
Pagi hari~~~
Azka sudah pergi ke kamar mandi mencuci pakaian lalu membersihkan badannya tidak lupa menggosok gigi dan membersihkan muka.
Azka dari semalam sudah membersihkan buku-buku yang harus dia bawa ke sekolah jadi ketika dia akan pergi dia langsung membawanya tidak perlu repot-repot mencarinya lagi, Azka kemudian membawa tas beserta buku-buku yang tersebut lalu pergi ke meja sarapan untuk mencuci piring yang di mana setiap pagi dia mencuci piring bekas bibi dan pamannya yang tak pernah dicuci.
Namun, alangkah terkejutnya hari ini berbeda sekali ternyata cucian yang ada di dapur tersebut sudah diselesaikan dan ternyata ada sepotong roti dan satu gelas susu di meja sarapan.
Azka bingung apakah makanan ini untuk dirinya atau memang disiapkan untuk Bibi sendiri makan? .
Jadi, Azka hanya melewati sarapan tersebut dan tidak memakannya dia seperti biasanya akan langsung berpamitan pergi kepada bibinya.
Tapi, terlihat sang Bibi yang sedang memainkan handphone di atas sofa sambil menonton televisi, Bibi Sarah tersebut seperti orang yang berbeda sekali dari kemarin-kemarinnya dan bertanya apakah Azka sudah sarapan atau belum.
"Belum bi".
" Loh, Bibi kan udah siapin sarapan di meja sarapan,sana cepat kamu makan dulu setelah itu kamu akan bibi antar ke sekolah, "ucap sang Bibi yang masih bermain handphone dia akan mengantar keponakannya itu ke sekolah karena takut ketika di jalan maka sang Paman akan datang membawanya pergi.
Jadi Azka yang mengetahui dirinya disiapkan sarapan dia sungguh terharu sekali Bahkan dia sangat senang karena dia sangat berharap bibinya akan berubah dan menjadi lebih baik yang dia inginkan.
Azka dengan cepat menuju ke meja sarapan di mana sudah ada sebuah roti panggang dengan satu gelas susu, dia kemudian duduk dan makan dengan lahap Karena dia jarang sekali pagi hari sarapan.
Setelah sarapan,bibi sarah dengan hati-hati langsung meminta Azka masuk ke dalam mobilnya karena dia akan mengantarnya ke sekolah saat itu juga.
Azka sama sekali tidak bisa menolaknya justru dia sangat tentang karena baru kali ini dia diantar oleh bibinya.
Di dalam mobil, Azka merasa sangat canggung sekali karena Ini pertama kalinya dia ke sekolah diantar oleh bibinya menggunakan sebuah mobil yang sangat mewah.
Azka biasanya Setiap hari selalu jalan kaki dan dianggap orang lain sangat miskin.
Dengan rasa penasaran yang begitu mendalam akhirnya dia bertanya kepada bibinya mengenai Sang paman.
"Bi, paman di mana? kenapa dari semalam Azka tidak melihat sang paman? "tanya Azka.
__ADS_1
" Sudah! kamu tidak perlu bertanya lagi tentang pamanmu itu mulai hari ini bibilah yang akan mengurus dan membesarkanmu jangan sampai kamu mau dibesarkan oleh pamanmu karena kamu tahu sendiri pamanmu itu seperti apa, "ujar Bibi sarah sambil nyetir dan menjelek-jelekan nama sang paman.
Azka hanya mengganggu saja padahal dia tahu semalaman pamannya diusir oleh bibinya itu.
Azka juga semalam terdengar kalau dirinya itu dimanfaatkan oleh mereka berdua karena uang,Azka baru teringat dengan seorang pengacara yang di mana kadang-kadang pengacara itu datang untuk melihat azka.
Dia sama sekali tidak mengetahui tentang uang yang diberikan oleh ayahnya itu tetapi karena rasa penasaran tersebut dia ingin sekali bertemu dengan pengacara suatu saat nanti ketika dia datang ke rumah bibi Sarah.
Azka sebenarnya sudah tidak tahan sekali tinggal bersama bibinya tetapi dia terpaksa karena dia tidak mendapatkan tempat tinggal yang lainnya.
Pantas saja, ketika pengacara itu datang Bibi Sarah meminta Azka untuk tidak mengatakan hal yang tidak-tidak. Padahal, jika Azka mengatakan yang sebenarnya kepada pengacara itu mungkin hidupnya tidak akan seperti ini.
Bepp.....
Mobil milik Bibi Sarah sudah terparkir dengan begitu mudah di area lapangan sekolah setelah itu Azka mulai turun dari mobilnya dan pamitan kepada Bibi Sarah.
Di sisi lain, sang paman ternyata sudah dari pagi tadi menunggu di depan halaman sekolah Azka,karena sang Paman ingin meminta Aska untuk tinggal bersamanya.
"Hahahahah, Azka... Azka..... kamu itu adalah keponakanku bagaimanapun juga kamu harus tinggal denganku aku tidak ingin wanita Penyihir itu tinggal bersamamu dan merampok semua uang milikmu, " ujar sang paman di dalam hatinya sambil merokok menunggu keponakannya itu pulang sekolah.
Beberapa jam kemudian bel sekolah pulang sudah berbunyi dan ternyata bibi Sarah sudah siap menjemputnya, kali ini sang Paman merasa sangat kesal dia sudah terlambat karena Bibi Sarah sudah terlebih dahulu datang dan menjemput keponakannya itu.
"Sial! dari pagi sampai siang aku menunggunya dia di sini tetapi malah dijemput oleh wanita Penyihir itu!"kesal sang paman membantingkan rokok yang ada di lengannya.
Tapi sang Paman sama sekali tidak merasa sedih karena dia tahu ketika di rumah Azka akan sendirian dan bibi sarah akan pergi bekerja dan pulang malam,jadi dia bisa mendapatkan waktu yang cukup banyak untuk meminta Azka tinggal bersamanya.
Sesampainya di rumah, bibi sarah langsung menasehatinya kepada Azka untuk tidak ikut bersama pamannya dan bibi sarah menakut-nakuti Azka.
Azka yang mendapatkan saran dari bibir tersebut mengangguk dan setuju apa yang dikatakannya itu tidak akan pergi bersama pamannya.
Di saat bibi Sarah pergi akan bekerja sang Paman sudah ada di depan rumah mereka dan terlihat ada yang berada di lantai kedua sedang belajar. Azka kali ini merasa lega juga Karena dia sudah mendapatkan kekurangan beban yang di mana setiap dulu dia selalu dimarahi bahkan dipukul oleh pamannya dengan sangat keras.
Ssut.... sutt.... sut.....
__ADS_1
"Azka.. Azkaa..... " ucap sang Paman dibawah Memanggil nama Azka.
Azka yang melihat mamanya sangat terkejut dan ketakutan apalagi mengingat permintaan dari bibinya.
"Paman? ada apa? ".
" Azka.... paman Mohon tolong bukakan pintu dulu dong yang di bawah, "kata paman.
" Tidak paman, bibi bilang Paman tidak boleh masuk ke dalam rumah ini lagi jadi Azka tidak bisa membukakan pintu untuk paman".
"Ayolah Azka.... paman berjanji tidak akan jahat lagi sama kamu sekarang tolong ya bukakan pintu ini".
" Maaf paman tidak bisa".
Sang paman sudah beberapa kali membujuk keponakannya itu untuk membukakan pintu yang ada di bawah tetapi karena pengaruh yang besar dari bibinya akhirnya pintu tersebut tidak dibukakan yang membuat sang Paman merasa kesal.
"Heh Azka!!! awas saja ya kamu! tunggu saja! " terlihat ancaman dari pamannya yang cukup serius.
Azka yang berada di lantai 2 sangat ketakutan melihat pamannya yang begitu marah dan hampir mendobrak pintu yang ada di depan tersebut. Azka sangat ketakutan sekali karena jika dia tertangkap oleh pamannya,dia pasti akan di pukuli habis.
Azka hanya bisa menutup jendela kaca dan bersembunyi di kolong tidur dan bermain dengan kucing kesayangannya itu, terdengar beberapa dobrakan pintu yang dipaksa oleh pamannya.
Azka hanya meringkuk dan bersembunyi ketakutan.Tapi, Untung saja ada tetangga yang melihatnya dan bertanya kepada sang paman.
"Kenapa? Kenapa tidak bisa membuka pintunya? " tanya tetangga pria tersebut kepada pamannya.
"Oh... a... anu.... tadi Istri saya menguji pintunya dan saya lupa memintanya jadi saya hanya bisa membukanya secara paksa, " kata sang paman menjawab dengan gugup padahal dia sebenarnya sudah tidak bisa tinggal lagi di rumah itu Karena sudah bercerai.
Tetangga itu pergi, lalu sang Paman juga tidak bisa terus-terusan mencoba untuk masuk ke dalam rumah ini dengan secara paksa dia harus memikirkan ide yang lebih matang lagi.
Lalu mulai memiliki beberapa ide yang sangat gila sekali demi mendapatkan keponakan itu, kemudian sang Paman berteriak kepada keponakannya Azka kalau dirinya akan segera pergi dan suatu saat akan mengambil keponakannya itu dan mengasuhnya.
Azka semakin ketakutan mendengar apa yang dikatakan oleh pamannya itu.Dia hanya bisa menangis tidak tahu apa yang terjadi yang membuatnya harus seperti ini, dia hanya bisa memanggil nama ibu dan bapaknya yang sudah tiada.
__ADS_1
Dia merasa sangat bingung kenapa Masalah-masalah selalu ada pada dirinya.