jika Azka bersama dirinya.