
Azka yang sudah lolos dari para penculik itu akhirnya dia sudah diselamatkan oleh seorang nenek dan kakek. Mereka langsung membawa Azka ke rumahnya tidak lupa setelah itu dengan sangat ramah sekali meminta Azka untuk melepas pakaiannya dan mengganti dengan pakaian yang baru.
"Nak, siapa namamu? " tanya sang kakek.
"A.... aku Azka".
" Ouh, tunggu sebentar ya.Sebentar lagi nenek bawakan kamu pakaian ganti, "sang kakek Lagi duduk saling berhadapan di sebuah kursi yang memiliki meja bundar bersama Azka.
Kini nenek tersebut akhirnya datang dan membawakan ganti pakaian ke Azka dan memintanya untuk segera menggantinya, dia mengatakan kalau pakaian itu ternyata milik cucunya yang sudah lama pergi.
"Baik nek, kakek, Azka ganti dulu, " Azka mulai berpamitan dan hendak pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian yang telah diberikan oleh sang nenek.
__ADS_1
Azka sangat beruntung sekali karena ini dia bisa selamat dari para penculik dan bertemu dengan sang nenek dan kakek yang sangat ramah sekali.
Azka dengan begitu cepat ya sudah mengganti pakaiannya dan kembali lagi ke ruang tamu yang sudah tersedia beberapa kue yang sangat enak.
"Nahh... nak Azka.... sudah lama nenek membuat kue ini dan nenek tidak bisa memakainya dengan begitu cepat, nenek berharap kamu sangat menyukai kue ini karena dulu cucu nenek juga sangat menyukainya, " senyum si nenek pada Azka.
Azka sama sekali tidak keberatan untuk mencicipi kue yang ada di depannya dengan begitu mudah tangannya langsung mengambil kue tersebut.
Lalu Azka yang masih memakan kue tersebut meminta tolong kepada sang kakek untuk segera melapor kepada polisi dan dia tidak sabar ingin bertemu bibinya yang di mana ternyata bibinya sudah meninggal dunia.
"Azka..... kamu itu korban penculikan dan ini tidak mau kamu kena masalah lagi, sebentar lagi kakek akan melaporkan kepada polisi dan mengantarkanmu kembali kepada bibimu, sekarang kamu tidak perlu khawatir karena kamu di sini sudah aman, untuk itu kamu beristirahat dulu di kamar biar nanti kakek yang memanggil polisi, "pinta sang nenek dengan berjalan sangat pelan menuju ke tempat pencucian pakaian.
__ADS_1
Sang kakek mengajak Azka untuk pergi ke kamar dan beristirahat karena dia tahu kalau Azka sedang kelelahan, maka dari itu, Azka dibawa ke sebuah kamar yang di kamar itu ternyata sangat cantik sekali dengan penuh tempelan-tempelan gambar pria dan robot.
Banyak sekali mainan-mainan yang sudah berjajar di beberapa tempat seperti atas laci, lemari kayu, lemari kaca yang full dengan mainan laki-laki.
"Wahhh...... cucu kakek sangat beruntung sekali dia bisa mendapatkan tempat yang sangat indah seperti ini bahkan mainan-mainan yang sangat mewah, "Azka sangat mengagumi tempat tersebut apalagi dia adalah seorang pria yang suka mainan.
" Nah Azka.... untuk sekarang kamu tinggal dulu di sini dan jika ada informasi maka kakek secepat mungkin akan memberitahu kamu, "ujar sang kakek itu memberi kepastian yang sangat pasti sekali kepada Azka.
Azka hanya mengangguk apalagi dia bisa sepuasnya melihat-lihat mainan yang ada di tempat ini.
Sang kakek langsung meninggalkan Azka di kamar itu sendirian, dan Azka sendiri mulai memegang beberapa mainan yang ingin dia mainkan.
__ADS_1
"Wahhhh kerenn... " Azka kagum.